Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Balikpapan, Cokorda Istri Ratih Kusuma saat berada di Pantai Segara Sari Manggar, Balikpapan Timur. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan tengah mempersiapkan langkah strategis untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif.
Sejak ditetapkan sebagai Kota Kreatif oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun 2019, Balikpapan telah menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang dalam industri ini.
Dalam waktu dekat, Disporapar Balikpapan berencana untuk menambah bidang baru dalam jajarannya, yakni bidang ekonomi kreatif, yang selama ini belum menjadi fokus utama.
"Kami berharap pada tahun 2025, Disporapar Balikpapan akan memiliki tambahan bidang ekonomi kreatif, yang selama ini hanya fokus pada pariwisata," ucap Kepala Disporapar Balikpapan, Cokorda Istri Ratih Kusuma kepada media, Senin (16/12/2024).
Ia menambahkan, bahwa pengembangan ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendukung perkembangan ekonomi kreatif sebagai sektor unggulan yang dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
“Sebagai salah satu kota yang telah ditetapkan sebagai kota kreatif, Balikpapan kini tengah bersaing untuk masuk dalam 75 nominasi kota kreatif di Indonesia yang akan mengikuti penilaian kota kreatif tingkat dunia versi UNESCO (Une school),” akunya.
Lanjutnya, proses nominasi ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi Balikpapan untuk lebih dikenal secara internasional, sekaligus membuka peluang besar bagi para pelaku ekonomi kreatif lokal.
Penetapan Balikpapan sebagai kota kreatif oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 2019 menjadi langkah awal yang signifikan.
“Kami percaya, dengan adanya penambahan bidang ekonomi kreatif di Disporapar, Balikpapan akan semakin berkembang dan menjadi pusat inovasi di bidang seni, budaya, dan teknologi," tambahnya.
Dengan berbagai langkah ini, diharapkan ekonomi kreatif dapat tumbuh pesat di Balikpapan, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat daya tarik pariwisata kota tersebut.
Selain itu, pemerintah kota juga terus mendorong kolaborasi antara sektor swasta, komunitas kreatif, dan pemerintah dalam mewujudkan potensi ekonomi kreatif yang lebih besar.
“Ini menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Balikpapan melalui pemanfaatan potensi kreatif yang dimiliki, sehingga dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Balikpapan, Cokorda Istri Ratih Kusuma saat berada di Pantai Segara Sari Manggar, Balikpapan Timur. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan tengah mempersiapkan langkah strategis untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif.
Sejak ditetapkan sebagai Kota Kreatif oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun 2019, Balikpapan telah menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang dalam industri ini.
Dalam waktu dekat, Disporapar Balikpapan berencana untuk menambah bidang baru dalam jajarannya, yakni bidang ekonomi kreatif, yang selama ini belum menjadi fokus utama.
"Kami berharap pada tahun 2025, Disporapar Balikpapan akan memiliki tambahan bidang ekonomi kreatif, yang selama ini hanya fokus pada pariwisata," ucap Kepala Disporapar Balikpapan, Cokorda Istri Ratih Kusuma kepada media, Senin (16/12/2024).
Ia menambahkan, bahwa pengembangan ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendukung perkembangan ekonomi kreatif sebagai sektor unggulan yang dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
“Sebagai salah satu kota yang telah ditetapkan sebagai kota kreatif, Balikpapan kini tengah bersaing untuk masuk dalam 75 nominasi kota kreatif di Indonesia yang akan mengikuti penilaian kota kreatif tingkat dunia versi UNESCO (Une school),” akunya.
Lanjutnya, proses nominasi ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi Balikpapan untuk lebih dikenal secara internasional, sekaligus membuka peluang besar bagi para pelaku ekonomi kreatif lokal.
Penetapan Balikpapan sebagai kota kreatif oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 2019 menjadi langkah awal yang signifikan.
“Kami percaya, dengan adanya penambahan bidang ekonomi kreatif di Disporapar, Balikpapan akan semakin berkembang dan menjadi pusat inovasi di bidang seni, budaya, dan teknologi," tambahnya.
Dengan berbagai langkah ini, diharapkan ekonomi kreatif dapat tumbuh pesat di Balikpapan, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat daya tarik pariwisata kota tersebut.
Selain itu, pemerintah kota juga terus mendorong kolaborasi antara sektor swasta, komunitas kreatif, dan pemerintah dalam mewujudkan potensi ekonomi kreatif yang lebih besar.
“Ini menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Balikpapan melalui pemanfaatan potensi kreatif yang dimiliki, sehingga dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya.
(Sf/Rs)