Cari disini...
Seputar Kaltim
Proyek pekerjaan drainase di kawasan Jalan Ahmad Yani, Balikpapan masih berjalan, progres minus 10 persen. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Menanggapi masukan dari Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. Perwakilan Pelaksana Proyek, Endang Suharman menyatakan akan segera menindaklanjuti masalah keamanan di area pekerjaan, khususnya terkait keselamatan lalu lintas.
Endang menjelaskan bahwa selama ini pihaknya sudah memasang tanda pengaman, police line, dan menempatkan petugas untuk mengatur lalu lintas di lokasi galian.
Namun, ia mengakui bahwa saran dari Wakil Wali Kota untuk menggunakan pembatas seng agar lebih aman bagi pengguna jalan akan segera dipertimbangkan dan diterapkan.
"Kami sudah melakukan tindakan preventif, tapi kalau dengan seng lebih aman, tentu akan kami ikuti," ujar Endang saat ditemui di lokasi pekerjaan, Minggu (20/7/2025).
Selain soal keamanan, Wakil Wali Kota juga meminta agar pekerjaan dilakukan secara simultan, agar tidak memakan waktu terlalu lama. Endang menyatakan bahwa rencana tersebut sebenarnya sudah dibahas dalam pertemuan sebelumnya.
"Kami sudah merencanakan, setiap beberapa meter pekerjaan selesai, langsung dilanjutkan dengan pemasangan tiang pancang dan pembesian, menyesuaikan kapasitas truk ready mix yang bisa memuat 5 kubik beton," jelasnya.
Dirinya menambahkan, bila memungkinkan, dalam satu waktu bisa digunakan 4 hingga 5 truk sekaligus agar pengerjaan lebih cepat. Proses pengecoran dilakukan bertahap, dimulai dari plat, lalu keesokan harinya dilanjutkan ke dinding.
Endang juga menyadari bahwa lokasi proyek berada di area yang ramai aktivitas warga dan pelaku usaha. Karena itu, percepatan pekerjaan sangat penting agar tidak mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat.
“Saya juga sudah memberikan masukan ke konsultan. Bahkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sudah cukup tegas dalam mengawasi proyek ini,” tambahnya.
Saat ini, progres pekerjaan masih di bawah target. Namun, pihak kontraktor optimistis bisa mengejar ketertinggalan dengan menambah jumlah tenaga kerja dan lembur.
"Saat ini kami punya 16 pekerja, tapi untuk pekerjaan simultan tentu butuh tambahan tenaga," akunya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Proyek pekerjaan drainase di kawasan Jalan Ahmad Yani, Balikpapan masih berjalan, progres minus 10 persen. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Menanggapi masukan dari Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. Perwakilan Pelaksana Proyek, Endang Suharman menyatakan akan segera menindaklanjuti masalah keamanan di area pekerjaan, khususnya terkait keselamatan lalu lintas.
Endang menjelaskan bahwa selama ini pihaknya sudah memasang tanda pengaman, police line, dan menempatkan petugas untuk mengatur lalu lintas di lokasi galian.
Namun, ia mengakui bahwa saran dari Wakil Wali Kota untuk menggunakan pembatas seng agar lebih aman bagi pengguna jalan akan segera dipertimbangkan dan diterapkan.
"Kami sudah melakukan tindakan preventif, tapi kalau dengan seng lebih aman, tentu akan kami ikuti," ujar Endang saat ditemui di lokasi pekerjaan, Minggu (20/7/2025).
Selain soal keamanan, Wakil Wali Kota juga meminta agar pekerjaan dilakukan secara simultan, agar tidak memakan waktu terlalu lama. Endang menyatakan bahwa rencana tersebut sebenarnya sudah dibahas dalam pertemuan sebelumnya.
"Kami sudah merencanakan, setiap beberapa meter pekerjaan selesai, langsung dilanjutkan dengan pemasangan tiang pancang dan pembesian, menyesuaikan kapasitas truk ready mix yang bisa memuat 5 kubik beton," jelasnya.
Dirinya menambahkan, bila memungkinkan, dalam satu waktu bisa digunakan 4 hingga 5 truk sekaligus agar pengerjaan lebih cepat. Proses pengecoran dilakukan bertahap, dimulai dari plat, lalu keesokan harinya dilanjutkan ke dinding.
Endang juga menyadari bahwa lokasi proyek berada di area yang ramai aktivitas warga dan pelaku usaha. Karena itu, percepatan pekerjaan sangat penting agar tidak mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat.
“Saya juga sudah memberikan masukan ke konsultan. Bahkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sudah cukup tegas dalam mengawasi proyek ini,” tambahnya.
Saat ini, progres pekerjaan masih di bawah target. Namun, pihak kontraktor optimistis bisa mengejar ketertinggalan dengan menambah jumlah tenaga kerja dan lembur.
"Saat ini kami punya 16 pekerja, tapi untuk pekerjaan simultan tentu butuh tambahan tenaga," akunya.
(Sf/Rs)