Cari disini...
Seputar Kaltim
Kabid Perumahan, Permukiman dan Pertamanan Disperkimtan PPU, Khairil Achmad (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Penajam Paser Utara (PPU) merenovasi 98 hunian warga pada 2025.
Puluhan hunian itu direnovasi karena masuk dalam kategori Tumah Tidak Layak Huni (RTLH), sehingga perlu mendapat perbaikan.
“Renovasi 40 unit di Kecamatan Babulu dan Waru sudah selesai, kemudian 40 unit di Kecamatan Penajam dan Sepaku masih berprogres. Sementara sisanya 18 unit di kawasan kumuh juga sedang berjalan,” ucap Kabid Perumahan, Permukiman dan Pertamanan Disperkimtan PPU, Khairil Achmad, Jumat (31/10/2025).
Kini progres renovasi RTLH telah mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung paling lambat Desember 2025 mendatang.
Khairil menjelaskan renovasi dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan warga berpenghasilan rendah.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal agar lebih layak dan sehat, serta mewujudkan target nasional tiga juta rumah.
“Sebagian besar perbaikan meliputi atap, lantai, dinding serta sanitasi agar sesuai dengan standar hunian layak,” terangnya.
Langkah ini diharapkan dapat menekan angka kemiskinan ekstrem melalui peningkatan kualitas perumahan warga kurang mampu.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kabid Perumahan, Permukiman dan Pertamanan Disperkimtan PPU, Khairil Achmad (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Penajam Paser Utara (PPU) merenovasi 98 hunian warga pada 2025.
Puluhan hunian itu direnovasi karena masuk dalam kategori Tumah Tidak Layak Huni (RTLH), sehingga perlu mendapat perbaikan.
“Renovasi 40 unit di Kecamatan Babulu dan Waru sudah selesai, kemudian 40 unit di Kecamatan Penajam dan Sepaku masih berprogres. Sementara sisanya 18 unit di kawasan kumuh juga sedang berjalan,” ucap Kabid Perumahan, Permukiman dan Pertamanan Disperkimtan PPU, Khairil Achmad, Jumat (31/10/2025).
Kini progres renovasi RTLH telah mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung paling lambat Desember 2025 mendatang.
Khairil menjelaskan renovasi dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan warga berpenghasilan rendah.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal agar lebih layak dan sehat, serta mewujudkan target nasional tiga juta rumah.
“Sebagian besar perbaikan meliputi atap, lantai, dinding serta sanitasi agar sesuai dengan standar hunian layak,” terangnya.
Langkah ini diharapkan dapat menekan angka kemiskinan ekstrem melalui peningkatan kualitas perumahan warga kurang mampu.
(Sf/Lo)