Seputar Kaltim

    Ditanggung Pemerintah Penuh, 270 Siswa Baru SRT 2 Samarinda Mulai Masa Orientasi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    31 Juli 2026 pukul 15:41 WITA

    Prosesi mengalungkan kartu nama oleh Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Sebanyak 270 peserta didik baru dari keluarga prasejahtera resmi memulai tahapan adaptasi melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Samarinda, Jumat (31/7/2026). 

    Program pendidikan berasrama yang seluruh biayanya ditanggung oleh pemerintah ini berlokasi di Jalan Stadion Utama Palaran, Kelurahan Simpang Pasir.

    Ratusan siswa baru tersebut terbagi rata ke dalam tiga jenjang pendidikan, yakni 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. 

    Mereka diantar langsung oleh orang tua dan wali masing-masing yang tidak hanya datang dari kawasan Samarinda, melainkan juga dari Kutai Kartanegara (Kukar), Paser, hingga Penajam Paser Utara (PPU). Rencananya, agenda MPLS ini akan bergulir hingga 16 Agustus 2026 mendatang.

    Ketua Pelaksana MPLS sekaligus Kepala SRT 2 Samarinda jenjang SMA, Rabiatul Adawiyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada penyesuaian diri para siswa terhadap lingkungan sekolah sekaligus ritme kedisiplinan di asrama.

    “Besok insyaallah siswa lama sekitar 250 orang juga datang, sekaligus pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara serentak,” ungkap Rabiatul.

    Ia berharap dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Pemkot Samarinda, terus mengalir agar program ini makin optimal. 

    Kehadiran SRT 2 yang menanggung seluruh kebutuhan pendidikan hingga konsumsi siswa ini mendapat atensi khusus dari Pemerintah Kota Samarinda.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, mengapresiasi dedikasi tenaga pendidik di tahun kedua berdirinya sekolah ini.

    Mengingat siswa datang dari latar belakang yang beragam, pendampingan intensif menjadi tantangan utama.

    “Saya salut kepada guru, kepala sekolah, dan seluruh sivitas akademika yang sudah membina anak-anak ini,” kata Neneng.

    Ia menegaskan bahwa langkah pemerintah menanggung penuh biaya sekolah berasrama ini merupakan investasi untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas jangka panjang sekaligus solusi efektif bagi keluarga berpenghasilan rendah.

    “Mungkin hasilnya tidak (terlihat) sekarang, tetapi 15 sampai 25 tahun ke depan. Siapa tahu nanti ada anak-anak yang berdiri memimpin seperti kita hari ini,” tuturnya.

    Tahun ini, SRT 2 diproyeksikan akan mendidik sekitar 600 anak, yang terdiri dari 270 siswa baru di tahap awal, tambahan kuota 90 siswa, serta 230 siswa angkatan sebelumnya. 

    Secara keseluruhan, fasilitas ini masih memiliki ruang karena kapasitas maksimal sekolah mampu menampung hingga 1.080 pelajar.

    Manfaat nyata dari program ini salah satunya sangat dirasakan oleh Iin Indrawati, warga Pinang Seribu, Kecamatan Samarinda Utara. 

    Ia mengaku bersyukur sang anak bisa mendapatkan pendidikan gratis yang layak setelah melewati proses pendataan.

    “Awalnya saya dipanggil RT untuk pendataan, kemudian diarahkan ke kelurahan dan didampingi pihak sekolah. Anak saya memang mau sekolah di sini,” ceritanya.

    Iin tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya karena sang anak kini bisa menikmati fasilitas asrama dan perlengkapan sekolah dari pemerintah.

    “Perasaannya bangga dan senang. Sebelumnya belum pernah sekolah asrama. Harapan saya semoga anak saya bisa maju, sukses, dan pintar,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Ditanggung Pemerintah Penuh, 270 Siswa Baru SRT 2 Samarinda Mulai Masa Orientasi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    31 Juli 2026 pukul 15:41 WITA

    Prosesi mengalungkan kartu nama oleh Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Sebanyak 270 peserta didik baru dari keluarga prasejahtera resmi memulai tahapan adaptasi melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Samarinda, Jumat (31/7/2026). 

    Program pendidikan berasrama yang seluruh biayanya ditanggung oleh pemerintah ini berlokasi di Jalan Stadion Utama Palaran, Kelurahan Simpang Pasir.

    Ratusan siswa baru tersebut terbagi rata ke dalam tiga jenjang pendidikan, yakni 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. 

    Mereka diantar langsung oleh orang tua dan wali masing-masing yang tidak hanya datang dari kawasan Samarinda, melainkan juga dari Kutai Kartanegara (Kukar), Paser, hingga Penajam Paser Utara (PPU). Rencananya, agenda MPLS ini akan bergulir hingga 16 Agustus 2026 mendatang.

    Ketua Pelaksana MPLS sekaligus Kepala SRT 2 Samarinda jenjang SMA, Rabiatul Adawiyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada penyesuaian diri para siswa terhadap lingkungan sekolah sekaligus ritme kedisiplinan di asrama.

    “Besok insyaallah siswa lama sekitar 250 orang juga datang, sekaligus pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara serentak,” ungkap Rabiatul.

    Ia berharap dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Pemkot Samarinda, terus mengalir agar program ini makin optimal. 

    Kehadiran SRT 2 yang menanggung seluruh kebutuhan pendidikan hingga konsumsi siswa ini mendapat atensi khusus dari Pemerintah Kota Samarinda.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, mengapresiasi dedikasi tenaga pendidik di tahun kedua berdirinya sekolah ini.

    Mengingat siswa datang dari latar belakang yang beragam, pendampingan intensif menjadi tantangan utama.

    “Saya salut kepada guru, kepala sekolah, dan seluruh sivitas akademika yang sudah membina anak-anak ini,” kata Neneng.

    Ia menegaskan bahwa langkah pemerintah menanggung penuh biaya sekolah berasrama ini merupakan investasi untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas jangka panjang sekaligus solusi efektif bagi keluarga berpenghasilan rendah.

    “Mungkin hasilnya tidak (terlihat) sekarang, tetapi 15 sampai 25 tahun ke depan. Siapa tahu nanti ada anak-anak yang berdiri memimpin seperti kita hari ini,” tuturnya.

    Tahun ini, SRT 2 diproyeksikan akan mendidik sekitar 600 anak, yang terdiri dari 270 siswa baru di tahap awal, tambahan kuota 90 siswa, serta 230 siswa angkatan sebelumnya. 

    Secara keseluruhan, fasilitas ini masih memiliki ruang karena kapasitas maksimal sekolah mampu menampung hingga 1.080 pelajar.

    Manfaat nyata dari program ini salah satunya sangat dirasakan oleh Iin Indrawati, warga Pinang Seribu, Kecamatan Samarinda Utara. 

    Ia mengaku bersyukur sang anak bisa mendapatkan pendidikan gratis yang layak setelah melewati proses pendataan.

    “Awalnya saya dipanggil RT untuk pendataan, kemudian diarahkan ke kelurahan dan didampingi pihak sekolah. Anak saya memang mau sekolah di sini,” ceritanya.

    Iin tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya karena sang anak kini bisa menikmati fasilitas asrama dan perlengkapan sekolah dari pemerintah.

    “Perasaannya bangga dan senang. Sebelumnya belum pernah sekolah asrama. Harapan saya semoga anak saya bisa maju, sukses, dan pintar,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)