Cari disini...
Seputar Kaltim
Ringkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Satuan Kerja Perangkat Daerah, Dispopar Bontang. (Foto: Dispopar Bontang)
Bontang - Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang mempublikasikan ringkasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2026.
Publikasi ini menjadi bagian dari upaya transparansi pemerintah daerah dalam membuka informasi perencanaan keuangan kepada masyarakat.
Dalam dokumen tersebut, tercatat Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan sebesar Rp162.633.000 dari sektor retribusi daerah. Sementara total belanja yang direncanakan mencapai Rp54.801.998.637.
Dispopar menjelaskan keterbukaan ini bertujuan membangun kepercayaan publik sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawal jalannya pembangunan.
“Kami percaya informasi yang terbuka adalah awal dari kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat,” tulis Dispopar dalam keterangannya.
Dari sisi belanja, anggaran terbagi menjadi dua komponen utama. Belanja operasi sebesar Rp29.252.534.890 mencakup belanja pegawai, barang dan jasa, serta hibah. Sementara belanja modal mencapai Rp25.549.463.747 dengan porsi terbesar dialokasikan untuk pembangunan gedung dan bangunan.
Besarnya alokasi anggaran tersebut menunjukkan fokus pemerintah pada pengembangan fasilitas di sektor kepemudaan, olahraga dan pariwisata. Namun demikian rendahnya PAD menjadi catatan tersendiri dalam optimalisasi potensi pendapatan daerah.
Dispopar menegaskan seluruh perencanaan anggaran diarahkan untuk mendukung pembangunan yang berdampak bagi masyarakat. “Semangat membangun untuk Bontang yang lebih baik,” lanjut pernyataan tersebut.
Melalui laporan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut berperan dalam mengawasi serta memberikan masukan terhadap penggunaan anggaran daerah.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ringkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Satuan Kerja Perangkat Daerah, Dispopar Bontang. (Foto: Dispopar Bontang)
Bontang - Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang mempublikasikan ringkasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2026.
Publikasi ini menjadi bagian dari upaya transparansi pemerintah daerah dalam membuka informasi perencanaan keuangan kepada masyarakat.
Dalam dokumen tersebut, tercatat Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan sebesar Rp162.633.000 dari sektor retribusi daerah. Sementara total belanja yang direncanakan mencapai Rp54.801.998.637.
Dispopar menjelaskan keterbukaan ini bertujuan membangun kepercayaan publik sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawal jalannya pembangunan.
“Kami percaya informasi yang terbuka adalah awal dari kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat,” tulis Dispopar dalam keterangannya.
Dari sisi belanja, anggaran terbagi menjadi dua komponen utama. Belanja operasi sebesar Rp29.252.534.890 mencakup belanja pegawai, barang dan jasa, serta hibah. Sementara belanja modal mencapai Rp25.549.463.747 dengan porsi terbesar dialokasikan untuk pembangunan gedung dan bangunan.
Besarnya alokasi anggaran tersebut menunjukkan fokus pemerintah pada pengembangan fasilitas di sektor kepemudaan, olahraga dan pariwisata. Namun demikian rendahnya PAD menjadi catatan tersendiri dalam optimalisasi potensi pendapatan daerah.
Dispopar menegaskan seluruh perencanaan anggaran diarahkan untuk mendukung pembangunan yang berdampak bagi masyarakat. “Semangat membangun untuk Bontang yang lebih baik,” lanjut pernyataan tersebut.
Melalui laporan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut berperan dalam mengawasi serta memberikan masukan terhadap penggunaan anggaran daerah.
(Sf/Lo)