Disnakertrans Berau Siapkan Strategi Penyerapan Tenaga Kerja untuk Karyawan Terdampak PHK

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    12 Januari 2026 04:49 WIB

    Kantor Disnakertrans Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau proaktif menyalurkan informasi lowongan kerja dan menyiapkan langkah strategis bagi para tenaga kerja terdampak. 

    Ini merupakan langkah yang dilakukan atas gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sejumlah perusahaan di Berau, khususnya perusahaan tambang dan industri lainnya. 

    Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnakertrans Berau, Dewi Rakhmasari menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menangani persoalan PHK. Sebab persoalan PHK bukan merupakan tanggung jawab satu instansi saja, melainkan perlu kerjas ama dari semua pihak.

    "Untuk yang terdampak PHK ini cukup banyak. Ini tidak bisa hanya dari Disnakertrans, tapi harus berkolaborasi juga dengan OPD terkait dan pihak lainnya untuk mengantisipasi dampak kondisi saat ini," ujar Dewi.

    Ia pun meminta perusahaan untuk dapat lebih aktif juga dalam melaporkan kebutuhan tenaga kerja dan membuka akses informasi lowongan melalui berbagai kanal resmi, termasuk grup WhatsApp dan akun Instagram. 

    "Kami sampaikan lowongan-lowongan pekerjaan itu di beberapa media kami. Harapannya para tenaga kerja yang sudah di PHK dan memiliki pengalaman bisa kembali mendapatkan pekerjaan dari informasi yang kami bagikan," tambahnya.

    Disnakertrans pun menyiapkan langkah jangka menengah dengan mengadakan program pelatihan kewirausahaan untuk masyarakat umum yang ke depan akan diarahkan khusus bagi mantan karyawan. 

    "Kami berupaya mempersiapkan para eks karyawan agar bisa berdikari, berdaya kembali dengan memanfaatkan modal dari pesangon atau menciptakan embrio-embrio kewirausahaan jika sektor formal tidak lagi tersedia," ungkapnya.

    Meski jumlah lowongan cukup banyak, tidak semua posisi dapat terisi karena perbedaan kualifikasi dan minat pencari kerja, terutama di sektor non-tambang. 

    "Lowongan kita sebenarnya banyak, cuma mungkin ada yang belum cocok, sehingga banyak yang tidak terisi di sektor lain selain tambang," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Disnakertrans Berau Siapkan Strategi Penyerapan Tenaga Kerja untuk Karyawan Terdampak PHK

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    12 Januari 2026 04:49 WIB

    Kantor Disnakertrans Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau proaktif menyalurkan informasi lowongan kerja dan menyiapkan langkah strategis bagi para tenaga kerja terdampak. 

    Ini merupakan langkah yang dilakukan atas gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sejumlah perusahaan di Berau, khususnya perusahaan tambang dan industri lainnya. 

    Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnakertrans Berau, Dewi Rakhmasari menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menangani persoalan PHK. Sebab persoalan PHK bukan merupakan tanggung jawab satu instansi saja, melainkan perlu kerjas ama dari semua pihak.

    "Untuk yang terdampak PHK ini cukup banyak. Ini tidak bisa hanya dari Disnakertrans, tapi harus berkolaborasi juga dengan OPD terkait dan pihak lainnya untuk mengantisipasi dampak kondisi saat ini," ujar Dewi.

    Ia pun meminta perusahaan untuk dapat lebih aktif juga dalam melaporkan kebutuhan tenaga kerja dan membuka akses informasi lowongan melalui berbagai kanal resmi, termasuk grup WhatsApp dan akun Instagram. 

    "Kami sampaikan lowongan-lowongan pekerjaan itu di beberapa media kami. Harapannya para tenaga kerja yang sudah di PHK dan memiliki pengalaman bisa kembali mendapatkan pekerjaan dari informasi yang kami bagikan," tambahnya.

    Disnakertrans pun menyiapkan langkah jangka menengah dengan mengadakan program pelatihan kewirausahaan untuk masyarakat umum yang ke depan akan diarahkan khusus bagi mantan karyawan. 

    "Kami berupaya mempersiapkan para eks karyawan agar bisa berdikari, berdaya kembali dengan memanfaatkan modal dari pesangon atau menciptakan embrio-embrio kewirausahaan jika sektor formal tidak lagi tersedia," ungkapnya.

    Meski jumlah lowongan cukup banyak, tidak semua posisi dapat terisi karena perbedaan kualifikasi dan minat pencari kerja, terutama di sektor non-tambang. 

    "Lowongan kita sebenarnya banyak, cuma mungkin ada yang belum cocok, sehingga banyak yang tidak terisi di sektor lain selain tambang," pungkasnya.

    (Sf/Lo)