Cari disini...
Seputar Kaltim
Kabid Tamanan Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan (Dok: Istimewa)
Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) menyerahkan bantuan pupuk non-subsidi sebanyak 8,2 ton kepada 41 petani yang masuk dalam daftar kurang mampu di Kecamatan Babulu, Waru dan Penajam, Selasa (18/11/2025).
Kepala Bidang Tamanan Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan mengatakan masing-masing petani mendapatkan 50 kilogram (Kg) pupuk urea dan 150 Kg pupuk NPK.
“Jadi masing-masing petani itu menerima satu sak pupuk urea yang berisi 50 Kg dan tiga sak pupuk NPK yang kalau dibulatkan 150 Kg,” ujar Gunawan.
Bantuan ini diberikan dengan tujuan untuk mengurangi ongkos yang dikeluarkan para petani, serta upaya mendorong peningkatan produksi dan produktivitas pertanian di PPU, khususnya tiga kecamatan.
Gunawan menyampaikan bantuan pupuk tersebut merupakan bagian dari program fasilitasi pemerintah daerah untuk menjaga ketahanan pangan.
Menurutnya, distribusi pupuk dilakukan berdasarkan data penerima yang telah diverifikasi bersama pemerintah kecamatan dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Harapan kami dengan adanya dukungan ini hasil panen petani bisa meningkat dan biaya produksi mereka bisa ditekan. Minimal dapat membantu mengurangi beban saat musim tanam,” jelasnya.
Para penerima manfaat diminta untuk memanfaatkan pupuk sesuai dosis anjuran agar hasil yang diperoleh dapat maksimal dan tidak menimbulkan gangguan pada kesuburan tanah.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kabid Tamanan Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan (Dok: Istimewa)
Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) menyerahkan bantuan pupuk non-subsidi sebanyak 8,2 ton kepada 41 petani yang masuk dalam daftar kurang mampu di Kecamatan Babulu, Waru dan Penajam, Selasa (18/11/2025).
Kepala Bidang Tamanan Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan mengatakan masing-masing petani mendapatkan 50 kilogram (Kg) pupuk urea dan 150 Kg pupuk NPK.
“Jadi masing-masing petani itu menerima satu sak pupuk urea yang berisi 50 Kg dan tiga sak pupuk NPK yang kalau dibulatkan 150 Kg,” ujar Gunawan.
Bantuan ini diberikan dengan tujuan untuk mengurangi ongkos yang dikeluarkan para petani, serta upaya mendorong peningkatan produksi dan produktivitas pertanian di PPU, khususnya tiga kecamatan.
Gunawan menyampaikan bantuan pupuk tersebut merupakan bagian dari program fasilitasi pemerintah daerah untuk menjaga ketahanan pangan.
Menurutnya, distribusi pupuk dilakukan berdasarkan data penerima yang telah diverifikasi bersama pemerintah kecamatan dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Harapan kami dengan adanya dukungan ini hasil panen petani bisa meningkat dan biaya produksi mereka bisa ditekan. Minimal dapat membantu mengurangi beban saat musim tanam,” jelasnya.
Para penerima manfaat diminta untuk memanfaatkan pupuk sesuai dosis anjuran agar hasil yang diperoleh dapat maksimal dan tidak menimbulkan gangguan pada kesuburan tanah.
(Sf/Lo)