Seputar Kaltim

    Disokong Perusahaan Besar, Desa Wisata Kaltim Punya Modal Kuat Bersaing di 50 Besar ADWI

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    24 Agustus 2026 pukul 20:12 WITA

    Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Muhammad Faisal saat menandatangani kerja sama. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pengembangan desa wisata di Kaltim mendapatkan angin segar setelah bersaing di ajang Lomba Desa Wisata tingkat Provinsi di Kaltim Expo beberapa waktu lalu.

    Kegiatan tersebut juga membuahkan penandatanganan kerja sama dengan perusahaan besar. Tentu hal ini berpotensi menjadi amunisi kuat bagi desa-desa wisata Kaltim untuk unjuk gigi di level nasional, termasuk dalam ajang bergengsi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

    Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Muhammad Faisal, menyampaikan bahwa langkah pembinaan ini merupakan upaya agar pengembangan pariwisata berjalan lebih cepat dan terarah.

    “Dari rencana 13 desa wisata, hari ini kita menandatangani kerja sama dengan enam desa, setelah sebelumnya sudah ada satu desa, yakni Kampung Tenun di Samarinda dengan Bank Indonesia. Setelah ini nanti akan ada enam desa lain melakukan akad,” kata Faisal.

    Keenam desa yang baru saja meresmikan kemitraan tersebut kini mendapat dukungan penuh dari berbagai perusahaan. Desa Wisata Klempang Sari di Paser misalnya, kini didukung oleh PT Kideco Jaya Agung, sedangkan Desa Wisata Kang Bejo di Balikpapan bermitra dengan PT PLN Nusantara Power Unit Kaltimra Balikpapan. Sementara itu di wilayah Kutai Timur, Desa Wisata Rindang Benua merajut kerja sama dengan PT Kaltim Prima Coal.

    Dukungan pengembangan pariwisata ini juga mengalir hingga ke kawasan hulu dan pesisir. Kampung Wisata Batu Majang di Mahakam Ulu resmi menggandeng Bankaltimtara Cabang Mahakam Ulu. 

    Kemudian, Desa Wisata Tanjung Isuy di Kutai Barat mendapat pendampingan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim bersama PT Pegadaian Area Samarinda, serta Desa Wisata Tanjung Batu di Berau yang didukung oleh PT Migas Mandiri Pratama.

    Ruang lingkup kerja sama ini dirancang cukup komprehensif untuk membenahi standar pariwisata lokal yang kerap menjadi poin penilaian utama di ajang kompetisi nasional.

    “Para mitra sudah pula bersepakat untuk membantu pengembangan desa wisata, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, produk unggulan, HKI, peningkatan kualitas SDM pariwisata, promosi dan perluasan akses pasar atau hal lain yang disepakati,” lanjutnya.

    Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata akan terus mengawal program kemitraan ini sebagai pengarah, sekaligus melakukan pengawasan serta evaluasi rutin untuk menjamin keberlanjutan program. Konsep kolaborasi hexahelix yang kuat diyakini menjadi fondasi utama.

    “Tentu saja kami sangat berterima kasih kepada seluruh mitra strategis atas terwujudnya program kemitraan ini. Kami juga akan melibatkan aktif para akademisi dan insan pers sebagai bagian dari hexahelix untuk mendukung kegiatan,” pungkasnya.


    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Disokong Perusahaan Besar, Desa Wisata Kaltim Punya Modal Kuat Bersaing di 50 Besar ADWI

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    24 Agustus 2026 pukul 20:12 WITA

    Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Muhammad Faisal saat menandatangani kerja sama. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pengembangan desa wisata di Kaltim mendapatkan angin segar setelah bersaing di ajang Lomba Desa Wisata tingkat Provinsi di Kaltim Expo beberapa waktu lalu.

    Kegiatan tersebut juga membuahkan penandatanganan kerja sama dengan perusahaan besar. Tentu hal ini berpotensi menjadi amunisi kuat bagi desa-desa wisata Kaltim untuk unjuk gigi di level nasional, termasuk dalam ajang bergengsi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

    Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Muhammad Faisal, menyampaikan bahwa langkah pembinaan ini merupakan upaya agar pengembangan pariwisata berjalan lebih cepat dan terarah.

    “Dari rencana 13 desa wisata, hari ini kita menandatangani kerja sama dengan enam desa, setelah sebelumnya sudah ada satu desa, yakni Kampung Tenun di Samarinda dengan Bank Indonesia. Setelah ini nanti akan ada enam desa lain melakukan akad,” kata Faisal.

    Keenam desa yang baru saja meresmikan kemitraan tersebut kini mendapat dukungan penuh dari berbagai perusahaan. Desa Wisata Klempang Sari di Paser misalnya, kini didukung oleh PT Kideco Jaya Agung, sedangkan Desa Wisata Kang Bejo di Balikpapan bermitra dengan PT PLN Nusantara Power Unit Kaltimra Balikpapan. Sementara itu di wilayah Kutai Timur, Desa Wisata Rindang Benua merajut kerja sama dengan PT Kaltim Prima Coal.

    Dukungan pengembangan pariwisata ini juga mengalir hingga ke kawasan hulu dan pesisir. Kampung Wisata Batu Majang di Mahakam Ulu resmi menggandeng Bankaltimtara Cabang Mahakam Ulu. 

    Kemudian, Desa Wisata Tanjung Isuy di Kutai Barat mendapat pendampingan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim bersama PT Pegadaian Area Samarinda, serta Desa Wisata Tanjung Batu di Berau yang didukung oleh PT Migas Mandiri Pratama.

    Ruang lingkup kerja sama ini dirancang cukup komprehensif untuk membenahi standar pariwisata lokal yang kerap menjadi poin penilaian utama di ajang kompetisi nasional.

    “Para mitra sudah pula bersepakat untuk membantu pengembangan desa wisata, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, produk unggulan, HKI, peningkatan kualitas SDM pariwisata, promosi dan perluasan akses pasar atau hal lain yang disepakati,” lanjutnya.

    Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata akan terus mengawal program kemitraan ini sebagai pengarah, sekaligus melakukan pengawasan serta evaluasi rutin untuk menjamin keberlanjutan program. Konsep kolaborasi hexahelix yang kuat diyakini menjadi fondasi utama.

    “Tentu saja kami sangat berterima kasih kepada seluruh mitra strategis atas terwujudnya program kemitraan ini. Kami juga akan melibatkan aktif para akademisi dan insan pers sebagai bagian dari hexahelix untuk mendukung kegiatan,” pungkasnya.


    (Sf/Lo)