Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan menekankan pentingnya pengelolaan sampah di setiap permukiman untuk menjaga kebersihan dan keindahan kota.
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan, bahwa pengelolaan sampah yang efektif akan memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.
"Untuk menciptakan kota yang bersih, kami tidak ingin masyarakat membuang sampahnya ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di pinggir jalan utama. Kami berusaha agar sampah dikelola lebih dekat dengan tempat tinggal mereka," ujar Sudirman sapaan akrabnya kepada awak media, Jumat (28/2/2025).
Sebagai bagian dari upaya ini, DLH sudah mulai memindahkan TPS yang sebelumnya terletak di pinggir jalan menuju kawasan permukiman. Selama hampir dua tahun, sekitar 60 TPS di sepanjang jalan utama Balikpapan telah dipindahkan untuk mengurangi kesan kumuh di jalan-jalan protokol.
"TPS di jalan utama menjadi prioritas untuk dipindahkan ke dalam permukiman. Kami mengajak RT untuk mencari lokasi yang lebih strategis, agar pengelolaan sampah bisa lebih tertata," jelas Sudirman.
Selain itu, DLH juga mengingatkan bahwa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, setiap permukiman harus memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik. Meskipun aturan ini sudah ada, implementasinya masih belum optimal, sehingga sejak 2022 DLH aktif mendorong penerapannya.
“Dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) baru tentang sampah rumah tangga, kami berharap masyarakat lebih sadar dan aktif dalam mengelola sampah mereka sendiri,” tambahnya.
Sudirman juga mendorong masyarakat untuk memilah sampah. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos atau pakan maggot, sementara sampah plastik bisa dijual untuk mendapatkan keuntungan ekonomi.
"Melalui pemilahan sampah, warga tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga bisa meraih manfaat ekonomi, seperti menjual sampah plastik kepada pengepul," terangnya.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, diharapkan kebersihan kota Balikpapan akan tetap terjaga, dan lingkungan pun menjadi lebih sehat.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan menekankan pentingnya pengelolaan sampah di setiap permukiman untuk menjaga kebersihan dan keindahan kota.
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan, bahwa pengelolaan sampah yang efektif akan memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.
"Untuk menciptakan kota yang bersih, kami tidak ingin masyarakat membuang sampahnya ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di pinggir jalan utama. Kami berusaha agar sampah dikelola lebih dekat dengan tempat tinggal mereka," ujar Sudirman sapaan akrabnya kepada awak media, Jumat (28/2/2025).
Sebagai bagian dari upaya ini, DLH sudah mulai memindahkan TPS yang sebelumnya terletak di pinggir jalan menuju kawasan permukiman. Selama hampir dua tahun, sekitar 60 TPS di sepanjang jalan utama Balikpapan telah dipindahkan untuk mengurangi kesan kumuh di jalan-jalan protokol.
"TPS di jalan utama menjadi prioritas untuk dipindahkan ke dalam permukiman. Kami mengajak RT untuk mencari lokasi yang lebih strategis, agar pengelolaan sampah bisa lebih tertata," jelas Sudirman.
Selain itu, DLH juga mengingatkan bahwa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, setiap permukiman harus memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik. Meskipun aturan ini sudah ada, implementasinya masih belum optimal, sehingga sejak 2022 DLH aktif mendorong penerapannya.
“Dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) baru tentang sampah rumah tangga, kami berharap masyarakat lebih sadar dan aktif dalam mengelola sampah mereka sendiri,” tambahnya.
Sudirman juga mendorong masyarakat untuk memilah sampah. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos atau pakan maggot, sementara sampah plastik bisa dijual untuk mendapatkan keuntungan ekonomi.
"Melalui pemilahan sampah, warga tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga bisa meraih manfaat ekonomi, seperti menjual sampah plastik kepada pengepul," terangnya.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, diharapkan kebersihan kota Balikpapan akan tetap terjaga, dan lingkungan pun menjadi lebih sehat.
(Sf/Rs)