Seputar Kaltim

    DLH Balikpapan Perluas Penghijauan, Tabebuya Jadi Pilihan untuk Peremajaan Pohon

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    30 September 2026 pukul 13:59 WITA

    Pohon Tabebuya tidak hanya berfungsi sebagai peneduh, tetapi juga memiliki bunga yang menambah estetika kota. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan terus mengembangkan penghijauan di sejumlah kawasan perkotaan. Salah satu jenis pohon yang kini diperbanyak adalah tabebuya, yang tidak hanya berfungsi sebagai peneduh, tetapi juga memiliki bunga yang menambah estetika kota.

    Penanaman tabebuya telah dilakukan DLH Balikpapan sejak sekitar empat hingga lima tahun terakhir. Pohon tersebut ditanam di sejumlah ruas jalan dan kawasan kota, termasuk sebagai bagian dari peremajaan pohon yang sudah berusia tua maupun mati.

    Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayalaksana menyampaikan, tabebuya menjadi salah satu pilihan tanaman penghijauan karena memiliki fungsi ganda.

    “Sudah sekitar empat tahun yang lalu kami mulai menanam tabebuya. Bukan hanya sebagai peneduh atau penghijauan, tetapi tanaman peneduh yang bisa berbunga, salah satunya tabebuya,” ucap Sudirman saat ditemui awak media, Rabu (30/9/2026).

    Sebelum mengembangkan tabebuya, DLH Balikpapan lebih banyak menanam jenis pohon peneduh seperti trembesi dan angsana. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, penanaman mulai diperluas dengan memasukkan tabebuya di sejumlah titik.

    “Penanaman tabebuya juga menjadi bagian dari peremajaan penghijauan kota. Pohon yang sudah tua atau mati secara bertahap diganti dengan tanaman baru, termasuk tabebuya,” lanjutnya 

    Pengembangan tanaman tersebut ke depan juga masih akan diperluas. DLH menyiapkan sejumlah titik baru yang dinilai memungkinkan untuk ditanami, termasuk kawasan Jalan Baru dan Mukmin Faisal.

    “Ada titik-titik baru. Nanti rencananya di daerah Jalan Baru, Mukmin Faisal atau di ruang-ruang yang memang memungkinkan untuk kami tanam,” ujarnya.

    Saat ini, tabebuya telah tumbuh di sejumlah kawasan Balikpapan. Di antaranya Gunung Malang, Kilometer 3 hingga Kilometer 13, serta beberapa titik di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.

    DLH juga berencana menambah penanaman tabebuya di sejumlah taman besar. Langkah tersebut menjadi bagian dari pengembangan penghijauan di kawasan perkotaan.

    “Di beberapa lokasi di Sudirman ada kami tanam. Rencananya, di beberapa taman besar kami akan tanam juga,” akunya.

    Sementara itu, waktu berbunga tabebuya dipengaruhi kondisi cuaca. Sudirman mengatakan tanaman tersebut dapat berbunga setiap tahun, tetapi intensitas dan waktu mekarnya tidak selalu sama.

    Tabebuya, lanjutnya, cenderung lebih banyak berbunga ketika memasuki musim panas atau kemarau. Karena itu, selain mendukung penghijauan, keberadaan tabebuya juga memberikan perubahan pada tampilan sejumlah ruas jalan ketika bunga mulai bermekaran.

    “Setiap tahun bisa berbunga, cuma tergantung. Berbunganya biasanya pada saat musim panas. Jadi, justru berbunga di musim panas,” pungkasnya. 

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    DLH Balikpapan Perluas Penghijauan, Tabebuya Jadi Pilihan untuk Peremajaan Pohon

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    30 September 2026 pukul 13:59 WITA

    Pohon Tabebuya tidak hanya berfungsi sebagai peneduh, tetapi juga memiliki bunga yang menambah estetika kota. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan terus mengembangkan penghijauan di sejumlah kawasan perkotaan. Salah satu jenis pohon yang kini diperbanyak adalah tabebuya, yang tidak hanya berfungsi sebagai peneduh, tetapi juga memiliki bunga yang menambah estetika kota.

    Penanaman tabebuya telah dilakukan DLH Balikpapan sejak sekitar empat hingga lima tahun terakhir. Pohon tersebut ditanam di sejumlah ruas jalan dan kawasan kota, termasuk sebagai bagian dari peremajaan pohon yang sudah berusia tua maupun mati.

    Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayalaksana menyampaikan, tabebuya menjadi salah satu pilihan tanaman penghijauan karena memiliki fungsi ganda.

    “Sudah sekitar empat tahun yang lalu kami mulai menanam tabebuya. Bukan hanya sebagai peneduh atau penghijauan, tetapi tanaman peneduh yang bisa berbunga, salah satunya tabebuya,” ucap Sudirman saat ditemui awak media, Rabu (30/9/2026).

    Sebelum mengembangkan tabebuya, DLH Balikpapan lebih banyak menanam jenis pohon peneduh seperti trembesi dan angsana. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, penanaman mulai diperluas dengan memasukkan tabebuya di sejumlah titik.

    “Penanaman tabebuya juga menjadi bagian dari peremajaan penghijauan kota. Pohon yang sudah tua atau mati secara bertahap diganti dengan tanaman baru, termasuk tabebuya,” lanjutnya 

    Pengembangan tanaman tersebut ke depan juga masih akan diperluas. DLH menyiapkan sejumlah titik baru yang dinilai memungkinkan untuk ditanami, termasuk kawasan Jalan Baru dan Mukmin Faisal.

    “Ada titik-titik baru. Nanti rencananya di daerah Jalan Baru, Mukmin Faisal atau di ruang-ruang yang memang memungkinkan untuk kami tanam,” ujarnya.

    Saat ini, tabebuya telah tumbuh di sejumlah kawasan Balikpapan. Di antaranya Gunung Malang, Kilometer 3 hingga Kilometer 13, serta beberapa titik di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.

    DLH juga berencana menambah penanaman tabebuya di sejumlah taman besar. Langkah tersebut menjadi bagian dari pengembangan penghijauan di kawasan perkotaan.

    “Di beberapa lokasi di Sudirman ada kami tanam. Rencananya, di beberapa taman besar kami akan tanam juga,” akunya.

    Sementara itu, waktu berbunga tabebuya dipengaruhi kondisi cuaca. Sudirman mengatakan tanaman tersebut dapat berbunga setiap tahun, tetapi intensitas dan waktu mekarnya tidak selalu sama.

    Tabebuya, lanjutnya, cenderung lebih banyak berbunga ketika memasuki musim panas atau kemarau. Karena itu, selain mendukung penghijauan, keberadaan tabebuya juga memberikan perubahan pada tampilan sejumlah ruas jalan ketika bunga mulai bermekaran.

    “Setiap tahun bisa berbunga, cuma tergantung. Berbunganya biasanya pada saat musim panas. Jadi, justru berbunga di musim panas,” pungkasnya. 

    (Sf/Lo)