Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim, Roma Malau. (lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Menjelang pelaksanaan job fair kedua yang akan digelar bertepatan dengan HUT Kutai Timur (Kutim), Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim, Roma Malau, menargetkan serapan tenaga kerja sebesar 70 persen dari total pencari kerja yang ikut.
Ia menyampaikan bahwa pada job fair pertama, serapan tenaga kerja mencapai 65 persen. Karena itu, Roma menargetkan serapan sebesar 70 persen pada job fair kedua.
“Dengan persiapan yang lebih matang dan koordinasi yang baik dengan perusahaan, target serapan 70 persen sangat memungkinkan. Itu harapan saya,” ujar Roma Malau.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya memberikan fasilitas dan perlindungan kepada para pencari kerja, termasuk melalui program BPJS Ketenagakerjaan dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
“Pemerintah hadir agar masyarakat merasa nyaman dan terlindungi saat bekerja. Kami juga tengah menunggu kerja sama lebih lanjut dengan BPJS agar perlindungan bagi pekerja semakin maksimal,” tambahnya.
Roma menegaskan bahwa peluang kerja di Kutim tidak hanya terbatas pada sektor tambang dan perkebunan. Sektor jasa dan UMKM juga menjadi fokus pemerintah dalam mendorong penciptaan lapangan kerja.
Ia mencontohkan usaha laundry dan layanan jasa lainnya yang terbukti mampu menyerap banyak tenaga kerja. Karena itu, sektor ini juga akan dilibatkan dalam program perlindungan ketenagakerjaan.
“Sektor jasa juga kami masukkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan agar para pekerjanya terlindungi JKP-nya. Dengan begitu, masyarakat bisa bekerja dengan lebih tenang,” pungkasnya.
Lewat job fair ini dan dukungan dari BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah berharap para pekerja di Kutim bisa mendapat pekerjaan sekaligus merasa aman dan terlindungi saat bekerja.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim, Roma Malau. (lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Menjelang pelaksanaan job fair kedua yang akan digelar bertepatan dengan HUT Kutai Timur (Kutim), Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim, Roma Malau, menargetkan serapan tenaga kerja sebesar 70 persen dari total pencari kerja yang ikut.
Ia menyampaikan bahwa pada job fair pertama, serapan tenaga kerja mencapai 65 persen. Karena itu, Roma menargetkan serapan sebesar 70 persen pada job fair kedua.
“Dengan persiapan yang lebih matang dan koordinasi yang baik dengan perusahaan, target serapan 70 persen sangat memungkinkan. Itu harapan saya,” ujar Roma Malau.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya memberikan fasilitas dan perlindungan kepada para pencari kerja, termasuk melalui program BPJS Ketenagakerjaan dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
“Pemerintah hadir agar masyarakat merasa nyaman dan terlindungi saat bekerja. Kami juga tengah menunggu kerja sama lebih lanjut dengan BPJS agar perlindungan bagi pekerja semakin maksimal,” tambahnya.
Roma menegaskan bahwa peluang kerja di Kutim tidak hanya terbatas pada sektor tambang dan perkebunan. Sektor jasa dan UMKM juga menjadi fokus pemerintah dalam mendorong penciptaan lapangan kerja.
Ia mencontohkan usaha laundry dan layanan jasa lainnya yang terbukti mampu menyerap banyak tenaga kerja. Karena itu, sektor ini juga akan dilibatkan dalam program perlindungan ketenagakerjaan.
“Sektor jasa juga kami masukkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan agar para pekerjanya terlindungi JKP-nya. Dengan begitu, masyarakat bisa bekerja dengan lebih tenang,” pungkasnya.
Lewat job fair ini dan dukungan dari BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah berharap para pekerja di Kutim bisa mendapat pekerjaan sekaligus merasa aman dan terlindungi saat bekerja.
(Sf/Rs)