Seputar Kaltim

    Dispustakar Balikpapan Susun Program Peningkatan Literasi Anak

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    05 Agustus 2026 pukul 06:46 WITA

    Program wisata edukasi rutin dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Kota Balikpapan. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Kota Balikpapan bersama Tanoto Foundation menggelar Kelas Inspirasi Antar Penggerak (KIARA) sebagai upaya menyusun program kolaboratif untuk meningkatkan literasi anak di Kota Balikpapan.

    Kepala Dispustakar Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur pentahelix, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), pemerhati literasi, hingga media massa. 

    Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menghasilkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan minat baca anak sejak usia dini.

    “Kegiatan KIARA yang digagas bersama Dispustakar Balikpapan bertujuan menyusun program dan kegiatan berbasis pentahelix, untuk meningkatkan literasi anak-anak di Balikpapan. Kegiatan ini akan dihadiri berbagai instansi, OPD, serta para pemerhati literasi anak,” ucap Neny kepada awak media, Selasa (4/8/2026).

    Menurutnya, kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan program wisata edukasi yang rutin dilaksanakan Dispustakar. Program tersebut ditujukan bagi siswa Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berkunjung ke perpustakaan.

    Dalam kegiatan wisata edukasi, para peserta diperkenalkan dengan berbagai fasilitas yang tersedia di perpustakaan, sekaligus mendapatkan pengalaman belajar mengenai pentingnya budaya membaca dan literasi sejak dini.

    “Anak-anak yang datang melalui program wisata edukasi tidak hanya mengenal fasilitas perpustakaan, tetapi juga diperkenalkan dengan literasi sejak usia dini agar minat baca mereka terus tumbuh,” katanya.

    Sementara itu, melalui kegiatan KIARA, Dispustakar berharap seluruh unsur pentahelix dapat memahami peran masing-masing dalam mendukung gerakan literasi di Balikpapan. Kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan berbagai program yang mampu menjangkau masyarakat secara luas.

    Neny menambahkan, media massa juga memiliki peran penting sebagai bagian dari pentahelix, terutama dalam menyebarluaskan informasi dan mengampanyekan pentingnya budaya membaca kepada masyarakat.

    “Promosi harus dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi terus meningkat. Upaya ini dimulai dari anak-anak sebagai generasi penerus,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dispustakar Balikpapan Susun Program Peningkatan Literasi Anak

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    05 Agustus 2026 pukul 06:46 WITA

    Program wisata edukasi rutin dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Kota Balikpapan. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Kota Balikpapan bersama Tanoto Foundation menggelar Kelas Inspirasi Antar Penggerak (KIARA) sebagai upaya menyusun program kolaboratif untuk meningkatkan literasi anak di Kota Balikpapan.

    Kepala Dispustakar Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur pentahelix, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), pemerhati literasi, hingga media massa. 

    Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menghasilkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan minat baca anak sejak usia dini.

    “Kegiatan KIARA yang digagas bersama Dispustakar Balikpapan bertujuan menyusun program dan kegiatan berbasis pentahelix, untuk meningkatkan literasi anak-anak di Balikpapan. Kegiatan ini akan dihadiri berbagai instansi, OPD, serta para pemerhati literasi anak,” ucap Neny kepada awak media, Selasa (4/8/2026).

    Menurutnya, kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan program wisata edukasi yang rutin dilaksanakan Dispustakar. Program tersebut ditujukan bagi siswa Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berkunjung ke perpustakaan.

    Dalam kegiatan wisata edukasi, para peserta diperkenalkan dengan berbagai fasilitas yang tersedia di perpustakaan, sekaligus mendapatkan pengalaman belajar mengenai pentingnya budaya membaca dan literasi sejak dini.

    “Anak-anak yang datang melalui program wisata edukasi tidak hanya mengenal fasilitas perpustakaan, tetapi juga diperkenalkan dengan literasi sejak usia dini agar minat baca mereka terus tumbuh,” katanya.

    Sementara itu, melalui kegiatan KIARA, Dispustakar berharap seluruh unsur pentahelix dapat memahami peran masing-masing dalam mendukung gerakan literasi di Balikpapan. Kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan berbagai program yang mampu menjangkau masyarakat secara luas.

    Neny menambahkan, media massa juga memiliki peran penting sebagai bagian dari pentahelix, terutama dalam menyebarluaskan informasi dan mengampanyekan pentingnya budaya membaca kepada masyarakat.

    “Promosi harus dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi terus meningkat. Upaya ini dimulai dari anak-anak sebagai generasi penerus,” tutupnya.

    (Sf/Rs)