Seputar Kaltim

    DKUMKMP Balikpapan Fokus Digitalisasi Pelatihan UMKM dan Perluasan Program di 2026

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Balikpapan – Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan terus melanjutkan sejumlah program unggulannya di tahun 2025, dan merencanakan perluasan program di tahun 2026, khususnya di sektor koperasi dan UMKM.

    Kepala DKUMKMP Balikpapan, Heru Ressandy menjelaskan, bahwa pihaknya akan menambahkan program koperasi dan mengembangkan sistem pelatihan online untuk UMKM sebagai bagian dari upaya penanggulangan kemiskinan dan percepatan pendidikan pelaku usaha.

    “Program pelatihan akan dilakukan secara online. Diharapkan setelah menyelesaikan pelatihan, pelaku UMKM bisa mengikuti proses onboarding dan mendapatkan berbagai bantuan dari pemerintah,” jelas Heru sapaan akrabnya kepada media, Jumat (11/4/2025).

    Ia menambahkan bahwa program kurasi UMKM tidak hanya bertujuan untuk mendata atau mengidentifikasi usaha yang telah berjalan, tetapi juga untuk menggali kebutuhan pelaku usaha yang belum terpenuhi, seperti pendidikan, pembiayaan, hingga peralatan penunjang yang akan disediakan mulai 2026.

    Saat ini, berdasarkan data manual, jumlah UMKM di Balikpapan sejak 2022 sampai 2024 tercatat sekitar 87 ribu. Namun, berdasarkan sistem 

    Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) Nomor Induk Berusaha (NIB) yang berlaku sejak 2022, baru sekitar 33 ribu UMKM yang telah mengajukan.

    “Masih banyak pelaku usaha yang belum memperbarui NIB mereka atau belum memigrasikan izin usaha mikro kecil yang lama, yang sebelumnya diterbitkan oleh kecamatan,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    DKUMKMP Balikpapan Fokus Digitalisasi Pelatihan UMKM dan Perluasan Program di 2026

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Balikpapan – Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan terus melanjutkan sejumlah program unggulannya di tahun 2025, dan merencanakan perluasan program di tahun 2026, khususnya di sektor koperasi dan UMKM.

    Kepala DKUMKMP Balikpapan, Heru Ressandy menjelaskan, bahwa pihaknya akan menambahkan program koperasi dan mengembangkan sistem pelatihan online untuk UMKM sebagai bagian dari upaya penanggulangan kemiskinan dan percepatan pendidikan pelaku usaha.

    “Program pelatihan akan dilakukan secara online. Diharapkan setelah menyelesaikan pelatihan, pelaku UMKM bisa mengikuti proses onboarding dan mendapatkan berbagai bantuan dari pemerintah,” jelas Heru sapaan akrabnya kepada media, Jumat (11/4/2025).

    Ia menambahkan bahwa program kurasi UMKM tidak hanya bertujuan untuk mendata atau mengidentifikasi usaha yang telah berjalan, tetapi juga untuk menggali kebutuhan pelaku usaha yang belum terpenuhi, seperti pendidikan, pembiayaan, hingga peralatan penunjang yang akan disediakan mulai 2026.

    Saat ini, berdasarkan data manual, jumlah UMKM di Balikpapan sejak 2022 sampai 2024 tercatat sekitar 87 ribu. Namun, berdasarkan sistem 

    Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) Nomor Induk Berusaha (NIB) yang berlaku sejak 2022, baru sekitar 33 ribu UMKM yang telah mengajukan.

    “Masih banyak pelaku usaha yang belum memperbarui NIB mereka atau belum memigrasikan izin usaha mikro kecil yang lama, yang sebelumnya diterbitkan oleh kecamatan,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)