DMI Kukar Berikan 14 Stand untuk Dukung UMKM Berdagang di Kawasan Masjid Agung Tenggarong

    Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -

    Seputar Kaltim

    12 Agustus 2024 11:27 WIB

    Kawasan dibelakang lokasi UMKM Masjid Agung juga disediakan lapangan bola mini untuk anak-anak bermain. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk berjualan di halaman Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong. 

    Sebanyak 14 petak ruko telah disiapkan untuk mendukung kegiatan pengembangan bagi para pelaku UMKM di Kukar.

    Ketua DMI Kukar, HM Bisyron mengaku sebelumnya, stand UMKM tersebut akan dibagun sebanyak 28 petak. Tapi hingga kini hanya 14 petak yang baru terealisasi. 

    Ia menyebut 14 petak itu akan dikelola masing-masing pedagang. "Kami pengelola Masjid Agung tak akan mengambil keuntungan dari para pedagang," sebut Bisyron Senin (12/8/2024).

    Kata dia, fasilitasi stand bagi pelaku usaha di kawasan Masjid Agung tersebut merupakan langkah positif. Pelaku UMKM di Kukar sangat banyak, sehingga para pedagang tersebut perlu diberikan ruang untuk mengembangkan usahanya. 

    "Kami ingin dengan adanya stand ini, para pelaku usaha yang telah berjualan di kawasan Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong dapat terakomodir dengan baik," imbuhnya.

    Ia mengungkapkan, penyediaan stand tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung wisata religi di kawasan Masjid Agung. 

    Pengunjung yang berbelanja dan tiba waktu salat dapat langsung menuju masjid, kemudian selesai salat bisa menikmati wisata kuliner di sekitar masjid.

    "Selain untuk mendukung penyediaan tempat bagi para pedagang, kita juga ingin ini menjadi bagian dari wisata religi," ungkapnya.

    Dirinya berharap pengelola masjid lainnya di Kukar dapat mencontoh inisiatif DMI untuk memfasilitasi stand bagi pelaku usaha di sekitar masjid, selama tidak mengganggu kegiatan ibadah tak menjadi masalah. 

    "Selagi tidak mengganggu kegiatan ibadah, tak ada masalah untuk berjualan di kawasan masjid. Semoga ini menjadi berkah bagi pengelola masjid dan pelaku usaha lainnya," pungkasnya.

    (Sf/By)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DMI Kukar Berikan 14 Stand untuk Dukung UMKM Berdagang di Kawasan Masjid Agung Tenggarong

    Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -

    Seputar Kaltim

    12 Agustus 2024 11:27 WIB

    Kawasan dibelakang lokasi UMKM Masjid Agung juga disediakan lapangan bola mini untuk anak-anak bermain. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk berjualan di halaman Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong. 

    Sebanyak 14 petak ruko telah disiapkan untuk mendukung kegiatan pengembangan bagi para pelaku UMKM di Kukar.

    Ketua DMI Kukar, HM Bisyron mengaku sebelumnya, stand UMKM tersebut akan dibagun sebanyak 28 petak. Tapi hingga kini hanya 14 petak yang baru terealisasi. 

    Ia menyebut 14 petak itu akan dikelola masing-masing pedagang. "Kami pengelola Masjid Agung tak akan mengambil keuntungan dari para pedagang," sebut Bisyron Senin (12/8/2024).

    Kata dia, fasilitasi stand bagi pelaku usaha di kawasan Masjid Agung tersebut merupakan langkah positif. Pelaku UMKM di Kukar sangat banyak, sehingga para pedagang tersebut perlu diberikan ruang untuk mengembangkan usahanya. 

    "Kami ingin dengan adanya stand ini, para pelaku usaha yang telah berjualan di kawasan Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong dapat terakomodir dengan baik," imbuhnya.

    Ia mengungkapkan, penyediaan stand tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung wisata religi di kawasan Masjid Agung. 

    Pengunjung yang berbelanja dan tiba waktu salat dapat langsung menuju masjid, kemudian selesai salat bisa menikmati wisata kuliner di sekitar masjid.

    "Selain untuk mendukung penyediaan tempat bagi para pedagang, kita juga ingin ini menjadi bagian dari wisata religi," ungkapnya.

    Dirinya berharap pengelola masjid lainnya di Kukar dapat mencontoh inisiatif DMI untuk memfasilitasi stand bagi pelaku usaha di sekitar masjid, selama tidak mengganggu kegiatan ibadah tak menjadi masalah. 

    "Selagi tidak mengganggu kegiatan ibadah, tak ada masalah untuk berjualan di kawasan masjid. Semoga ini menjadi berkah bagi pengelola masjid dan pelaku usaha lainnya," pungkasnya.

    (Sf/By)