Seputar Kaltim

    Disperindagkop Kaltim Bersiap Hadapi IKN dengan Pembangunan Pusat Distribusi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    23 Maret 2024 pukul 11:05 WITA

    Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim, Hemi Purwaningsih saat jumpa pers di ruang WIEK Diskominfo Kaltim. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dalam upaya mempersiapkan diri menyambut Ibu Kota Nusantara (IKN), Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kalimantan Timur (Kaltim) mengumumkan rencana strategis pembangunan Pusat Distribusi. Inisiatif ini bertujuan untuk mengoptimalkan kelancaran distribusi barang dan menstabilkan harga di pasar lokal.

    Kepala Disperindagkop Kaltim, Heni Purwaningsih, dalam jumla pers di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Samarinda, pada Jum'at (22/3/2024), menekankan pentingnya Pusat Distribusi sebagai penyangga utama komoditas. "Kami bertekad menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok, terutama karena Kaltim sangat bergantung pada pasokan dari daerah produsen," ujar Heni.

    Pusat Distribusi ini dirancang untuk menjadi solusi atas ketergantungan impor barang kebutuhan pokok yang mencapai 80 persen dari luar provinsi, termasuk Jawa Timur dan berbagai wilayah di Sulawesi serta Jakarta.

    Rencana pembangunan Pusat Distribusi ini telah disusun secara bertahap, dimulai dari penyamaan persepsi pada tahun 2023, studi kelayakan pada tahun 2024, pengembangan Detail Engineering dan naskah akademik pada tahun 2025, penetapan peraturan daerah dan konstruksi fisik pada tahun 2026, hingga diharapkan beroperasi penuh pada tahun 2027.

    Mengambil inspirasi dari model Indomaret dan Indogrosir, Heni berharap Pusat Distribusi dapat menjadi pusat pengaturan pasokan lintas sektor yang efektif. "Toko Penyeimbang yang telah kami operasikan akan menjadi outlet utama, memastikan distribusi barang kebutuhan pokok dari sumber lokal maupun luar daerah," tambah Heni.

    Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat Toko Penyeimbang yang sudah ada di Pasar Segiri dan memperluas jaringannya ke seluruh kabupaten dan kota di Kaltim. "Kami ingin memastikan bahwa petani lokal memiliki akses pasar yang lebih baik, dan dengan adanya Pusat Distribusi ini, kami optimis bahwa rencana ini akan berjalan dengan lancar," tutup Heni dengan penuh harapan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Disperindagkop Kaltim Bersiap Hadapi IKN dengan Pembangunan Pusat Distribusi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    23 Maret 2024 pukul 11:05 WITA

    Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim, Hemi Purwaningsih saat jumpa pers di ruang WIEK Diskominfo Kaltim. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dalam upaya mempersiapkan diri menyambut Ibu Kota Nusantara (IKN), Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kalimantan Timur (Kaltim) mengumumkan rencana strategis pembangunan Pusat Distribusi. Inisiatif ini bertujuan untuk mengoptimalkan kelancaran distribusi barang dan menstabilkan harga di pasar lokal.

    Kepala Disperindagkop Kaltim, Heni Purwaningsih, dalam jumla pers di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Samarinda, pada Jum'at (22/3/2024), menekankan pentingnya Pusat Distribusi sebagai penyangga utama komoditas. "Kami bertekad menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok, terutama karena Kaltim sangat bergantung pada pasokan dari daerah produsen," ujar Heni.

    Pusat Distribusi ini dirancang untuk menjadi solusi atas ketergantungan impor barang kebutuhan pokok yang mencapai 80 persen dari luar provinsi, termasuk Jawa Timur dan berbagai wilayah di Sulawesi serta Jakarta.

    Rencana pembangunan Pusat Distribusi ini telah disusun secara bertahap, dimulai dari penyamaan persepsi pada tahun 2023, studi kelayakan pada tahun 2024, pengembangan Detail Engineering dan naskah akademik pada tahun 2025, penetapan peraturan daerah dan konstruksi fisik pada tahun 2026, hingga diharapkan beroperasi penuh pada tahun 2027.

    Mengambil inspirasi dari model Indomaret dan Indogrosir, Heni berharap Pusat Distribusi dapat menjadi pusat pengaturan pasokan lintas sektor yang efektif. "Toko Penyeimbang yang telah kami operasikan akan menjadi outlet utama, memastikan distribusi barang kebutuhan pokok dari sumber lokal maupun luar daerah," tambah Heni.

    Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat Toko Penyeimbang yang sudah ada di Pasar Segiri dan memperluas jaringannya ke seluruh kabupaten dan kota di Kaltim. "Kami ingin memastikan bahwa petani lokal memiliki akses pasar yang lebih baik, dan dengan adanya Pusat Distribusi ini, kami optimis bahwa rencana ini akan berjalan dengan lancar," tutup Heni dengan penuh harapan.

    (Sf/Rs)