Donasi Warga Kutim Terkumpul Rp329 Juta, PMI Salurkan 700 School Kit ke Korban Banjir Aceh

    Seputarfakta.com-Lisda -

    Seputar Kaltim

    22 Januari 2026 01:00 WIB

    Konferensi pers PMI Kutim dalam rangka penyerahan piagam penghargaan kepada para donatur di Markas PMI Kutim, Sangatta. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyalurkan 700 paket bantuan School Kit untuk anak-anak korban bencana banjir di Provinsi Aceh, tepatnya di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur. 

    Ketua PMI Kutim, Kasmidi Bulang menyampaikan bantuan ini berasal dari donasi masyarakat Kutim yang dikumpulkan selama hampir sebulan. Donasi tersebut datang dari pelajar SD, SMP, SMA, mahasiswa, relawan, perorangan, hingga perusahaan swasta.

    “Alhamdulillah donasi yang terkumpul hingga hari ini kurang lebih sebesar Rp329 juta dan insyaallah akan kami genapkan menjadi sekitar Rp350 juta. Dana ini seluruhnya akan digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban bencana di Aceh dan Sumatera,” ujar Kasmidi usai konferensi pers, Kamis (22/1/2026).

    Ia menambahkan penggalangan dana difokuskan untuk bidang pendidikan, mengingat kondisi pascabencana anak-anak sudah kembali bersekolah, tapi masih kekurangan perlengkapan belajar.

    “Pada saat bencana baru terjadi, bantuan seperti pakaian dan selimut sudah banyak masuk. Namun setelah kami berkoordinasi, ternyata masih ada kekurangan alat sekolah, seragam dan perlengkapan belajar. Karena itu kami memilih menyalurkan bantuan pada masa pascabencana agar tepat sasaran,” tambahnya.

    Kasmidi juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, mulai dari dewan guru, kepala sekolah, pembina, relawan, adik-adik PMR di sekolah, mahasiswa STAIS dan universitas, hingga pihak swasta dan perusahaan.

    Rombongan PMI Kutim dijadwalkan berangkat pada 28 Januari 2026 menuju Medan, lalu melanjutkan perjalanan darat ke Aceh. Bantuan akan diserahkan langsung ke sekolah-sekolah pada 29 Januari 2026.

    “Perlengkapan school kit sudah disiapkan di Medan oleh PMI setempat dalam bentuk paket untuk siswa SD, SMP dan SMA. Karena jumlahnya cukup besar, kami memilih untuk mengantarkannya langsung ke lokasi,” katanya.

    Bantuan juga berupa 130 mushaf Al-Qur’an dari BAZNAS sesuai permintaan dari daerah terdampak. Data penerima bantuan sudah dikumpulkan dan dikoordinasikan antara PMI Kutim dan PMI di Aceh.

    PMI Kutim juga melibatkan perwakilan pelajar dari SMP YPPSB dan SMA dari Kecamatan Sandaran dalam penyaluran bantuan. "Kami memang berniat membawa adik-adik supaya bisa langsung melihat dan belajar, tidak hanya menonton,” ungkapnya.

    Sementara Sekretaris PMI Kutim, Wilhemus Wio Doi menjelaskan total 700 paket school kit tersebut akan didistribusikan ke tiga jenjang pendidikan.

    “Untuk SMA dan MAN sebanyak 307 paket, SMP 197 paket dan SD 196 paket. Seluruh paket saat ini sedang dalam proses finalisasi oleh relawan PMI di Medan,” jelas Wilhemus.

    Ia merinci paket school kit berisi tas ransel yang dilengkapi buku tulis, penggaris, busur, pensil, pulpen, penghapus, rautan, tip-x, tumbler, serta perlengkapan sekolah lainnya. Rencana pengadaan sepatu dan seragam dibatalkan karena mempertimbangkan perbedaan ukuran siswa.

    “Setelah kami tiba di Aceh bersama Ketua dan pengurus PMI Kutim, bantuan akan langsung kami antar ke sekolah-sekolah yang telah ditentukan dan diserahkan secara langsung,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Donasi Warga Kutim Terkumpul Rp329 Juta, PMI Salurkan 700 School Kit ke Korban Banjir Aceh

    Seputarfakta.com-Lisda -

    Seputar Kaltim

    22 Januari 2026 01:00 WIB

    Konferensi pers PMI Kutim dalam rangka penyerahan piagam penghargaan kepada para donatur di Markas PMI Kutim, Sangatta. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyalurkan 700 paket bantuan School Kit untuk anak-anak korban bencana banjir di Provinsi Aceh, tepatnya di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur. 

    Ketua PMI Kutim, Kasmidi Bulang menyampaikan bantuan ini berasal dari donasi masyarakat Kutim yang dikumpulkan selama hampir sebulan. Donasi tersebut datang dari pelajar SD, SMP, SMA, mahasiswa, relawan, perorangan, hingga perusahaan swasta.

    “Alhamdulillah donasi yang terkumpul hingga hari ini kurang lebih sebesar Rp329 juta dan insyaallah akan kami genapkan menjadi sekitar Rp350 juta. Dana ini seluruhnya akan digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban bencana di Aceh dan Sumatera,” ujar Kasmidi usai konferensi pers, Kamis (22/1/2026).

    Ia menambahkan penggalangan dana difokuskan untuk bidang pendidikan, mengingat kondisi pascabencana anak-anak sudah kembali bersekolah, tapi masih kekurangan perlengkapan belajar.

    “Pada saat bencana baru terjadi, bantuan seperti pakaian dan selimut sudah banyak masuk. Namun setelah kami berkoordinasi, ternyata masih ada kekurangan alat sekolah, seragam dan perlengkapan belajar. Karena itu kami memilih menyalurkan bantuan pada masa pascabencana agar tepat sasaran,” tambahnya.

    Kasmidi juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, mulai dari dewan guru, kepala sekolah, pembina, relawan, adik-adik PMR di sekolah, mahasiswa STAIS dan universitas, hingga pihak swasta dan perusahaan.

    Rombongan PMI Kutim dijadwalkan berangkat pada 28 Januari 2026 menuju Medan, lalu melanjutkan perjalanan darat ke Aceh. Bantuan akan diserahkan langsung ke sekolah-sekolah pada 29 Januari 2026.

    “Perlengkapan school kit sudah disiapkan di Medan oleh PMI setempat dalam bentuk paket untuk siswa SD, SMP dan SMA. Karena jumlahnya cukup besar, kami memilih untuk mengantarkannya langsung ke lokasi,” katanya.

    Bantuan juga berupa 130 mushaf Al-Qur’an dari BAZNAS sesuai permintaan dari daerah terdampak. Data penerima bantuan sudah dikumpulkan dan dikoordinasikan antara PMI Kutim dan PMI di Aceh.

    PMI Kutim juga melibatkan perwakilan pelajar dari SMP YPPSB dan SMA dari Kecamatan Sandaran dalam penyaluran bantuan. "Kami memang berniat membawa adik-adik supaya bisa langsung melihat dan belajar, tidak hanya menonton,” ungkapnya.

    Sementara Sekretaris PMI Kutim, Wilhemus Wio Doi menjelaskan total 700 paket school kit tersebut akan didistribusikan ke tiga jenjang pendidikan.

    “Untuk SMA dan MAN sebanyak 307 paket, SMP 197 paket dan SD 196 paket. Seluruh paket saat ini sedang dalam proses finalisasi oleh relawan PMI di Medan,” jelas Wilhemus.

    Ia merinci paket school kit berisi tas ransel yang dilengkapi buku tulis, penggaris, busur, pensil, pulpen, penghapus, rautan, tip-x, tumbler, serta perlengkapan sekolah lainnya. Rencana pengadaan sepatu dan seragam dibatalkan karena mempertimbangkan perbedaan ukuran siswa.

    “Setelah kami tiba di Aceh bersama Ketua dan pengurus PMI Kutim, bantuan akan langsung kami antar ke sekolah-sekolah yang telah ditentukan dan diserahkan secara langsung,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)