Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud akhirnya buka suara menanggapi tantangan debat terbuka dari Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Mulawarman (Unmul).
Setelah lebih dari sebulan ditantang melalui aksi demo, Rudy menegaskan kini prioritas utamanya adalah bekerja, bukan meladeni perdebatan.
Ini disampaikannya saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (30/03/2026). Ia menyebut mengurus 10 kabupaten/kota di wilayah Kaltim membutuhkan fokus dan energi yang besar.
"Hari ini bukan waktunya kita untuk berdebat sebenarnya. Waktunya kita hari ini adalah bekerja," tegas Rudy.
Kini Pemerintah Provinsi Kaltim sedang fokus membenahi Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk memajukan daerah yang mencakup layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan dan urusan sosial. Menurutnya hal tersebut butuh perhatian penuh.
"Kita baru bicara tentang standar pelayanan minimum, belum yang lain. Nah kalau kita mau berdebat terus, kerjanya kapan?" sebutnya.
Gubernur Kaltim ini juga memberikan pandangannya mengenai esensi perdebatan. Menurutnya debat memiliki porsinya sendiri, seperti pada momen pemilihan umum. Ia justru lebih terbuka pada format diskusi atau dialog.
"Kalau tidak terpaksa ya kita berdialog, bukan berdebat. Debat itu ada waktunya, nanti kalau mau pemilu," tambahnya.
Ia mengingatkan dialog terkait tata kelola pemerintahan tidak melulu harus menghadirkan kepala daerah secara langsung.
"Kalau bicara tentang pemerintahan nanti ada biro atau OPD. Jadi tidak mesti harus dengan kepala daerah," jelasnya.
Sebagai penutup, Rudy menitipkan pesan kepada para mahasiswa agar ikut mengawal percepatan program serta target-target pembangunan Pemprov Kaltim melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah disusun.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud akhirnya buka suara menanggapi tantangan debat terbuka dari Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Mulawarman (Unmul).
Setelah lebih dari sebulan ditantang melalui aksi demo, Rudy menegaskan kini prioritas utamanya adalah bekerja, bukan meladeni perdebatan.
Ini disampaikannya saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (30/03/2026). Ia menyebut mengurus 10 kabupaten/kota di wilayah Kaltim membutuhkan fokus dan energi yang besar.
"Hari ini bukan waktunya kita untuk berdebat sebenarnya. Waktunya kita hari ini adalah bekerja," tegas Rudy.
Kini Pemerintah Provinsi Kaltim sedang fokus membenahi Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk memajukan daerah yang mencakup layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan dan urusan sosial. Menurutnya hal tersebut butuh perhatian penuh.
"Kita baru bicara tentang standar pelayanan minimum, belum yang lain. Nah kalau kita mau berdebat terus, kerjanya kapan?" sebutnya.
Gubernur Kaltim ini juga memberikan pandangannya mengenai esensi perdebatan. Menurutnya debat memiliki porsinya sendiri, seperti pada momen pemilihan umum. Ia justru lebih terbuka pada format diskusi atau dialog.
"Kalau tidak terpaksa ya kita berdialog, bukan berdebat. Debat itu ada waktunya, nanti kalau mau pemilu," tambahnya.
Ia mengingatkan dialog terkait tata kelola pemerintahan tidak melulu harus menghadirkan kepala daerah secara langsung.
"Kalau bicara tentang pemerintahan nanti ada biro atau OPD. Jadi tidak mesti harus dengan kepala daerah," jelasnya.
Sebagai penutup, Rudy menitipkan pesan kepada para mahasiswa agar ikut mengawal percepatan program serta target-target pembangunan Pemprov Kaltim melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah disusun.
(Sf/Lo)