Cari disini...
Seputar Kaltim
Rumah korban kemalingan di Desa Tapis, Kecamatan Tanah Grogot (Muhammad Sahrul/Seputarfakta.com)
Tanah Grogot - Rumah seorang wartawan berinisial TB (29) warga Desa Tapis, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser dibobol maling saat ditinggal untuk liputan.
Peristiwa kemalingan itu terjadi pada Selasa (1/10/2024). Saat itu, TB meninggalkan rumahnya sejak pagi dan baru kembali pada sore hari.
Saat sampai, TB kaget melihat kondisi ruangan rumah sudah berantakan dan mencurigai telah dibobol maling karena melihat sejumlah barang di rumahnya sudah raib, seperti tabung LPG, celengan koin, tas selempang, harddisk dan beberapa jam bermerek.
“Saat itu saya pergi liputan, pas pulang sudah lihat kamar berantakan. Saya langsung periksa seisi rumah, ternyata di dapur tabung gas sudah tidak ada. Pintu samping sudah terbuka dan pengait jendela dalam kondisi rusak,” kata TB, Kamis (3/10/2024).
Korban mengaku beberapa barang berharga lainnya juga berpindah posisi dari yang seharusnya. “Sepatu nyaris hilang karena posisinya sudah berpindah. Sedangkan laptop masih ada karena posisinya tertutup jaket dan tak terlihat,” jelasnya.
Kejadian ini, kata dia, sudah yang ketiga kalinya saat tidak berada di rumah. “Kayaknya pelaku tahu kalau saya lagi tidak ada dirumah,” ujarnya.
Korban sudah menyampaikan peristiwa itu kepada Kepala Desa (Kades) Tapis dan Ketua RT setempat. Korban juga disarankan untuk melapor ke pihak berwajib.
Meski kejadian ini tidak menimbulkan kerugian materil yang cukup banyak, tapi rasa aman di wilayah setempat butuh diperhatikan.
“Kalau sebelumnya yang hilang tabung gas dan sepasang sepatu bermerek. Ini mau saya laporkan ke polisi. Tetangga juga katanya pernah kemalingan,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Rumah korban kemalingan di Desa Tapis, Kecamatan Tanah Grogot (Muhammad Sahrul/Seputarfakta.com)
Tanah Grogot - Rumah seorang wartawan berinisial TB (29) warga Desa Tapis, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser dibobol maling saat ditinggal untuk liputan.
Peristiwa kemalingan itu terjadi pada Selasa (1/10/2024). Saat itu, TB meninggalkan rumahnya sejak pagi dan baru kembali pada sore hari.
Saat sampai, TB kaget melihat kondisi ruangan rumah sudah berantakan dan mencurigai telah dibobol maling karena melihat sejumlah barang di rumahnya sudah raib, seperti tabung LPG, celengan koin, tas selempang, harddisk dan beberapa jam bermerek.
“Saat itu saya pergi liputan, pas pulang sudah lihat kamar berantakan. Saya langsung periksa seisi rumah, ternyata di dapur tabung gas sudah tidak ada. Pintu samping sudah terbuka dan pengait jendela dalam kondisi rusak,” kata TB, Kamis (3/10/2024).
Korban mengaku beberapa barang berharga lainnya juga berpindah posisi dari yang seharusnya. “Sepatu nyaris hilang karena posisinya sudah berpindah. Sedangkan laptop masih ada karena posisinya tertutup jaket dan tak terlihat,” jelasnya.
Kejadian ini, kata dia, sudah yang ketiga kalinya saat tidak berada di rumah. “Kayaknya pelaku tahu kalau saya lagi tidak ada dirumah,” ujarnya.
Korban sudah menyampaikan peristiwa itu kepada Kepala Desa (Kades) Tapis dan Ketua RT setempat. Korban juga disarankan untuk melapor ke pihak berwajib.
Meski kejadian ini tidak menimbulkan kerugian materil yang cukup banyak, tapi rasa aman di wilayah setempat butuh diperhatikan.
“Kalau sebelumnya yang hilang tabung gas dan sepasang sepatu bermerek. Ini mau saya laporkan ke polisi. Tetangga juga katanya pernah kemalingan,” tandasnya.
(Sf/By)