Cari disini...
Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat ditemui diruang kerjanya. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menegaskan bahwa pasokan beras di wilayahnya tetap aman dan lancar, meskipun sempat terjadi keterlambatan distribusi beberapa hari terakhir.
Keterlambatan ini terjadi akibat proses pemeriksaan ulang terhadap kualitas beras, menyusul maraknya kasus beras oplosan secara nasional.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menjelaskan, bahwa seluruh beras yang masuk terutama dari daerah luar seperti Sulawesi dan Jawa Timur kini harus melewati proses penyortiran ulang untuk memastikan mutu dan keamanan konsumsi.
“Beras tetap masuk setiap hari, hanya saja distribusinya sempat melambat karena harus dicek lagi satu per satu, terutama pemisahan antara beras premium dan non-premium,” ucap Bagus kepada media, Senin (4/8/2025).
Ia memastikan tidak ada kekosongan stok di pasaran. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar beras oplosan atau beras tak layak konsumsi tidak sampai ke masyarakat.
“Kami perkirakan dalam satu-dua hari ke depan distribusinya kembali normal,” jelasnya.
Untuk mengendalikan harga dan menjamin ketersediaan bahan pokok, Pemkot bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta Dinas Perdagangan terus melakukan pengawasan rutin. Operasi pasar pun digelar di beberapa lokasi untuk membantu menstabilkan harga, terutama beras.
Masyarakat juga diimbau agar tidak panik atau terpengaruh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Pemkot meminta warga membeli beras melalui jalur resmi seperti Toko Penyeimbang milik Perumda atau melalui program dari Bulog.
“Sebaiknya masyarakat tidak melakukan panic buying. Jika ada informasi yang meragukan, bisa langsung disampaikan ke Satgas Pengendali Inflasi yang ada di lapangan,” terangnya.
Terkait inflasi, ia mengungkapkan bahwa pada Juni 2025 angka inflasi di Balikpapan tercatat sebesar 1,77 persen. Angka ini dinilai cukup stabil karena masih berada di bawah inflasi nasional yang mencapai 2,5 persen.
Menurutnya, kenaikan harga lebih banyak dipicu oleh meningkatnya permintaan akibat bertambahnya jumlah pendatang di Balikpapan.
“Kunci stabilnya harga adalah stok yang cukup. Kalau stok aman, harga pun tidak melonjak. Kami berharap media ikut membantu menyebarkan informasi yang benar agar situasi tetap kondusif,” paparnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat ditemui diruang kerjanya. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menegaskan bahwa pasokan beras di wilayahnya tetap aman dan lancar, meskipun sempat terjadi keterlambatan distribusi beberapa hari terakhir.
Keterlambatan ini terjadi akibat proses pemeriksaan ulang terhadap kualitas beras, menyusul maraknya kasus beras oplosan secara nasional.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menjelaskan, bahwa seluruh beras yang masuk terutama dari daerah luar seperti Sulawesi dan Jawa Timur kini harus melewati proses penyortiran ulang untuk memastikan mutu dan keamanan konsumsi.
“Beras tetap masuk setiap hari, hanya saja distribusinya sempat melambat karena harus dicek lagi satu per satu, terutama pemisahan antara beras premium dan non-premium,” ucap Bagus kepada media, Senin (4/8/2025).
Ia memastikan tidak ada kekosongan stok di pasaran. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar beras oplosan atau beras tak layak konsumsi tidak sampai ke masyarakat.
“Kami perkirakan dalam satu-dua hari ke depan distribusinya kembali normal,” jelasnya.
Untuk mengendalikan harga dan menjamin ketersediaan bahan pokok, Pemkot bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta Dinas Perdagangan terus melakukan pengawasan rutin. Operasi pasar pun digelar di beberapa lokasi untuk membantu menstabilkan harga, terutama beras.
Masyarakat juga diimbau agar tidak panik atau terpengaruh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Pemkot meminta warga membeli beras melalui jalur resmi seperti Toko Penyeimbang milik Perumda atau melalui program dari Bulog.
“Sebaiknya masyarakat tidak melakukan panic buying. Jika ada informasi yang meragukan, bisa langsung disampaikan ke Satgas Pengendali Inflasi yang ada di lapangan,” terangnya.
Terkait inflasi, ia mengungkapkan bahwa pada Juni 2025 angka inflasi di Balikpapan tercatat sebesar 1,77 persen. Angka ini dinilai cukup stabil karena masih berada di bawah inflasi nasional yang mencapai 2,5 persen.
Menurutnya, kenaikan harga lebih banyak dipicu oleh meningkatnya permintaan akibat bertambahnya jumlah pendatang di Balikpapan.
“Kunci stabilnya harga adalah stok yang cukup. Kalau stok aman, harga pun tidak melonjak. Kami berharap media ikut membantu menyebarkan informasi yang benar agar situasi tetap kondusif,” paparnya.
(Sf/Rs)