Seputar Kaltim

    DKK Balikpapan Ungkap Hasil Pemeriksaan Debu Viral Balikpapan, Warga Tak Perlu Panik

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    25 Juni 2026 pukul 18:49 WITA

    Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan lakukan koordinasi dengan pihak Pertamina terkait keluhan debu yang meresahkan warga. (Foto: DKK/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan memastikan partikel debu yang sempat menghebohkan warga di sejumlah kawasan kota, tidak mengandung bahan berbahaya berdasarkan hasil pengujian awal. Meski demikian, pemeriksaan kesehatan terhadap warga terdampak tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi.

    Kepala DKK Balikpapan, Alwiati mengatakan, sampel debu yang ditemukan warga telah dibawa ke Laboratorium Sucofindo Jakarta untuk dilakukan pengujian lebih lanjut. Hasil yang diperlihatkan kepada pihaknya menunjukkan material tersebut berupa zeolit, yang mengandung aluminium silikat dan dinyatakan aman.

    “Kami sudah melihat hasil pengujian yang disampaikan pihak terkait. Material tersebut merupakan zeolit yang sejauh ini tidak menunjukkan kandungan berbahaya bagi kesehatan masyarakat,” ucap Alwiati dalam keterangan resminya, Kamis (25/6/2026).

    Menurut dia, kemunculan debu tersebut berasal dari proses uji coba peralatan di area Kilang Pertamina Balikpapan. Saat pengujian berlangsung, terjadi gangguan teknis pada salah satu peralatan, sehingga partikel debu terlepas dan terbawa ke lingkungan sekitar.

    Ia menjelaskan, secara fisik debu itu menyerupai pasir biasa, namun memiliki ukuran partikel yang lebih halus.

    “Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium yang telah diterima, tidak ditemukan indikasi zat berbahaya yang dapat menimbulkan risiko kesehatan serius,” jelasnya.

    Meski hasil pengujian menunjukkan kondisi aman, DKK tetap mengambil langkah pencegahan dengan melakukan pemantauan kesehatan kepada masyarakat yang berada di wilayah terdampak.

    “Besok kami akan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga terdampak untuk memastikan tidak ada keluhan atau gangguan kesehatan yang muncul akibat kejadian ini,” ujarnya.

    Sejauh ini, DKK Balikpapan juga belum menerima laporan adanya peningkatan kasus penyakit yang diduga berkaitan dengan paparan debu tersebut. Pemantauan yang dilakukan melalui puskesmas di wilayah terdampak belum menemukan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

    Di sisi lain, pihak Pertamina disebut telah menghentikan proses pengujian setelah gangguan terdeteksi dan tengah melakukan perbaikan pada peralatan yang bermasalah. 

    “Perusahaan juga berkomitmen meningkatkan sistem pengendalian emisi dengan menambahkan perangkat scrubber untuk mencegah partikel debu keluar saat uji coba berikutnya,” terang Kadinkes.

    Dirinya mengimbau masyarakat tetap menjaga kebersihan diri apabila masih menemukan sisa debu di lingkungan sekitar. Warga disarankan mencuci tangan setelah bersentuhan dengan debu, membersihkan wajah dan mata menggunakan air mengalir jika terkena paparan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan.

    “Jika ada warga yang merasakan gangguan kesehatan setelah terpapar debu, segera laporkan dan periksakan diri ke puskesmas terdekat agar dapat ditangani lebih cepat,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    DKK Balikpapan Ungkap Hasil Pemeriksaan Debu Viral Balikpapan, Warga Tak Perlu Panik

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    25 Juni 2026 pukul 18:49 WITA

    Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan lakukan koordinasi dengan pihak Pertamina terkait keluhan debu yang meresahkan warga. (Foto: DKK/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan memastikan partikel debu yang sempat menghebohkan warga di sejumlah kawasan kota, tidak mengandung bahan berbahaya berdasarkan hasil pengujian awal. Meski demikian, pemeriksaan kesehatan terhadap warga terdampak tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi.

    Kepala DKK Balikpapan, Alwiati mengatakan, sampel debu yang ditemukan warga telah dibawa ke Laboratorium Sucofindo Jakarta untuk dilakukan pengujian lebih lanjut. Hasil yang diperlihatkan kepada pihaknya menunjukkan material tersebut berupa zeolit, yang mengandung aluminium silikat dan dinyatakan aman.

    “Kami sudah melihat hasil pengujian yang disampaikan pihak terkait. Material tersebut merupakan zeolit yang sejauh ini tidak menunjukkan kandungan berbahaya bagi kesehatan masyarakat,” ucap Alwiati dalam keterangan resminya, Kamis (25/6/2026).

    Menurut dia, kemunculan debu tersebut berasal dari proses uji coba peralatan di area Kilang Pertamina Balikpapan. Saat pengujian berlangsung, terjadi gangguan teknis pada salah satu peralatan, sehingga partikel debu terlepas dan terbawa ke lingkungan sekitar.

    Ia menjelaskan, secara fisik debu itu menyerupai pasir biasa, namun memiliki ukuran partikel yang lebih halus.

    “Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium yang telah diterima, tidak ditemukan indikasi zat berbahaya yang dapat menimbulkan risiko kesehatan serius,” jelasnya.

    Meski hasil pengujian menunjukkan kondisi aman, DKK tetap mengambil langkah pencegahan dengan melakukan pemantauan kesehatan kepada masyarakat yang berada di wilayah terdampak.

    “Besok kami akan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga terdampak untuk memastikan tidak ada keluhan atau gangguan kesehatan yang muncul akibat kejadian ini,” ujarnya.

    Sejauh ini, DKK Balikpapan juga belum menerima laporan adanya peningkatan kasus penyakit yang diduga berkaitan dengan paparan debu tersebut. Pemantauan yang dilakukan melalui puskesmas di wilayah terdampak belum menemukan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

    Di sisi lain, pihak Pertamina disebut telah menghentikan proses pengujian setelah gangguan terdeteksi dan tengah melakukan perbaikan pada peralatan yang bermasalah. 

    “Perusahaan juga berkomitmen meningkatkan sistem pengendalian emisi dengan menambahkan perangkat scrubber untuk mencegah partikel debu keluar saat uji coba berikutnya,” terang Kadinkes.

    Dirinya mengimbau masyarakat tetap menjaga kebersihan diri apabila masih menemukan sisa debu di lingkungan sekitar. Warga disarankan mencuci tangan setelah bersentuhan dengan debu, membersihkan wajah dan mata menggunakan air mengalir jika terkena paparan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan.

    “Jika ada warga yang merasakan gangguan kesehatan setelah terpapar debu, segera laporkan dan periksakan diri ke puskesmas terdekat agar dapat ditangani lebih cepat,” tutupnya.

    (Sf/Rs)