Seputar Kaltim
Hotel Kryad Sadurengas. (Foto: Padliannor)
Tana Paser - Koordinator Akomodasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim, Rasyid memastikan kesiapan penuh terkait penyediaan fasilitas penginapan bagi kontingen serta perangkat pertandingan. Pihaknya menyatakan koordinasi terus dilakukan bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk merampungkan seluruh data akomodasi dari berbagai kabupaten/kota.
Rasyid menyebut hingga saat ini, sudah ada lebih dari 20 cabang olahraga (cabor) yang menyerahkan data akomodasi secara resmi kepada pihak panitia.
Sebagian cabor lainnya masih dalam proses melengkapi laporan karena masih mencari opsi penginapan yang sesuai. Rasyid menjelaskan, keterbatasan ketersediaan kamar membuat sebagian besar atlet dan ofisial dari cabor tertentu memilih untuk tinggal di rumah pengurus masing-masing.
Terkait pembiayaan, Rasyid mengungkapkan pihak Dispora telah menetapkan anggaran subsidi akomodasi bagi setiap cabor yang dipukul rata sebesar Rp3 juta. Anggaran tersebut nantinya akan dipotong pajak sebesar 10 persen.
"Anggarannya ditetapkan Rp3 juta yang akan dipotong pajak sebesar 10 persen," kata Rasyid, Senin (2/11/2026).
Panitia juga telah menyiapkan sejumlah alternatif penginapan utama berdasarkan koordinasi dengan Dispora Kalimantan Timur. Hotel Kayak Sadurengas menjadi salah satu titik utama yang menampung kontingen dengan kapasitas sekitar 90 kamar, yang turut didukung penambahan extra bed.
Panitia juga memaksimalkan penggunaan Guest House Aska Medika serta 10 kamar di Hotel Grogot Indah. Tingginya okupansi membuat sekitar 59 hotel, guest house, dan penginapan telah terpesan penuh oleh para kontingen.
Kondisi tersebut sempat memicu sedikit miskomunikasi antar kabupaten/kota akibat perbedaan mekanisme pemesanan, mulai dari yang baru membayar uang muka hingga sebatas kesepakatan lisan. Rasyid memastikan situasi tetap kondusif tanpa adanya konflik berarti di lapangan karena panitia sigap memberikan opsi alternatif.
Sebagai solusi tambahan untuk mendekatkan jarak dengan lokasi pertandingan, panitia turut memanfaatkan rumah-rumah warga sekitar. Strategi itu diterapkan untuk mengakomodasi cabor tertentu seperti kriket di Paser Belengkong, gateball di Janju, hingga cabang olahraga lain di wilayah Tanah Grogot dan sekitarnya.
Sementara itu, untuk data kontingen dari daerah lain seperti Kutai Timur, Balikpapan, Bontang, Mahakam Ulu, Samarinda, Berau, dan Kutai Kartanegara sebagian besar telah masuk. Sejumlah daerah yang datanya masih dalam proses pelengkapannya meliputi Kutai Barat dan Penajam Paser Utara (PPU).
"Insyaallah untuk tim akomodasi dan perangkat pertandingan sudah siap, tinggal saat ini menangani tambahan-tambahan kecil seperti kebutuhan akomodasi dari Dispora, tamu lain, maupun orang tua atlet yang turut meminta dicarikan tempat," ujarnya.
Ia juga menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi secara berkala melalui pos terpadu Dispora guna memastikan seluruh data alamat, nomor ponsel, hingga titik lokasi setiap kontingen dapat segera rampung.
"Kami minta dari masing-masing tim akomodasi kontingen untuk melengkapi data baik itu alamat, nomor HP, maupun serlok agar koordinasi dengan bidang hospitality dan pos terpadu berjalan lancar," tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Hotel Kryad Sadurengas. (Foto: Padliannor)
Tana Paser - Koordinator Akomodasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim, Rasyid memastikan kesiapan penuh terkait penyediaan fasilitas penginapan bagi kontingen serta perangkat pertandingan. Pihaknya menyatakan koordinasi terus dilakukan bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk merampungkan seluruh data akomodasi dari berbagai kabupaten/kota.
Rasyid menyebut hingga saat ini, sudah ada lebih dari 20 cabang olahraga (cabor) yang menyerahkan data akomodasi secara resmi kepada pihak panitia.
Sebagian cabor lainnya masih dalam proses melengkapi laporan karena masih mencari opsi penginapan yang sesuai. Rasyid menjelaskan, keterbatasan ketersediaan kamar membuat sebagian besar atlet dan ofisial dari cabor tertentu memilih untuk tinggal di rumah pengurus masing-masing.
Terkait pembiayaan, Rasyid mengungkapkan pihak Dispora telah menetapkan anggaran subsidi akomodasi bagi setiap cabor yang dipukul rata sebesar Rp3 juta. Anggaran tersebut nantinya akan dipotong pajak sebesar 10 persen.
"Anggarannya ditetapkan Rp3 juta yang akan dipotong pajak sebesar 10 persen," kata Rasyid, Senin (2/11/2026).
Panitia juga telah menyiapkan sejumlah alternatif penginapan utama berdasarkan koordinasi dengan Dispora Kalimantan Timur. Hotel Kayak Sadurengas menjadi salah satu titik utama yang menampung kontingen dengan kapasitas sekitar 90 kamar, yang turut didukung penambahan extra bed.
Panitia juga memaksimalkan penggunaan Guest House Aska Medika serta 10 kamar di Hotel Grogot Indah. Tingginya okupansi membuat sekitar 59 hotel, guest house, dan penginapan telah terpesan penuh oleh para kontingen.
Kondisi tersebut sempat memicu sedikit miskomunikasi antar kabupaten/kota akibat perbedaan mekanisme pemesanan, mulai dari yang baru membayar uang muka hingga sebatas kesepakatan lisan. Rasyid memastikan situasi tetap kondusif tanpa adanya konflik berarti di lapangan karena panitia sigap memberikan opsi alternatif.
Sebagai solusi tambahan untuk mendekatkan jarak dengan lokasi pertandingan, panitia turut memanfaatkan rumah-rumah warga sekitar. Strategi itu diterapkan untuk mengakomodasi cabor tertentu seperti kriket di Paser Belengkong, gateball di Janju, hingga cabang olahraga lain di wilayah Tanah Grogot dan sekitarnya.
Sementara itu, untuk data kontingen dari daerah lain seperti Kutai Timur, Balikpapan, Bontang, Mahakam Ulu, Samarinda, Berau, dan Kutai Kartanegara sebagian besar telah masuk. Sejumlah daerah yang datanya masih dalam proses pelengkapannya meliputi Kutai Barat dan Penajam Paser Utara (PPU).
"Insyaallah untuk tim akomodasi dan perangkat pertandingan sudah siap, tinggal saat ini menangani tambahan-tambahan kecil seperti kebutuhan akomodasi dari Dispora, tamu lain, maupun orang tua atlet yang turut meminta dicarikan tempat," ujarnya.
Ia juga menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi secara berkala melalui pos terpadu Dispora guna memastikan seluruh data alamat, nomor ponsel, hingga titik lokasi setiap kontingen dapat segera rampung.
"Kami minta dari masing-masing tim akomodasi kontingen untuk melengkapi data baik itu alamat, nomor HP, maupun serlok agar koordinasi dengan bidang hospitality dan pos terpadu berjalan lancar," tutupnya.
(Sf/Rs)