Seputar Kaltim

    Ditemukan Usai Dua Hari Hilang di Mahakam, Korban Tenggelam di Loa Buah Akhirnya Dievakuasi, Basarnas Bawa Alat Canggih

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    14 November 2025 pukul 17:19 WITA

    Basarnas dalam upaya menyelamatkan orang tenggelam. (Foto: Basarnas/seputarfakta.com)

    Samarinda - Misteri hilangnya Arbainsyah yang berusia 45 tahun di Sungai Mahakam, kawasan Loa Buah, Samarinda, akhirnya terkuak pada Jumat (14/11/2025). 

    Setelah menjalani pencarian yang melelahkan selama dua hari, korban tenggelam tersebut berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) oleh Tim SAR Gabungan.

    Di balik keberhasilan evakuasi ini, ada satu alat canggih milik Basarnas Balikpapan yang disebut-sebut punya peran krusial, yakni alat pencari korban "V-Search".

    Pencarian terhadap Arbainsyah yang dilaporkan tenggelam memasuki hari kedua. Sejak pagi buta, tepatnya pukul 07.00 Wita, seluruh personel Tim SAR Gabungan telah melakukan briefing dan langsung bergerak cepat. 

    Mereka menyisir perairan Sungai Mahakam sejauh kurang lebih 2 kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian perkara (LKP).

    Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari penyisiran permukaan menggunakan Rubber Boat hingga pengerahan tim selam. Namun, Medan perairan yang luas dan keruh menjadi tantangan tersendiri.

    Titik terang akhirnya datang pada pukul 14.25 Wita. Setelah menggunakan bantuan alat pencari khusus, korban ditemukan sekitar 10 meter dari LKP. 

    Penemuan ini langsung disambut dengan proses evakuasi yang cepat dan penuh kehati-hatian.

    “Korban ditemukan dalam kondisi MD (meninggal dunia) pada pukul 14.25 Wita, tidak jauh dari titik awal kejadian. Setelah dievakuasi, jenazah langsung kami bawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar salah satu petugas yang terlibat dalam operasi tersebut.

    Korban kemudian dibawa ke rumah duka yang beralamat di Jl. Teratai RT 004, Loa Buah, Sungai Kunjang, untuk disemayamkan. Momen penyerahan jenazah kepada pihak keluarga berlangsung haru dan disaksikan oleh puluhan relawan.

    Dalam keterangan resminya, Basarnas Balikpapan mengungkapkan bahwa proses pencarian kali ini mengerahkan beragam perlengkapan mutakhir. 

    Selain Rescue Car, Rubber Boat, dan peralatan selam standar, penggunaan alat V-Search yang mempermudah dan mempercepat penemuan korban di dasar perairan.

    Alat V-Search ini diketahui berfungsi untuk mendeteksi objek di bawah air, sangat membantu tim pencari di area sungai yang memiliki visibilitas rendah seperti Sungai Mahakam.

    Usai penemuan, pada pukul 14.55 Wita, seluruh unsur yang terlibat melaksanakan debriefing dan secara resmi operasi SAR ditutup, dilanjutkan dengan status kesiapsiagaan.

    Operasi ini melibatkan kolaborasi erat dari Tim Rescue Kansar Balikpapan, Polairud Polda Kaltim, BPBD Provinsi Kaltim, BPBD Samarinda, serta puluhan relawan lokal seperti Relawan Satria, FKPM Loa Buah, Regana, Kamasenku, dan PT Kalamur, hingga peran penting dari pihak keluarga korban.

    Basarnas melalui keterangan tertulisnya menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa almarhum Arbainsyah, sekaligus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang telah bahu-membahu menuntaskan pencarian.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Ditemukan Usai Dua Hari Hilang di Mahakam, Korban Tenggelam di Loa Buah Akhirnya Dievakuasi, Basarnas Bawa Alat Canggih

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    14 November 2025 pukul 17:19 WITA

    Basarnas dalam upaya menyelamatkan orang tenggelam. (Foto: Basarnas/seputarfakta.com)

    Samarinda - Misteri hilangnya Arbainsyah yang berusia 45 tahun di Sungai Mahakam, kawasan Loa Buah, Samarinda, akhirnya terkuak pada Jumat (14/11/2025). 

    Setelah menjalani pencarian yang melelahkan selama dua hari, korban tenggelam tersebut berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) oleh Tim SAR Gabungan.

    Di balik keberhasilan evakuasi ini, ada satu alat canggih milik Basarnas Balikpapan yang disebut-sebut punya peran krusial, yakni alat pencari korban "V-Search".

    Pencarian terhadap Arbainsyah yang dilaporkan tenggelam memasuki hari kedua. Sejak pagi buta, tepatnya pukul 07.00 Wita, seluruh personel Tim SAR Gabungan telah melakukan briefing dan langsung bergerak cepat. 

    Mereka menyisir perairan Sungai Mahakam sejauh kurang lebih 2 kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian perkara (LKP).

    Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari penyisiran permukaan menggunakan Rubber Boat hingga pengerahan tim selam. Namun, Medan perairan yang luas dan keruh menjadi tantangan tersendiri.

    Titik terang akhirnya datang pada pukul 14.25 Wita. Setelah menggunakan bantuan alat pencari khusus, korban ditemukan sekitar 10 meter dari LKP. 

    Penemuan ini langsung disambut dengan proses evakuasi yang cepat dan penuh kehati-hatian.

    “Korban ditemukan dalam kondisi MD (meninggal dunia) pada pukul 14.25 Wita, tidak jauh dari titik awal kejadian. Setelah dievakuasi, jenazah langsung kami bawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar salah satu petugas yang terlibat dalam operasi tersebut.

    Korban kemudian dibawa ke rumah duka yang beralamat di Jl. Teratai RT 004, Loa Buah, Sungai Kunjang, untuk disemayamkan. Momen penyerahan jenazah kepada pihak keluarga berlangsung haru dan disaksikan oleh puluhan relawan.

    Dalam keterangan resminya, Basarnas Balikpapan mengungkapkan bahwa proses pencarian kali ini mengerahkan beragam perlengkapan mutakhir. 

    Selain Rescue Car, Rubber Boat, dan peralatan selam standar, penggunaan alat V-Search yang mempermudah dan mempercepat penemuan korban di dasar perairan.

    Alat V-Search ini diketahui berfungsi untuk mendeteksi objek di bawah air, sangat membantu tim pencari di area sungai yang memiliki visibilitas rendah seperti Sungai Mahakam.

    Usai penemuan, pada pukul 14.55 Wita, seluruh unsur yang terlibat melaksanakan debriefing dan secara resmi operasi SAR ditutup, dilanjutkan dengan status kesiapsiagaan.

    Operasi ini melibatkan kolaborasi erat dari Tim Rescue Kansar Balikpapan, Polairud Polda Kaltim, BPBD Provinsi Kaltim, BPBD Samarinda, serta puluhan relawan lokal seperti Relawan Satria, FKPM Loa Buah, Regana, Kamasenku, dan PT Kalamur, hingga peran penting dari pihak keluarga korban.

    Basarnas melalui keterangan tertulisnya menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa almarhum Arbainsyah, sekaligus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang telah bahu-membahu menuntaskan pencarian.

    (Sf/Rs)