Seputar Kaltim

    DLH Pastikan Kualitas Udara Balikpapan Masih Kategori Sedang

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    29 September 2026 pukul 11:39 WITA

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana saat ditemui awak media. (Foto: mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai terlihat di sejumlah wilayah Kota Balikpapan, terutama pada pagi hari. Namun, berdasarkan hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, kualitas udara masih berada pada kategori sedang.

    Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana menyebutkan, kondisi tersebut diketahui berdasarkan pemantauan menggunakan Air Quality Monitoring System (AQMS). Perangkat tersebut bekerja secara real time selama 24 jam untuk memantau kondisi kualitas udara.

    DLH Balikpapan memiliki dua perangkat AQMS yang ditempatkan di Kantor DLH dan kawasan Balikpapan Baru.

    “Dari hasil pemantauan kedua alat tersebut, kualitas udara di Kota Balikpapan masih berada pada kategori sedang,” ucap Sudirman saat ditemui awak media, Selasa (29/9/2026).

    Menurut Sudirman, kategori sedang menunjukkan kondisi udara belum berada pada tingkat yang membahayakan masyarakat secara umum. “Artinya, secara kualitas udara belum berbahaya,” ujarnya.

    Meski demikian, DLH tetap meminta masyarakat memperhatikan perkembangan kualitas udara, khususnya di tengah kondisi kabut asap yang masih terlihat. Pemantauan dinilai penting, karena perubahan konsentrasi polutan di udara dapat berdampak terhadap kesehatan.

    Masyarakat dapat memantau kondisi kualitas udara secara mandiri melalui aplikasi yang terhubung dengan sistem pemantauan udara. “Masyarakat bisa mengunduh aplikasi pemantauannya di Playstore,” sebutnya.

    Dia menjelaskan, paparan udara dengan kualitas yang menurun dalam waktu tertentu dapat menimbulkan keluhan kesehatan. Beberapa di antaranya berupa iritasi mata dan gangguan pada saluran pernapasan.

    “Karena itu, masyarakat disarankan memperhatikan kondisi udara sebelum maupun ketika melakukan aktivitas di luar ruangan,” imbuhnya.

    DLH Balikpapan memastikan pemantauan kualitas udara terus dilakukan secara berkala melalui sejumlah titik pemantauan. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui setiap perubahan kondisi udara dan memastikan kualitas udara di wilayah Kota Balikpapan tetap terkendali.

    Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan apabila kabut asap semakin pekat atau mulai merasakan keluhan kesehatan setelah beraktivitas di luar ruangan.

    “Terlebih apabila kabut asap terlihat semakin pekat atau mulai muncul keluhan kesehatan setelah melakukan aktivitas di luar ruangan,” ungkapnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    DLH Pastikan Kualitas Udara Balikpapan Masih Kategori Sedang

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    29 September 2026 pukul 11:39 WITA

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana saat ditemui awak media. (Foto: mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai terlihat di sejumlah wilayah Kota Balikpapan, terutama pada pagi hari. Namun, berdasarkan hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, kualitas udara masih berada pada kategori sedang.

    Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana menyebutkan, kondisi tersebut diketahui berdasarkan pemantauan menggunakan Air Quality Monitoring System (AQMS). Perangkat tersebut bekerja secara real time selama 24 jam untuk memantau kondisi kualitas udara.

    DLH Balikpapan memiliki dua perangkat AQMS yang ditempatkan di Kantor DLH dan kawasan Balikpapan Baru.

    “Dari hasil pemantauan kedua alat tersebut, kualitas udara di Kota Balikpapan masih berada pada kategori sedang,” ucap Sudirman saat ditemui awak media, Selasa (29/9/2026).

    Menurut Sudirman, kategori sedang menunjukkan kondisi udara belum berada pada tingkat yang membahayakan masyarakat secara umum. “Artinya, secara kualitas udara belum berbahaya,” ujarnya.

    Meski demikian, DLH tetap meminta masyarakat memperhatikan perkembangan kualitas udara, khususnya di tengah kondisi kabut asap yang masih terlihat. Pemantauan dinilai penting, karena perubahan konsentrasi polutan di udara dapat berdampak terhadap kesehatan.

    Masyarakat dapat memantau kondisi kualitas udara secara mandiri melalui aplikasi yang terhubung dengan sistem pemantauan udara. “Masyarakat bisa mengunduh aplikasi pemantauannya di Playstore,” sebutnya.

    Dia menjelaskan, paparan udara dengan kualitas yang menurun dalam waktu tertentu dapat menimbulkan keluhan kesehatan. Beberapa di antaranya berupa iritasi mata dan gangguan pada saluran pernapasan.

    “Karena itu, masyarakat disarankan memperhatikan kondisi udara sebelum maupun ketika melakukan aktivitas di luar ruangan,” imbuhnya.

    DLH Balikpapan memastikan pemantauan kualitas udara terus dilakukan secara berkala melalui sejumlah titik pemantauan. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui setiap perubahan kondisi udara dan memastikan kualitas udara di wilayah Kota Balikpapan tetap terkendali.

    Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan apabila kabut asap semakin pekat atau mulai merasakan keluhan kesehatan setelah beraktivitas di luar ruangan.

    “Terlebih apabila kabut asap terlihat semakin pekat atau mulai muncul keluhan kesehatan setelah melakukan aktivitas di luar ruangan,” ungkapnya.

    (Sf/Lo)