Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi armada pengangkut sampah.(Istimewa)
Penajam - Volume sampah yang dihasilkan dari aktivitas masyarakat Penajam Paser Utara (PPU) mencapai 100 ton per hari.
Namun, volume sampah yang diangkut dengan menggunakan 16 dump truk yang merupakan armada pengangkut sampah ini hanya mampu mengangkut 45-50 ton sampah per harinya karena kekurangan armada.
Akibatnya, sebagian sampah yang berada di Tempat Penampungan Sementara (TPS) tidak terangkut secara maksimal hingga ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam.
Bahkan sejak Ibu Kota Nusantara (IKN) hadir di wilayah PPU, produksi sampah mengalami peningkatan sebanyak 10 persen.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU pun mengambil langkah konkret dengan mengusulkan penambahan dua unit armada pengangkut sampah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.
Kepala DLH PPU, Safwana mengaku untuk mendatangkan dua unit dump truk tersebut setidaknya memerlukan anggaran senilai Rp1,2 miliar.
“Di tahun depan itu ada penambahan dua unit armada dan harga per unitnya bekisar Rp700 juta,” ucap Safwana, Jumat (29/11/2024).
Penambahan armada ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang bertumpuk di TPS. Jika sampah dibiarkan menumpuk, maka akan menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan sekitar, seperti pencemaran dan lainnya.
Safwana berharap usulan tersebut bisa terealisasi pada 2025 mendatang. “Minimal 30 unit armada untuk mengakomodir 100 ton sampah per hari itu, apalagi dengan adanya IKN ini tentu produksi sampah meningkat,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi armada pengangkut sampah.(Istimewa)
Penajam - Volume sampah yang dihasilkan dari aktivitas masyarakat Penajam Paser Utara (PPU) mencapai 100 ton per hari.
Namun, volume sampah yang diangkut dengan menggunakan 16 dump truk yang merupakan armada pengangkut sampah ini hanya mampu mengangkut 45-50 ton sampah per harinya karena kekurangan armada.
Akibatnya, sebagian sampah yang berada di Tempat Penampungan Sementara (TPS) tidak terangkut secara maksimal hingga ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam.
Bahkan sejak Ibu Kota Nusantara (IKN) hadir di wilayah PPU, produksi sampah mengalami peningkatan sebanyak 10 persen.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU pun mengambil langkah konkret dengan mengusulkan penambahan dua unit armada pengangkut sampah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.
Kepala DLH PPU, Safwana mengaku untuk mendatangkan dua unit dump truk tersebut setidaknya memerlukan anggaran senilai Rp1,2 miliar.
“Di tahun depan itu ada penambahan dua unit armada dan harga per unitnya bekisar Rp700 juta,” ucap Safwana, Jumat (29/11/2024).
Penambahan armada ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang bertumpuk di TPS. Jika sampah dibiarkan menumpuk, maka akan menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan sekitar, seperti pencemaran dan lainnya.
Safwana berharap usulan tersebut bisa terealisasi pada 2025 mendatang. “Minimal 30 unit armada untuk mengakomodir 100 ton sampah per hari itu, apalagi dengan adanya IKN ini tentu produksi sampah meningkat,” tandasnya.
(Sf/By)