Seputar Kaltim

    Ditemukan Aliran Sungai di Bekas Bangunan Pasar Pagi, Pengerjaan Proyek jadi Terhalang

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    29 Mei 2024 pukul 12:55 WITA

    Aliran sungai yang terdapat di bekas bangunan Pasar Pagi, Rabu (29/5/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang meninjau ulang desain Pasar Pagi untuk memastikan kapasitas parkir yang memadai. 

    Proses peninjauan ini dilakukan setelah ditemukan adanya sungai di lokasi yang awalnya direncanakan untuk area parkir. Sehingga mengurangi kapasitas parkir yang sudah diproyeksikan sebelumnya.

    "Ternyata setelah dibongkar, ada sungai di sana. Akhirnya mau tidak mau kita melakukan review desain karena di atas sungai tidak mungkin dibangun infrastruktur," jelas AH, Selasa (28/5/2024).

    Ia menerangkan bahwa penemuan sungai tersebut mengharuskan perubahan signifikan pada desain awal. Sungai yang ditemukan memiliki lebar 6 meter dari depan hingga belakang lokasi, yang awalnya direncanakan sebagai kawasan parkir mobil. 

    "Tadinya sungai itu adalah rencana kawasan parkir dan lumayan lebar. Karena lebarnya 6 meter, dan cukup memakan tempat,” tambahnya.

    Dengan adanya sungai ini, kapasitas parkir yang semula direncanakan harus dikurangi. Namun, AH menegaskan bahwa solusi alternatif sedang dipertimbangkan. 

    "Mungkin parkir mobil tidak bisa, karena tidak bisa ada infrastruktur. Mungkin bisa ditambah dengan parkir motor sehinggan beban bangunannya tidak berat," katanya.

    Ia berharap solusi ini dapat mengoptimalkan penggunaan ruang tanpa membebani struktur di atas sungai. 
    Pada pelaksanaannya, AH ingin agar tempat parkirnya dibangun dengan konsep terbuka, untuk menjamin sirkulasi udara yang masuk tetap baik. 

    Dalam rencana baru ini, ia juga memastikan bahwa saluran air tetap dapat berfungsi dengan baik, sementara area di atasnya dapat digunakan untuk parkir motor. 

    "Jadi kemungkinan di atas sungai nanti itu kita akan desain untuk parkiran dengan memastikan saluran tetap berjalan, tapi di atasnya bisa dipakai kendaraan parkir motor," pungkasnya.

    Ia pun mengakui terdapat beberapa hal teknis yang kemungkinan akan berpengaruh pada pergeseran waktu pengerjaan seperti penemuan aliran sungai yang tak diduga sebelumnya. 

    Dari pantauan Seputar Fakta di lapangan, sudah terdapat beberapa material besi bangunan dan telah dipasangi seng sebagai batas antara lokasi pengerjaan dengan Jalan Sudirman. 

    “Saat ini sedang tahap persiapan pengerjaan fisik. Sambil berjalan baru bisa kita kasih keterangan lagi, kira-kira kalau bergeser waktunya sampai kapan,” pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Ditemukan Aliran Sungai di Bekas Bangunan Pasar Pagi, Pengerjaan Proyek jadi Terhalang

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    29 Mei 2024 pukul 12:55 WITA

    Aliran sungai yang terdapat di bekas bangunan Pasar Pagi, Rabu (29/5/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang meninjau ulang desain Pasar Pagi untuk memastikan kapasitas parkir yang memadai. 

    Proses peninjauan ini dilakukan setelah ditemukan adanya sungai di lokasi yang awalnya direncanakan untuk area parkir. Sehingga mengurangi kapasitas parkir yang sudah diproyeksikan sebelumnya.

    "Ternyata setelah dibongkar, ada sungai di sana. Akhirnya mau tidak mau kita melakukan review desain karena di atas sungai tidak mungkin dibangun infrastruktur," jelas AH, Selasa (28/5/2024).

    Ia menerangkan bahwa penemuan sungai tersebut mengharuskan perubahan signifikan pada desain awal. Sungai yang ditemukan memiliki lebar 6 meter dari depan hingga belakang lokasi, yang awalnya direncanakan sebagai kawasan parkir mobil. 

    "Tadinya sungai itu adalah rencana kawasan parkir dan lumayan lebar. Karena lebarnya 6 meter, dan cukup memakan tempat,” tambahnya.

    Dengan adanya sungai ini, kapasitas parkir yang semula direncanakan harus dikurangi. Namun, AH menegaskan bahwa solusi alternatif sedang dipertimbangkan. 

    "Mungkin parkir mobil tidak bisa, karena tidak bisa ada infrastruktur. Mungkin bisa ditambah dengan parkir motor sehinggan beban bangunannya tidak berat," katanya.

    Ia berharap solusi ini dapat mengoptimalkan penggunaan ruang tanpa membebani struktur di atas sungai. 
    Pada pelaksanaannya, AH ingin agar tempat parkirnya dibangun dengan konsep terbuka, untuk menjamin sirkulasi udara yang masuk tetap baik. 

    Dalam rencana baru ini, ia juga memastikan bahwa saluran air tetap dapat berfungsi dengan baik, sementara area di atasnya dapat digunakan untuk parkir motor. 

    "Jadi kemungkinan di atas sungai nanti itu kita akan desain untuk parkiran dengan memastikan saluran tetap berjalan, tapi di atasnya bisa dipakai kendaraan parkir motor," pungkasnya.

    Ia pun mengakui terdapat beberapa hal teknis yang kemungkinan akan berpengaruh pada pergeseran waktu pengerjaan seperti penemuan aliran sungai yang tak diduga sebelumnya. 

    Dari pantauan Seputar Fakta di lapangan, sudah terdapat beberapa material besi bangunan dan telah dipasangi seng sebagai batas antara lokasi pengerjaan dengan Jalan Sudirman. 

    “Saat ini sedang tahap persiapan pengerjaan fisik. Sambil berjalan baru bisa kita kasih keterangan lagi, kira-kira kalau bergeser waktunya sampai kapan,” pungkasnya. 

    (Sf/Rs)