Seputar Kaltim

    Diterjang Badai di Sungai Mahakam, 8 ABK Fadil Jaya 102 Hilang Kontak

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    28 Oktober 2025 pukul 14:53 WITA

    Proses pencarian delapan korban tenggelam di Desa Patuan, Kecamatan Anggana. (Foto: Tangkapan Layar)

    Tenggarong - Sebanyak delapan Anak Buah Kapal kapal (ABK) batu bara Fadil Jaya 102 dilaporkan hilang di perairan Mahakam, Desa Pantuan, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar) sejak Minggu (26/10/2025). 

    Berdasarkan informasi yang beredar, delapan orang tersebut hilang sejak dua hari lalu.

    Menurut Koordinator Kapal, Hendra Rudianto Saputro menjelaskan sekitar pukul 12.00 WITA kapal selesai memuat batu bara dari Desa Pantuan dan hendak menuju Pendingin, Kecamatan Sangasanga. 

    Dalam perjalanannha, kapal masuk menuju Muara Banjar sekitar pukul 03.30 WITA dan terjadi badai angin disertai hujan deras yang membuat ombak semakin membesar.

    "Iya benar kapal itu membawa delapan orang kru termasuk juragan kapal, subuh itu sempat berkomunikasi, hilang kontak sekitar pukul 06.00 WITA," kata Hendra, Selasa (28/10/2025).

    Kata dia, kapal tersebut sempat berkomunikasi dengan kapal lainnya untuk melaporkan kesulitan menghadapi gelombang besar di tengah laut.

    "Mereka sempat beriringan dengan kapal lainnya. Juragan kapal sempat kirim pesan suara terakhir yang mengatakan, kamu aja duluan karena saya kesulitan menghadapi gelombang ini," ujarnya.

    Kini pencarian masih dilakukan oleh tim SAR gabungan dan dibantu oleh kru kapal klotok lainnya, namun belum ada tanda-tanda keberadaan delapan korban itu. 

    Pencarian terhadap korban hilang terkendala oleh luasnya area sungai. Arus sungai yang cukup deras, serta potensi ancaman dari binatang buas dapat menghambat proses pencarian.

    Hingga berita ini terbit, Seputar Fakta masih terus berkoordinasi dengan tim di lapangan.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Diterjang Badai di Sungai Mahakam, 8 ABK Fadil Jaya 102 Hilang Kontak

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    28 Oktober 2025 pukul 14:53 WITA

    Proses pencarian delapan korban tenggelam di Desa Patuan, Kecamatan Anggana. (Foto: Tangkapan Layar)

    Tenggarong - Sebanyak delapan Anak Buah Kapal kapal (ABK) batu bara Fadil Jaya 102 dilaporkan hilang di perairan Mahakam, Desa Pantuan, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar) sejak Minggu (26/10/2025). 

    Berdasarkan informasi yang beredar, delapan orang tersebut hilang sejak dua hari lalu.

    Menurut Koordinator Kapal, Hendra Rudianto Saputro menjelaskan sekitar pukul 12.00 WITA kapal selesai memuat batu bara dari Desa Pantuan dan hendak menuju Pendingin, Kecamatan Sangasanga. 

    Dalam perjalanannha, kapal masuk menuju Muara Banjar sekitar pukul 03.30 WITA dan terjadi badai angin disertai hujan deras yang membuat ombak semakin membesar.

    "Iya benar kapal itu membawa delapan orang kru termasuk juragan kapal, subuh itu sempat berkomunikasi, hilang kontak sekitar pukul 06.00 WITA," kata Hendra, Selasa (28/10/2025).

    Kata dia, kapal tersebut sempat berkomunikasi dengan kapal lainnya untuk melaporkan kesulitan menghadapi gelombang besar di tengah laut.

    "Mereka sempat beriringan dengan kapal lainnya. Juragan kapal sempat kirim pesan suara terakhir yang mengatakan, kamu aja duluan karena saya kesulitan menghadapi gelombang ini," ujarnya.

    Kini pencarian masih dilakukan oleh tim SAR gabungan dan dibantu oleh kru kapal klotok lainnya, namun belum ada tanda-tanda keberadaan delapan korban itu. 

    Pencarian terhadap korban hilang terkendala oleh luasnya area sungai. Arus sungai yang cukup deras, serta potensi ancaman dari binatang buas dapat menghambat proses pencarian.

    Hingga berita ini terbit, Seputar Fakta masih terus berkoordinasi dengan tim di lapangan.

    (Sf/Lo)