Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dispopar-Ekraf Kota Bontang, Rafidah. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispopar-Ekraf) Bontang mengajukan Rp40 miliar untuk menyulap kampung Tihi-tihi, RT 17, Kelurahan Bontang Lestari, Kota Bontang menjadi destinasi wisata olahraga air.
Kepala Dispopar-Ekraf Bontang, Rafidah mengaku berdasarkan rencana induk pengembangan objek wisata (RIPOW), nantinya akan dibangun lapangan mini soccer diatas laut yang pasang surut di Kampung Tihi-tihi.
“Jadi kalau air lagi surut, maka bisa dipakai main mini soccer. Terus kalau air pasang, bisa dipakai buat main bola air atau berenang,”ujarnya.
Dispopar-Ekraf Bontang juga berencana membangun beberapa fasilitas olahraga, seperti jogging track mengelilingi kampung dan hutan mangrove.
“Nanti juga ada panggung kreasi untuk acara musik atau lainnya,” lanjut Rafidah.
Kata dia, pembangunan spot wisata olahraga air tersebut rencananya dimulai 2025 ini, hanya anggarannya masih dipertimbangkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.
“Sebelumnya itu ada tiga destinasi yang direncanakan mau dibangun tahun, tapi ternyata sampai kini anggarannya belum pasti, semoga aja ya bisa tahun ini” pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dispopar-Ekraf Kota Bontang, Rafidah. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispopar-Ekraf) Bontang mengajukan Rp40 miliar untuk menyulap kampung Tihi-tihi, RT 17, Kelurahan Bontang Lestari, Kota Bontang menjadi destinasi wisata olahraga air.
Kepala Dispopar-Ekraf Bontang, Rafidah mengaku berdasarkan rencana induk pengembangan objek wisata (RIPOW), nantinya akan dibangun lapangan mini soccer diatas laut yang pasang surut di Kampung Tihi-tihi.
“Jadi kalau air lagi surut, maka bisa dipakai main mini soccer. Terus kalau air pasang, bisa dipakai buat main bola air atau berenang,”ujarnya.
Dispopar-Ekraf Bontang juga berencana membangun beberapa fasilitas olahraga, seperti jogging track mengelilingi kampung dan hutan mangrove.
“Nanti juga ada panggung kreasi untuk acara musik atau lainnya,” lanjut Rafidah.
Kata dia, pembangunan spot wisata olahraga air tersebut rencananya dimulai 2025 ini, hanya anggarannya masih dipertimbangkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.
“Sebelumnya itu ada tiga destinasi yang direncanakan mau dibangun tahun, tapi ternyata sampai kini anggarannya belum pasti, semoga aja ya bisa tahun ini” pungkasnya.
(Sf/By)