Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kaltim, Fahmi Hilmawan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Perayaan Iduladha, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Kalimantan Timur meningkatkan pengawasan terhadap hewan kurban.
Kepala Disnakkeswan, Fahmi Hilmawan, mengungkapkan bahwa tim telah diterjunkan ke lapangan sejak H-2, hari ini, hingga besok untuk memastikan kesehatan hewan, namun Fahmi belum menemukan laporan terjadinya kecacatan dan penyakit pada hewan kurban.
Lebih dari 57 petugas telah melakukan inspeksi fisik pada sapi di masjid-masjid, memastikan kondisi sehat dan penampungan yang layak. Edukasi juga diberikan kepada pengurus masjid mengenai pemisahan darah bersih dan kotor serta penggunaan sarana yang telah dibersihkan.
"Kami memastikan bahwa SOP pemotongan diikuti dengan ketat, termasuk pembuatan lubang penampungan darah dan penggantungan hewan pasca-sembelih hingga darahnya bersih," jelas Fahmi di Masjid Baitul Muttaqin atau Islamic Center, pada Senin (17/6/2024).
Laporan pengawasan akan dikumpulkan paling cepat sore hari, dengan form dinamis yang harus diisi. Jika ditemukan hewan sakit, keputusan akan diambil terkait kelayakan konsumsi daging tersebut.
"Jika ada ketahuan hewan yang sakit, nanti keputusannya adalah ketika hasil penyembelihannya itu layak dikonsumsi atau tidak, ketentuan lain dikonsumsi tapi bersyarat atau harus dimusnahkan sebagian atau semuanya," tuturnya.
Pengawasan ini merupakan bagian dari upaya Disnakkeswan untuk mencegah penyebaran penyakit dan menjamin kesehatan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kaltim, Fahmi Hilmawan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Perayaan Iduladha, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Kalimantan Timur meningkatkan pengawasan terhadap hewan kurban.
Kepala Disnakkeswan, Fahmi Hilmawan, mengungkapkan bahwa tim telah diterjunkan ke lapangan sejak H-2, hari ini, hingga besok untuk memastikan kesehatan hewan, namun Fahmi belum menemukan laporan terjadinya kecacatan dan penyakit pada hewan kurban.
Lebih dari 57 petugas telah melakukan inspeksi fisik pada sapi di masjid-masjid, memastikan kondisi sehat dan penampungan yang layak. Edukasi juga diberikan kepada pengurus masjid mengenai pemisahan darah bersih dan kotor serta penggunaan sarana yang telah dibersihkan.
"Kami memastikan bahwa SOP pemotongan diikuti dengan ketat, termasuk pembuatan lubang penampungan darah dan penggantungan hewan pasca-sembelih hingga darahnya bersih," jelas Fahmi di Masjid Baitul Muttaqin atau Islamic Center, pada Senin (17/6/2024).
Laporan pengawasan akan dikumpulkan paling cepat sore hari, dengan form dinamis yang harus diisi. Jika ditemukan hewan sakit, keputusan akan diambil terkait kelayakan konsumsi daging tersebut.
"Jika ada ketahuan hewan yang sakit, nanti keputusannya adalah ketika hasil penyembelihannya itu layak dikonsumsi atau tidak, ketentuan lain dikonsumsi tapi bersyarat atau harus dimusnahkan sebagian atau semuanya," tuturnya.
Pengawasan ini merupakan bagian dari upaya Disnakkeswan untuk mencegah penyebaran penyakit dan menjamin kesehatan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat.
(Sf/Rs)