Cari disini...
Seputar Kaltim
Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu pendorong sektor pariwisata di Kaltim. (Foto: Seputar fakta.com/HO-Dokumentasi Pribadi
Samarinda - Sektor pariwisata menjadi salah satu prospek pembangunan ekonomi Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan itu, Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) menangkap peluang tersebut dalam pembangunan superhub ekonomi dan mitra IKN.
Dispar Kaltim telah melakukan berbagai upaya, dalam hal ini salah satunya adalah membuat peta perwilayahan pariwisata Provinsi Kaltim hingga menjadi major project tahun 2025 mendatang, yang mana ini mengikuti Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 20222 tentang rencana induk kepariwisataan Kaltim tahun 2022-2037.
Selaras dengan itu, pembagian kawasan pariwisata ini kedepannya dapat memberi dukungan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai penyangga IKN. Adapun zona IKN ini masuk dalam Kawasan Pengembangan Pariwisata Provinsi (KPPP) 2, yang mana terdapat Samboja, Balikpapan, Penajam, Tanah Grogot dan sekitarnya.
Menilik data dari Dispar Kaltim, daftar daya tarik wisata ada sebanyak 84 lokasi. Wisata tersebut akan dibagi menjadi tiga, seperti KPPP, Destinasi Pariwisata Provinsi (DPP), dan Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi.
"Permasalahannya ini ada di luas wilayah Kaltim, yang mana ini tentu membutuhkan perhatian lebih untuk menghubungkan antar wilayah yang mudah, murah dan nyaman," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn sari Dewi.
Sebelumnya, penekanan terhadap pariwisata pernah diungkapkan oleh Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik saat konferensi pers bersama Dispar. Yang mana, prospek ekonomi di IKN tergantung pada kapasitas stakeholders untuk mengintegrasikan IKN sebagai satu sistem. Tentu dengan ini Ririn mengharapkan dukungan dari berbagai pihak.
"Dukungan lintas sektor untuk pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kaltim ini sangat penting," ujarnya.
Ririn juga menyebut kerja-kerja Dispar untuk mengebut langkah pengembangan pariwisata sudah banyak dilakukan. Melalui program peningkatan daya tarik destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata, dan pengembangan sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif. Pagu anggaran untuk program-program tersebut totalnya mencapai Rp22,5 miliar.
"Dengan strategi dan arah kebijakan yang jelas dalam pembangunan destinasi pariwisata daerah tentu ketercapaian akan berjalan dengan baik," tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu pendorong sektor pariwisata di Kaltim. (Foto: Seputar fakta.com/HO-Dokumentasi Pribadi
Samarinda - Sektor pariwisata menjadi salah satu prospek pembangunan ekonomi Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan itu, Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) menangkap peluang tersebut dalam pembangunan superhub ekonomi dan mitra IKN.
Dispar Kaltim telah melakukan berbagai upaya, dalam hal ini salah satunya adalah membuat peta perwilayahan pariwisata Provinsi Kaltim hingga menjadi major project tahun 2025 mendatang, yang mana ini mengikuti Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 20222 tentang rencana induk kepariwisataan Kaltim tahun 2022-2037.
Selaras dengan itu, pembagian kawasan pariwisata ini kedepannya dapat memberi dukungan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai penyangga IKN. Adapun zona IKN ini masuk dalam Kawasan Pengembangan Pariwisata Provinsi (KPPP) 2, yang mana terdapat Samboja, Balikpapan, Penajam, Tanah Grogot dan sekitarnya.
Menilik data dari Dispar Kaltim, daftar daya tarik wisata ada sebanyak 84 lokasi. Wisata tersebut akan dibagi menjadi tiga, seperti KPPP, Destinasi Pariwisata Provinsi (DPP), dan Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi.
"Permasalahannya ini ada di luas wilayah Kaltim, yang mana ini tentu membutuhkan perhatian lebih untuk menghubungkan antar wilayah yang mudah, murah dan nyaman," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn sari Dewi.
Sebelumnya, penekanan terhadap pariwisata pernah diungkapkan oleh Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik saat konferensi pers bersama Dispar. Yang mana, prospek ekonomi di IKN tergantung pada kapasitas stakeholders untuk mengintegrasikan IKN sebagai satu sistem. Tentu dengan ini Ririn mengharapkan dukungan dari berbagai pihak.
"Dukungan lintas sektor untuk pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kaltim ini sangat penting," ujarnya.
Ririn juga menyebut kerja-kerja Dispar untuk mengebut langkah pengembangan pariwisata sudah banyak dilakukan. Melalui program peningkatan daya tarik destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata, dan pengembangan sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif. Pagu anggaran untuk program-program tersebut totalnya mencapai Rp22,5 miliar.
"Dengan strategi dan arah kebijakan yang jelas dalam pembangunan destinasi pariwisata daerah tentu ketercapaian akan berjalan dengan baik," tutupnya.
(Sf/Rs)