Seputar Kaltim

    DLH Samarinda Bakal Terima Delapan Armada Baru, Unit Lama Dipensiunkan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    15 Oktober 2024 pukul 14:25 WITA

    Truk pengangkut sampah milik DLH Kota Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda dipastikan akan menerima tambahan armada pengangkut sampah baru pada tahun ini. Hal ini diungkapkan oleh Kepala DLH Samarinda, Endang Liansyah melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Boy Leonardo Sianipar. Ia menjelaskan bahwa penambahan armada ini diiringi dengan pemensiunan beberapa unit yang sudah tidak layak pakai.

    "Tahun ini ada sekitar delapan unit armada pengangkut sampah yang masuk. Namun, ada juga unit yang harus dipensiunkan karena kondisinya sudah tidak layak jalan sesuai dengan prosedur," ujar Boy.

    Ia membeberkan satu unit truk pengangkut sampah memiliki harga sekitar Rp650 juta. Dengan bertambahnya delapan unit, maka total anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan ini mencapai Rp5,2 miliar. 

    Meski demikian, Boy menegaskan bahwa penganggaran untuk pembelian armada tersebut bukan berasal dari DLH, melainkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda.

    "Pengadaan armada ini berada di bawah Dinas PUPR, sehingga dananya masuk dalam APBD mereka, bukan di DLH," tambah Boy.

    Saat ini, DLH Samarinda memiliki sekitar 78 unit armada pengangkut sampah dengan 102 sopir. Dari jumlah tersebut, Boy menjelaskan bahwa terdapat kekurangan dalam pengelolaan armada, di mana satu armada harus dioperasikan oleh dua sopir dengan waktu bergantian. 

    Fakta ini, menurut Boy sangat disayangkan, karena armada yang digunakan oleh dua sopir dinilai cenderung lebih cepat rusak, terutama jika dilihat dari umur ekonomis mesin.

    "Beberapa armada dioperasikan oleh dua sopir dengan shift berbeda, satu bertugas di pagi hari dan satu lagi di malam hari," ungkapnya. 

    Setelah pengadaan dilakukan oleh Dinas PUPR, DLH akan menerima armada melalui proses serah terima barang antara kedua dinas tersebut. Boy juga menekankan bahwa DLH hanya mengalokasikan anggaran untuk perawatan unit, yang diakuinya memerlukan biaya yang cukup besar.

    Oleh karena itu ia menyoroti pentingnya alokasi anggaran untuk pengelolaan sampah yang cukup besar, baik untuk armada maupun pekerja. 

    "Kementerian bahkan menganjurkan agar kepala daerah menyisihkan minimal 2,5 persen dari APBD untuk pengelolaan sampah," tambahnya. 

    Dengan adanya penambahan armada baru ini, menurutnya akan sangat membantu pihaknya dalam memaksimalkan kinerjanya. Apalagi sampah yang dihasilkan Samarinda berkisar hingga 600 ton perhari. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    DLH Samarinda Bakal Terima Delapan Armada Baru, Unit Lama Dipensiunkan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    15 Oktober 2024 pukul 14:25 WITA

    Truk pengangkut sampah milik DLH Kota Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda dipastikan akan menerima tambahan armada pengangkut sampah baru pada tahun ini. Hal ini diungkapkan oleh Kepala DLH Samarinda, Endang Liansyah melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Boy Leonardo Sianipar. Ia menjelaskan bahwa penambahan armada ini diiringi dengan pemensiunan beberapa unit yang sudah tidak layak pakai.

    "Tahun ini ada sekitar delapan unit armada pengangkut sampah yang masuk. Namun, ada juga unit yang harus dipensiunkan karena kondisinya sudah tidak layak jalan sesuai dengan prosedur," ujar Boy.

    Ia membeberkan satu unit truk pengangkut sampah memiliki harga sekitar Rp650 juta. Dengan bertambahnya delapan unit, maka total anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan ini mencapai Rp5,2 miliar. 

    Meski demikian, Boy menegaskan bahwa penganggaran untuk pembelian armada tersebut bukan berasal dari DLH, melainkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda.

    "Pengadaan armada ini berada di bawah Dinas PUPR, sehingga dananya masuk dalam APBD mereka, bukan di DLH," tambah Boy.

    Saat ini, DLH Samarinda memiliki sekitar 78 unit armada pengangkut sampah dengan 102 sopir. Dari jumlah tersebut, Boy menjelaskan bahwa terdapat kekurangan dalam pengelolaan armada, di mana satu armada harus dioperasikan oleh dua sopir dengan waktu bergantian. 

    Fakta ini, menurut Boy sangat disayangkan, karena armada yang digunakan oleh dua sopir dinilai cenderung lebih cepat rusak, terutama jika dilihat dari umur ekonomis mesin.

    "Beberapa armada dioperasikan oleh dua sopir dengan shift berbeda, satu bertugas di pagi hari dan satu lagi di malam hari," ungkapnya. 

    Setelah pengadaan dilakukan oleh Dinas PUPR, DLH akan menerima armada melalui proses serah terima barang antara kedua dinas tersebut. Boy juga menekankan bahwa DLH hanya mengalokasikan anggaran untuk perawatan unit, yang diakuinya memerlukan biaya yang cukup besar.

    Oleh karena itu ia menyoroti pentingnya alokasi anggaran untuk pengelolaan sampah yang cukup besar, baik untuk armada maupun pekerja. 

    "Kementerian bahkan menganjurkan agar kepala daerah menyisihkan minimal 2,5 persen dari APBD untuk pengelolaan sampah," tambahnya. 

    Dengan adanya penambahan armada baru ini, menurutnya akan sangat membantu pihaknya dalam memaksimalkan kinerjanya. Apalagi sampah yang dihasilkan Samarinda berkisar hingga 600 ton perhari. 

    (Sf/Rs)