Seputar Kaltim

    Disnakertrans PPU Ungkap 655 Pencaker Ikut Job Fair 2026, Perusahaan Punya Waktu Dua Bulan Laporkan Serapan

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    10 Agustus 2026 pukul 15:40 WITA

    Kabid Penempatan, Pelatihan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans PPU, Eko Yulianto. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Sebanyak 655 pencari kerja (pencaker) mengikuti Job Fair Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) selama dua hari, 5-6 Agustus 2026. Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) belum memastikan berapa jumlah pencaker yang terserap perusahaan karena proses seleksi masih berjalan.

    Dari catatan absensi perusahaan, jumlah kunjungan pencaker justru mencapai 766. Rinciannya, 497 absensi tercatat pada hari pertama dan 269 pada hari kedua.

    Kabid Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Disnakertrans PPU Eko Yulianto menjelaskan, angka 766 bukan jumlah pencaker baru. Satu pencaker dapat mengikuti proses rekrutmen di lebih dari satu perusahaan atau melamar beberapa lowongan.

    "Kalau berdasarkan data pencaker, totalnya 655 orang. Sementara kalau melihat absensi perusahaan, mencapai 766 karena satu pencaker bisa masuk ke beberapa lowongan," jelas Eko, Senin (10/8/2026).

    Ia mengatakan, saat ini, sebagian peserta masih menjalani tahapan wawancara di masing-masing perusahaan.

    "Kami menunggu proses wawancara dan hasil seleksi dari perusahaan. Kami minta hasil serapannya segera disampaikan karena itu yang menjadi bahan laporan," kata Eko.

    Perusahaan diberi waktu maksimal dua bulan untuk melaporkan jumlah pencaker yang diterima bekerja. 

    Batas waktu tersebut disepakati karena sejumlah perusahaan memiliki tahapan seleksi dan SOP rekrutmen yang membutuhkan waktu lebih dari satu bulan.

    Job Fair PPU tahun ini diikuti 26 perusahaan dari berbagai sektor, mulai pembiayaan, jasa, perkebunan dan pengolahan sawit, kesehatan, telekomunikasi, perbankan, otomotif, distributor hingga perhotelan.

    Dari total pencaker, lowongan di sektor perkebunan cukup diminati. Perusahaan IHM, yang bergerak di bidang perkebunan ini mencatat sekitar 95 pendaftar, sementara Bank Kaltimtara sekitar 30 pendaftar. Peserta berasal dari lulusan SMA sederajat hingga diploma dan sarjana.

    Eko mengatakan, pihaknya menargetkan sedikitnya 250 lowongan yang tersedia dapat terisi. Target itu menjadi penting karena tujuan utama job fair bukan sekadar mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi mendorong penurunan angka pengangguran. 

    Berdasarkan data BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) PPU pada 2025 mencapai 4,26 persen atau sekitar 5.073 orang.

    "Tentu kami berharap lowongan yang tersedia bisa terpenuhi. Semakin banyak yang terserap, semakin besar kontribusinya terhadap penurunan pengangguran," ujarnya.

    Sebagai pembanding, Job Fair PPU tahun sebelumnya menyediakan 1.105 lowongan dan menyerap 210 pencari kerja dari 388 pencaker yang mengikuti proses rekrutmen.

    Tahun ini, jumlah lowongan lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, Disnakertrans berharap tingkat keterisian lowongan tetap maksimal.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Disnakertrans PPU Ungkap 655 Pencaker Ikut Job Fair 2026, Perusahaan Punya Waktu Dua Bulan Laporkan Serapan

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    10 Agustus 2026 pukul 15:40 WITA

    Kabid Penempatan, Pelatihan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans PPU, Eko Yulianto. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Sebanyak 655 pencari kerja (pencaker) mengikuti Job Fair Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) selama dua hari, 5-6 Agustus 2026. Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) belum memastikan berapa jumlah pencaker yang terserap perusahaan karena proses seleksi masih berjalan.

    Dari catatan absensi perusahaan, jumlah kunjungan pencaker justru mencapai 766. Rinciannya, 497 absensi tercatat pada hari pertama dan 269 pada hari kedua.

    Kabid Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Disnakertrans PPU Eko Yulianto menjelaskan, angka 766 bukan jumlah pencaker baru. Satu pencaker dapat mengikuti proses rekrutmen di lebih dari satu perusahaan atau melamar beberapa lowongan.

    "Kalau berdasarkan data pencaker, totalnya 655 orang. Sementara kalau melihat absensi perusahaan, mencapai 766 karena satu pencaker bisa masuk ke beberapa lowongan," jelas Eko, Senin (10/8/2026).

    Ia mengatakan, saat ini, sebagian peserta masih menjalani tahapan wawancara di masing-masing perusahaan.

    "Kami menunggu proses wawancara dan hasil seleksi dari perusahaan. Kami minta hasil serapannya segera disampaikan karena itu yang menjadi bahan laporan," kata Eko.

    Perusahaan diberi waktu maksimal dua bulan untuk melaporkan jumlah pencaker yang diterima bekerja. 

    Batas waktu tersebut disepakati karena sejumlah perusahaan memiliki tahapan seleksi dan SOP rekrutmen yang membutuhkan waktu lebih dari satu bulan.

    Job Fair PPU tahun ini diikuti 26 perusahaan dari berbagai sektor, mulai pembiayaan, jasa, perkebunan dan pengolahan sawit, kesehatan, telekomunikasi, perbankan, otomotif, distributor hingga perhotelan.

    Dari total pencaker, lowongan di sektor perkebunan cukup diminati. Perusahaan IHM, yang bergerak di bidang perkebunan ini mencatat sekitar 95 pendaftar, sementara Bank Kaltimtara sekitar 30 pendaftar. Peserta berasal dari lulusan SMA sederajat hingga diploma dan sarjana.

    Eko mengatakan, pihaknya menargetkan sedikitnya 250 lowongan yang tersedia dapat terisi. Target itu menjadi penting karena tujuan utama job fair bukan sekadar mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi mendorong penurunan angka pengangguran. 

    Berdasarkan data BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) PPU pada 2025 mencapai 4,26 persen atau sekitar 5.073 orang.

    "Tentu kami berharap lowongan yang tersedia bisa terpenuhi. Semakin banyak yang terserap, semakin besar kontribusinya terhadap penurunan pengangguran," ujarnya.

    Sebagai pembanding, Job Fair PPU tahun sebelumnya menyediakan 1.105 lowongan dan menyerap 210 pencari kerja dari 388 pencaker yang mengikuti proses rekrutmen.

    Tahun ini, jumlah lowongan lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, Disnakertrans berharap tingkat keterisian lowongan tetap maksimal.

    (Sf/Rs)