Seputar Kaltim

    DKP Kukar Usulkan Lima Desa Masuk Program Kampung Nelayan Merah Putih

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    14 Mei 2026 pukul 14:35 WITA

    Kampung nelayan (Dok: Freepik)

    Tenggarong - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) mengusulkan Desa Pela, Desa Sangkuliman, Desa Semayang, Desa Jantur dan Desa Kersik masuk dalam program Kampung Nelayan Merah Putih.

    Kepala DKP Kukar, Muslik mengungkapkan kini usulan tersebut telah masuk dalam tahap proses penilaian Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

    “Ada lima desa nelayan yang kita usulkan masuk program Kampung Nelayan Merah Putih yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Kini proses pengusulan dan sudah ditindaklanjuti oleh kementerian melalui verifikasi, validasi dan sebagainya,” ujar Muslik, Kamis (14/5/2026).

    Desa-desa tersebut diusulkan bertujuan untuk mentransformasi permukiman nelayan menjadi kawasan yang modern, bersih dan berdaya saing agar bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan secara signifikan.

    Gagasan tersebut diketahui telah memperoleh dukungan dari kepala daerah, mengingat Kukar memiliki sejumlah wilayah yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan.

    “Di Kukar ini ada kurang lebih 49 desa nelayan dan lima desa itu yang kami usulkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih,” bebernya.

    Kini KKP dikabarkan akan melanjutkan tahapan penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk lima desa yang telah diajukan.

    Muslik menjelaskan program tersebut mencakup berbagai fasilitas penunjang bagi masyarakat pesisir dan nelayan dalam satu kawasan terpadu. 

    Fasilitas yang direncanakan yakni SPBUN, tempat pendaratan ikan, bengkel perahu nelayan, balai pertemuan hingga kawasan kuliner.

    “Dalam program tersebut ada beberapa menu pembangunan seperti SPBUN, tempat pendaratan ikan, bengkel perahu nelayan, balai pertemuan, kawasan kuliner dan fasilitas lainnya dalam satu kawasan,” terangnya.

    Ia berharap program tersebut dapat direalisasikan di Kukar, sehingga mampu membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat nelayan di wilayah pesisir.

    “Harapan kita nantinya program ini dari pemerintah bisa kita akses dan ada yang dapat dikembangkan maupun dibangun di Kukar,” tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    DKP Kukar Usulkan Lima Desa Masuk Program Kampung Nelayan Merah Putih

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    14 Mei 2026 pukul 14:35 WITA

    Kampung nelayan (Dok: Freepik)

    Tenggarong - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) mengusulkan Desa Pela, Desa Sangkuliman, Desa Semayang, Desa Jantur dan Desa Kersik masuk dalam program Kampung Nelayan Merah Putih.

    Kepala DKP Kukar, Muslik mengungkapkan kini usulan tersebut telah masuk dalam tahap proses penilaian Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

    “Ada lima desa nelayan yang kita usulkan masuk program Kampung Nelayan Merah Putih yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Kini proses pengusulan dan sudah ditindaklanjuti oleh kementerian melalui verifikasi, validasi dan sebagainya,” ujar Muslik, Kamis (14/5/2026).

    Desa-desa tersebut diusulkan bertujuan untuk mentransformasi permukiman nelayan menjadi kawasan yang modern, bersih dan berdaya saing agar bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan secara signifikan.

    Gagasan tersebut diketahui telah memperoleh dukungan dari kepala daerah, mengingat Kukar memiliki sejumlah wilayah yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan.

    “Di Kukar ini ada kurang lebih 49 desa nelayan dan lima desa itu yang kami usulkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih,” bebernya.

    Kini KKP dikabarkan akan melanjutkan tahapan penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk lima desa yang telah diajukan.

    Muslik menjelaskan program tersebut mencakup berbagai fasilitas penunjang bagi masyarakat pesisir dan nelayan dalam satu kawasan terpadu. 

    Fasilitas yang direncanakan yakni SPBUN, tempat pendaratan ikan, bengkel perahu nelayan, balai pertemuan hingga kawasan kuliner.

    “Dalam program tersebut ada beberapa menu pembangunan seperti SPBUN, tempat pendaratan ikan, bengkel perahu nelayan, balai pertemuan, kawasan kuliner dan fasilitas lainnya dalam satu kawasan,” terangnya.

    Ia berharap program tersebut dapat direalisasikan di Kukar, sehingga mampu membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat nelayan di wilayah pesisir.

    “Harapan kita nantinya program ini dari pemerintah bisa kita akses dan ada yang dapat dikembangkan maupun dibangun di Kukar,” tandasnya.

    (Sf/Rs)