Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala DLH Samarinda, Endang Liansyah. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Endang Liansyah, menyatakan bahwa kesadaran masyarakat akan kebersihan merupakan elemen penting dalam mewujudkan Samarinda sebagai Kota Peradaban. Hal ini berkaitan dengan kebiasaan buang sampah sembarangan di ruang publik seperti di Teras Samarinda.
Endang menegaskan, upaya menjaga kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh warga Samarinda.
"Kami melihat tempat sampah di Teras Samarinda sudah berlebih, sebanding sama jumlah pengunjung yang datang, jadi sebetulnya mencukupi. Artinya, masyarakat harus memiliki kesadaran yang baik terhadap kebersihan," ujar Endang saat ditemui di Balai Kota Samarinda, Selasa (17/9/2024).
Apalagi, kata Endang, Wali Kota Samarinda ingin membangun peradaban dengan mendorong masyarakat agar memiliki kesadaran menuju kebaikan.
"Soal kebersihan seharusnya tidak perlu diingatkan lagi. Wali kota ingin kita menjadi masyarakat yang beradab, sehingga kebersihan dijaga bukan karena paksaan, tekanan, atau hukuman, tapi karena kesadaran," tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya tidak ingin terlalu menekan masyarakat dalam menjaga kebersihan. Sebaliknya, pendekatan yang dilakukan adalah dengan memberikan contoh dan edukasi.
Lebih lanjut, DLH sebagai petugas kebersihan di Teras Samarinda hampir setiap hari membersihkan tempat wisata itu hingga dini hari. Animo masyarakat yang tinggi membuat pihaknya bekerja ekstra untuk menjaga kebersihan.
"Kita selalu bekerja membersihkan kawasan tersebut sampai pukul 1 dini hari, hingga kadang mencapai pukul 4 subuh," ungkapnya.
Karenanya ia meminta kesadaran masyarakat agar dapat menjaga kebersihan di kawasan tersebut. Meski sudah berulang kali terjadi banyaknya sampah yang tercecer, pihaknya masih berharap ada kesadaran yang muncul daripada memberikan sanksi.
Terkait sanksi bagi pelanggar kebersihan, Endang mengungkapkan bahwa hal tersebut sudah dibahas, namun bukan menjadi prioritas melainkan opsi terakhir.
"Kami masih berharap pada sisi baik dari warga Samarinda dan optimis bahwa kesadaran akan tumbuh, Sanksi adalah jalan terakhir," jelasnya.
Di kesempatan itu Endang juga menyebutkan pentingnya pendidikan kebersihan sejak usia dini, termasuk peran guru di sekolah serta orang tua di rumah.
Dengan begitu upaya menciptakan Samarinda yang bersih dan beradab memerlukan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, serta pendidikan sejak dini agar kesadaran akan kebersihan dapat tumbuh secara menyeluruh.
"Di situlah dasar pembentukan dan penanaman karakter kebersihan dimulai," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala DLH Samarinda, Endang Liansyah. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Endang Liansyah, menyatakan bahwa kesadaran masyarakat akan kebersihan merupakan elemen penting dalam mewujudkan Samarinda sebagai Kota Peradaban. Hal ini berkaitan dengan kebiasaan buang sampah sembarangan di ruang publik seperti di Teras Samarinda.
Endang menegaskan, upaya menjaga kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh warga Samarinda.
"Kami melihat tempat sampah di Teras Samarinda sudah berlebih, sebanding sama jumlah pengunjung yang datang, jadi sebetulnya mencukupi. Artinya, masyarakat harus memiliki kesadaran yang baik terhadap kebersihan," ujar Endang saat ditemui di Balai Kota Samarinda, Selasa (17/9/2024).
Apalagi, kata Endang, Wali Kota Samarinda ingin membangun peradaban dengan mendorong masyarakat agar memiliki kesadaran menuju kebaikan.
"Soal kebersihan seharusnya tidak perlu diingatkan lagi. Wali kota ingin kita menjadi masyarakat yang beradab, sehingga kebersihan dijaga bukan karena paksaan, tekanan, atau hukuman, tapi karena kesadaran," tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya tidak ingin terlalu menekan masyarakat dalam menjaga kebersihan. Sebaliknya, pendekatan yang dilakukan adalah dengan memberikan contoh dan edukasi.
Lebih lanjut, DLH sebagai petugas kebersihan di Teras Samarinda hampir setiap hari membersihkan tempat wisata itu hingga dini hari. Animo masyarakat yang tinggi membuat pihaknya bekerja ekstra untuk menjaga kebersihan.
"Kita selalu bekerja membersihkan kawasan tersebut sampai pukul 1 dini hari, hingga kadang mencapai pukul 4 subuh," ungkapnya.
Karenanya ia meminta kesadaran masyarakat agar dapat menjaga kebersihan di kawasan tersebut. Meski sudah berulang kali terjadi banyaknya sampah yang tercecer, pihaknya masih berharap ada kesadaran yang muncul daripada memberikan sanksi.
Terkait sanksi bagi pelanggar kebersihan, Endang mengungkapkan bahwa hal tersebut sudah dibahas, namun bukan menjadi prioritas melainkan opsi terakhir.
"Kami masih berharap pada sisi baik dari warga Samarinda dan optimis bahwa kesadaran akan tumbuh, Sanksi adalah jalan terakhir," jelasnya.
Di kesempatan itu Endang juga menyebutkan pentingnya pendidikan kebersihan sejak usia dini, termasuk peran guru di sekolah serta orang tua di rumah.
Dengan begitu upaya menciptakan Samarinda yang bersih dan beradab memerlukan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, serta pendidikan sejak dini agar kesadaran akan kebersihan dapat tumbuh secara menyeluruh.
"Di situlah dasar pembentukan dan penanaman karakter kebersihan dimulai," pungkasnya.
(Sf/Rs)