DKP3 Pastikan Daging Kurban di Balikpapan Aman, Meski Ditemukan Cacing Hati

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    29 Mei 2026 11:27 WIB

    Salah satu hewan kurban yang telah di periksa kesehatannya oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan — Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan memastikan daging hewan kurban di wilayahnya tetap aman dikonsumsi, meski ditemukan kasus cacing hati di beberapa lokasi penyembelihan saat Iduladha 2026.

    Hingga hari pertama pemeriksaan, petugas DKP3 telah memeriksa 644 ekor hewan kurban di 62 titik pemotongan yang tersebar di Kota Balikpapan. Pemeriksaan dilakukan terhadap sapi, kambing dan domba setelah proses penyembelihan berlangsung.

    Kepala Bidang Kehewanan dan Peternakan DKP3 Balikpapan, Mohamad Bisri mengatakan, pemeriksaan difokuskan pada organ dalam hewan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan kurban.

    “Kalau ada penyakit biasanya terlihat dari organ dalamnya, bukan dari dagingnya,” ucap Bisri kepada awak media, Jumat (29/5/2026).

    Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas menemukan kasus cacing hati di dua lokasi pemotongan hewan kurban. Namun, DKP3 menegaskan kondisi tersebut tidak membahayakan masyarakat selama bagian hati yang terinfeksi tidak dikonsumsi.

    Menurut Bisri, penanganan kasus cacing hati cukup dilakukan dengan membuang bagian organ yang terinfeksi, sementara daging lainnya masih layak dibagikan kepada warga.

    “Bagian hati yang terkena cacing dibuang atau dicungkil. Untuk daging lainnya tetap aman dikonsumsi,” ujarnya.

    DKP3 juga mengimbau panitia kurban agar memperhatikan kebersihan lokasi penyembelihan dan memastikan pemeriksaan hewan dilakukan secara menyeluruh. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas dan keamanan daging yang dibagikan kepada masyarakat.

    Selain cacing hati, DKP3 turut mewaspadai sejumlah penyakit lain seperti Lumpy Skin Disease (LSD) dan brucellosis yang dapat memengaruhi kelayakan konsumsi daging.

    “Kalau infeksi LSD sudah parah hingga mengenai daging, biasanya tidak layak dikonsumsi. Begitu juga brucellosis, terutama pada organ reproduksi yang harus diawasi ketat,” paparnya.

    Pemeriksaan kesehatan hewan kurban akan terus dilakukan selama tiga hari ke depan seiring masih berlangsungnya aktivitas penyembelihan di masjid, sekolah dan lingkungan masyarakat.

    DKP3 mencatat jumlah lokasi penyembelihan hewan kurban di Balikpapan setiap tahun mencapai ratusan titik.

    “Tahun lalu terdapat 486 lokasi pemotongan dan tahun ini diperkirakan jumlahnya tidak jauh berbeda,” tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DKP3 Pastikan Daging Kurban di Balikpapan Aman, Meski Ditemukan Cacing Hati

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    29 Mei 2026 11:27 WIB

    Salah satu hewan kurban yang telah di periksa kesehatannya oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan — Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan memastikan daging hewan kurban di wilayahnya tetap aman dikonsumsi, meski ditemukan kasus cacing hati di beberapa lokasi penyembelihan saat Iduladha 2026.

    Hingga hari pertama pemeriksaan, petugas DKP3 telah memeriksa 644 ekor hewan kurban di 62 titik pemotongan yang tersebar di Kota Balikpapan. Pemeriksaan dilakukan terhadap sapi, kambing dan domba setelah proses penyembelihan berlangsung.

    Kepala Bidang Kehewanan dan Peternakan DKP3 Balikpapan, Mohamad Bisri mengatakan, pemeriksaan difokuskan pada organ dalam hewan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan kurban.

    “Kalau ada penyakit biasanya terlihat dari organ dalamnya, bukan dari dagingnya,” ucap Bisri kepada awak media, Jumat (29/5/2026).

    Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas menemukan kasus cacing hati di dua lokasi pemotongan hewan kurban. Namun, DKP3 menegaskan kondisi tersebut tidak membahayakan masyarakat selama bagian hati yang terinfeksi tidak dikonsumsi.

    Menurut Bisri, penanganan kasus cacing hati cukup dilakukan dengan membuang bagian organ yang terinfeksi, sementara daging lainnya masih layak dibagikan kepada warga.

    “Bagian hati yang terkena cacing dibuang atau dicungkil. Untuk daging lainnya tetap aman dikonsumsi,” ujarnya.

    DKP3 juga mengimbau panitia kurban agar memperhatikan kebersihan lokasi penyembelihan dan memastikan pemeriksaan hewan dilakukan secara menyeluruh. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas dan keamanan daging yang dibagikan kepada masyarakat.

    Selain cacing hati, DKP3 turut mewaspadai sejumlah penyakit lain seperti Lumpy Skin Disease (LSD) dan brucellosis yang dapat memengaruhi kelayakan konsumsi daging.

    “Kalau infeksi LSD sudah parah hingga mengenai daging, biasanya tidak layak dikonsumsi. Begitu juga brucellosis, terutama pada organ reproduksi yang harus diawasi ketat,” paparnya.

    Pemeriksaan kesehatan hewan kurban akan terus dilakukan selama tiga hari ke depan seiring masih berlangsungnya aktivitas penyembelihan di masjid, sekolah dan lingkungan masyarakat.

    DKP3 mencatat jumlah lokasi penyembelihan hewan kurban di Balikpapan setiap tahun mencapai ratusan titik.

    “Tahun lalu terdapat 486 lokasi pemotongan dan tahun ini diperkirakan jumlahnya tidak jauh berbeda,” tutupnya.

    (Sf/Lo)