Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Alwiati saat ditemui di kantor Balai Kota. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan terus memperkuat layanan kesehatan ramah remaja melalui puskesmas dan sekolah. Program ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga pembinaan kesehatan reproduksi, edukasi seksual, hingga penguatan ketahanan keluarga sebagai upaya menciptakan generasi muda yang sehat dan berkualitas.
Kepala DKK Balikpapan, Alwiati mengatakan, layanan ramah remaja telah lama menjadi bagian dari program pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas. Program tersebut merupakan salah satu standar pelayanan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.
“Layanan ramah remaja sebenarnya sudah lama berjalan. Seluruh puskesmas di Balikpapan sudah memiliki layanan tersebut, karena memang menjadi bagian dari program nasional Kementerian Kesehatan,” ucap Alwiati kepada awak media, Rabu (29/7/2026).
Selain layanan kesehatan remaja, DKK juga mengintegrasikan program tersebut dengan kegiatan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Saat ini, layanan Puspaga telah tersedia di tujuh puskesmas di Balikpapan.
“Melalui program itu, tim Puspaga Kota Balikpapan secara berkala mendatangi puskesmas sesuai jadwal untuk memberikan layanan konseling kepada masyarakat, termasuk remaja dan keluarga,”
imbuhnya.
Menurut Alwiati, pendekatan yang dilakukan tidak hanya menyasar remaja di fasilitas kesehatan, tetapi juga langsung ke lingkungan sekolah.
Petugas kesehatan secara rutin memberikan edukasi kepada siswa SMP dan SMA mengenai kesehatan reproduksi, masa remaja, serta pentingnya menjaga perilaku hidup sehat.
“Layanan ramah remaja menjadi bagian dari program kesehatan usia remaja. Karena itu kami turun langsung ke sekolah-sekolah, khususnya SMP dan SMA, untuk memberikan edukasi kepada para remaja,” ujarnya.
Ia menilai, keberhasilan pembinaan remaja tidak hanya bergantung pada sekolah maupun tenaga kesehatan, tetapi juga pada peran keluarga. Oleh karena itu, penguatan ketahanan keluarga menjadi salah satu fokus utama yang terus didorong pemerintah.
“Yang harus kami lakukan adalah memperkuat ketahanan keluarga. Keluarga menjadi kunci utama. Kalau keluarganya rapuh, tentu anak-anaknya juga akan terdampak. Karena itu penguatan keluarga menjadi prioritas,” jelasnya.
DKK Balikpapan juga memberikan edukasi kepada calon pengantin sebagai bagian dari upaya menyiapkan keluarga yang sehat sejak dini. Materi yang diberikan meliputi kesehatan reproduksi, usia produktif, perencanaan keluarga, hingga pendidikan seksual.
Menurut Alwiati, seluruh layanan tersebut telah berjalan secara rutin dan akan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satu bentuk kerja sama dilakukan dengan sekolah melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
Program tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk memperoleh informasi dan konseling terkait kesehatan reproduksi, kesehatan mental, serta pengembangan karakter.
“Di sekolah ada PIK-R untuk para remaja. Kami juga masuk ke sana untuk melakukan pembinaan dan berkolaborasi agar edukasi yang diberikan semakin optimal,” tambahnya.
Kadinkes berharap sinergi antara puskesmas, sekolah, Puspaga, dan keluarga dapat memperkuat upaya pencegahan berbagai persoalan yang dihadapi remaja, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda di Kota Balikpapan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Alwiati saat ditemui di kantor Balai Kota. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan terus memperkuat layanan kesehatan ramah remaja melalui puskesmas dan sekolah. Program ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga pembinaan kesehatan reproduksi, edukasi seksual, hingga penguatan ketahanan keluarga sebagai upaya menciptakan generasi muda yang sehat dan berkualitas.
Kepala DKK Balikpapan, Alwiati mengatakan, layanan ramah remaja telah lama menjadi bagian dari program pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas. Program tersebut merupakan salah satu standar pelayanan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.
“Layanan ramah remaja sebenarnya sudah lama berjalan. Seluruh puskesmas di Balikpapan sudah memiliki layanan tersebut, karena memang menjadi bagian dari program nasional Kementerian Kesehatan,” ucap Alwiati kepada awak media, Rabu (29/7/2026).
Selain layanan kesehatan remaja, DKK juga mengintegrasikan program tersebut dengan kegiatan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Saat ini, layanan Puspaga telah tersedia di tujuh puskesmas di Balikpapan.
“Melalui program itu, tim Puspaga Kota Balikpapan secara berkala mendatangi puskesmas sesuai jadwal untuk memberikan layanan konseling kepada masyarakat, termasuk remaja dan keluarga,”
imbuhnya.
Menurut Alwiati, pendekatan yang dilakukan tidak hanya menyasar remaja di fasilitas kesehatan, tetapi juga langsung ke lingkungan sekolah.
Petugas kesehatan secara rutin memberikan edukasi kepada siswa SMP dan SMA mengenai kesehatan reproduksi, masa remaja, serta pentingnya menjaga perilaku hidup sehat.
“Layanan ramah remaja menjadi bagian dari program kesehatan usia remaja. Karena itu kami turun langsung ke sekolah-sekolah, khususnya SMP dan SMA, untuk memberikan edukasi kepada para remaja,” ujarnya.
Ia menilai, keberhasilan pembinaan remaja tidak hanya bergantung pada sekolah maupun tenaga kesehatan, tetapi juga pada peran keluarga. Oleh karena itu, penguatan ketahanan keluarga menjadi salah satu fokus utama yang terus didorong pemerintah.
“Yang harus kami lakukan adalah memperkuat ketahanan keluarga. Keluarga menjadi kunci utama. Kalau keluarganya rapuh, tentu anak-anaknya juga akan terdampak. Karena itu penguatan keluarga menjadi prioritas,” jelasnya.
DKK Balikpapan juga memberikan edukasi kepada calon pengantin sebagai bagian dari upaya menyiapkan keluarga yang sehat sejak dini. Materi yang diberikan meliputi kesehatan reproduksi, usia produktif, perencanaan keluarga, hingga pendidikan seksual.
Menurut Alwiati, seluruh layanan tersebut telah berjalan secara rutin dan akan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satu bentuk kerja sama dilakukan dengan sekolah melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
Program tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk memperoleh informasi dan konseling terkait kesehatan reproduksi, kesehatan mental, serta pengembangan karakter.
“Di sekolah ada PIK-R untuk para remaja. Kami juga masuk ke sana untuk melakukan pembinaan dan berkolaborasi agar edukasi yang diberikan semakin optimal,” tambahnya.
Kadinkes berharap sinergi antara puskesmas, sekolah, Puspaga, dan keluarga dapat memperkuat upaya pencegahan berbagai persoalan yang dihadapi remaja, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda di Kota Balikpapan.
(Sf/Rs)