Seputar Kaltim

    Distan PPU akan Bangun Demfarm seluas 25 Hektare di Kecamatan Babulu

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    21 Agustus 2024 pukul 16:03 WITA

    Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) berencana membuat Demonstrasi Farming (Demfarm) di Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu dengan menyiapkan lahan seluas 25 hektare.

    Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan mengatakan bahwa dengan hadirnya demfarm bisa dijadikan bahan percontohan oleh petani di wilayah PPU dalam rangka mendukung deliniasi ketahanan pangan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

    “Kami saat ini tengah mempersiapkan diri agar PPU menjadi landasan pangan bagi IKN,” ucapnya Rabu (21/8/2024).

    Sementara itu, Gunawan mengaku demfarm merupakan sebuah terobosan dalam pembudidayaan, pemupukan dan lainnya. Bahkan menurut dia, wilayah PPU memiliki lahan yang sangat strategis dalam menyediakan pangan untuk menyambut IKN.

    Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU tengah memperkuat komoditas pangan terutama padi, untuk menjaga stabilitas pasokan dan inflasi. Pihaknya juga mengembangkan komoditas sapi dan Pertanian Keluarga Peduli Inflasi.

    “Dalam pengembangan ini, wilayah PPU dapat menyuplai kota besar-besar sekaligus menjadi lumbung pangan,” sebut Gunawan.

    Akan tetapi untuk pemasaran komoditas pangan di IKN, setidaknya para petani perlu memiliki izin edar. Dimana komoditas itu harus memiliki sertifikat prima tiga (P-3).

    “Contohnya seperti beras harus memiliki nomor registrasi agar bisa diedarkan di IKN, agar produknya dipastikan aman dikonsumsi,” jelasnya.

    Untuk itu, Pemkab PPU memberikan edukasi kepada para petani terkait izin edar komoditas pangan, supaya bisa dipasarkan di IKN.

    “Menyangkut izin edar komoditas pangan akan ditangani oleh Dinas Ketahanan Pangan, sedangkan untuk proses pembudidayaan dan pengembangan komoditas pangan akan ditangani oleh Distan,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Distan PPU akan Bangun Demfarm seluas 25 Hektare di Kecamatan Babulu

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    21 Agustus 2024 pukul 16:03 WITA

    Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) berencana membuat Demonstrasi Farming (Demfarm) di Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu dengan menyiapkan lahan seluas 25 hektare.

    Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan mengatakan bahwa dengan hadirnya demfarm bisa dijadikan bahan percontohan oleh petani di wilayah PPU dalam rangka mendukung deliniasi ketahanan pangan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

    “Kami saat ini tengah mempersiapkan diri agar PPU menjadi landasan pangan bagi IKN,” ucapnya Rabu (21/8/2024).

    Sementara itu, Gunawan mengaku demfarm merupakan sebuah terobosan dalam pembudidayaan, pemupukan dan lainnya. Bahkan menurut dia, wilayah PPU memiliki lahan yang sangat strategis dalam menyediakan pangan untuk menyambut IKN.

    Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU tengah memperkuat komoditas pangan terutama padi, untuk menjaga stabilitas pasokan dan inflasi. Pihaknya juga mengembangkan komoditas sapi dan Pertanian Keluarga Peduli Inflasi.

    “Dalam pengembangan ini, wilayah PPU dapat menyuplai kota besar-besar sekaligus menjadi lumbung pangan,” sebut Gunawan.

    Akan tetapi untuk pemasaran komoditas pangan di IKN, setidaknya para petani perlu memiliki izin edar. Dimana komoditas itu harus memiliki sertifikat prima tiga (P-3).

    “Contohnya seperti beras harus memiliki nomor registrasi agar bisa diedarkan di IKN, agar produknya dipastikan aman dikonsumsi,” jelasnya.

    Untuk itu, Pemkab PPU memberikan edukasi kepada para petani terkait izin edar komoditas pangan, supaya bisa dipasarkan di IKN.

    “Menyangkut izin edar komoditas pangan akan ditangani oleh Dinas Ketahanan Pangan, sedangkan untuk proses pembudidayaan dan pengembangan komoditas pangan akan ditangani oleh Distan,” tutupnya.

    (Sf/Rs)