Seputar Kaltim

    Distan PPU Intensifkan Pemeriksaan Hewan Ternak di RPH Girimukti Jelang Idulfitri

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    18 Maret 2025 pukul 17:40 WITA

    Ilustrasi sapi ternak.(Freepik)

    Penajam -  Permintaan dan kebutuhan daging hewan ternak, terutama sapi dan kambing saat menjelang Idulfitri 1446 Hijriyah/2025 dipastikan akan meningkat.

    Tapi sebelum diedarkan di pasaran, Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan-hewan ternak di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Desa Girimukti, Kecamatan Penajam.

    Ini bertujuan untuk memastikan kualitas daging hewan ternak tidak sedang terjangkit penyakit dan aman untuk dikonsumsi oleh konsumen.

    “Jadi sebelum hewan ternak dipotong, kita melakukan pemeriksaan antemortem terlebih dahulu untuk memastikan apakah hewan ternak yang dibawa itu sedang mengidap penyakit menular atau tidak. Setelah dinyatakan terbebas dari penyakit, maka akan langsung dipotong,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula, Selasa (18/3/2025).

    Setelah disembelih, Distan PPU akan melakukan pemeriksaan postmortem untuk memastikan daging dalam keadaan aman dan layak dikonsumsi.

    "Kita periksa lagi, apakah ditemukan ada bagian daging yang tidak layak dikonsumsi. Apabila ditemukan, maka bagian itu akan dipisahkan,” ungkapnya.

    Distan PPU akan teliti saat melakukan pemeriksaan kesehatan pada hewan ternak yang bakal disembelih sebelum diperjualbelikan. 

    Sebab, Distan PPU berupaya untuk mencegah penyakit menular yang berasal dari hewan ternak, salah satunya adalah penyakit antraks yang timbul dari bakteri Bacillus Anthracis. 

    Bakteri tersebut dapat menular kepada manusia, apabila dikonsumsi. Dampaknya, penderita akan mengalami pelepuhan pada kulitnya.

    “Jadi kalau kita temukan bagian yang dinilai tidak layak untuk dikonsumsi, langsung dipisahkan atau dimusnahkan dengan cara dibakar karena penyakit pada hewan ternak ini bersifat menular kepada manusia,” tandasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Distan PPU Intensifkan Pemeriksaan Hewan Ternak di RPH Girimukti Jelang Idulfitri

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    18 Maret 2025 pukul 17:40 WITA

    Ilustrasi sapi ternak.(Freepik)

    Penajam -  Permintaan dan kebutuhan daging hewan ternak, terutama sapi dan kambing saat menjelang Idulfitri 1446 Hijriyah/2025 dipastikan akan meningkat.

    Tapi sebelum diedarkan di pasaran, Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan-hewan ternak di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Desa Girimukti, Kecamatan Penajam.

    Ini bertujuan untuk memastikan kualitas daging hewan ternak tidak sedang terjangkit penyakit dan aman untuk dikonsumsi oleh konsumen.

    “Jadi sebelum hewan ternak dipotong, kita melakukan pemeriksaan antemortem terlebih dahulu untuk memastikan apakah hewan ternak yang dibawa itu sedang mengidap penyakit menular atau tidak. Setelah dinyatakan terbebas dari penyakit, maka akan langsung dipotong,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula, Selasa (18/3/2025).

    Setelah disembelih, Distan PPU akan melakukan pemeriksaan postmortem untuk memastikan daging dalam keadaan aman dan layak dikonsumsi.

    "Kita periksa lagi, apakah ditemukan ada bagian daging yang tidak layak dikonsumsi. Apabila ditemukan, maka bagian itu akan dipisahkan,” ungkapnya.

    Distan PPU akan teliti saat melakukan pemeriksaan kesehatan pada hewan ternak yang bakal disembelih sebelum diperjualbelikan. 

    Sebab, Distan PPU berupaya untuk mencegah penyakit menular yang berasal dari hewan ternak, salah satunya adalah penyakit antraks yang timbul dari bakteri Bacillus Anthracis. 

    Bakteri tersebut dapat menular kepada manusia, apabila dikonsumsi. Dampaknya, penderita akan mengalami pelepuhan pada kulitnya.

    “Jadi kalau kita temukan bagian yang dinilai tidak layak untuk dikonsumsi, langsung dipisahkan atau dimusnahkan dengan cara dibakar karena penyakit pada hewan ternak ini bersifat menular kepada manusia,” tandasnya.

    (Sf/By)