Cari disini...
Seputar Kaltim
Workshop Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) tentang Ketransmigrasian, di Ruang Pertemuan Lantai 3 Gedung Disnakertrans. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menggelar Workshop Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) tentang Ketransmigrasian, di Ruang Pertemuan Lantai 3 Gedung Disnakertrans, Rabu, (4/12/2024).
Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, M Said membuka secara resmi acara tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait pengembangan sumber daya manusia di daerah transmigrasi.
Kepala Disnakertrans, Zulkifli Azhari mengatakan bahwa lahan transmigrasi di Kabupaten Berau yang terdiri dari tanah ulayat, tanah R atau tanah sisa pembagian lahan di dalam unit permukiman transmigrasi akan dibahas lebih lanjut pada kegiatan ini.
"Jadi disini kami hadirkan langsung narasumber dari kementerian untuk menjelaskan. Kita undang juga kepala-kepala desa yang ada yang bersentuhan langsung dengan lahan transmigrasi di Berau," ujar Kepala Disnakertrans, Zulkifli Azhari.
Dirinya juga menjelaskan tujuannya dari kegiatan tersebut adalah sebagai pemahaman terhadap lahan-lahan transmigrasi yang ada di Kabupaten Berau. Mudah-mudahan pertanyaan-pertanyaan itu bisa menjawab permasalahan yang ada di transmigrasi.
"Harapan kita apa yang menjadi permasalahan sekarang, bagaimana untuk menjadikan tanah itu dikelola, transmigrasi sudah akan lebih jelas lagi langsung dari kementerian regulasinya seperti apa," ungkapnya.
Sementara itu, Sekda M Said menekankan pentingnya pengembangan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Dirinya mengatakan siapa yang akan mengembangkan HPL jika bukan SDM di daerah transmigrasi itu sendiri.
"Dengan kerja sama yang baik, saya yakin pengembangan yang kita harapkan dapat terwujud," ujarnya.
Said juga mendorong pertumbuhan kampung-kampung transmigrasi agar lebih berkembang. Menurutnya sumber daya alam yang dimiliki saat ini seharusnya mampu menunjang pembangunan daerah atau kampung eks transmigrasi.
"Hal ini karena kita juga menjadi salah satu wilayah Ibu Kota Nusantara dan wilayah transmigrasi sehingga kita dituntut untuk kesiapannya. Kami juga berusaha menyelesaikan status lahan transmigrasi yang masih menjadi persoalan," kuncinya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Workshop Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) tentang Ketransmigrasian, di Ruang Pertemuan Lantai 3 Gedung Disnakertrans. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menggelar Workshop Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) tentang Ketransmigrasian, di Ruang Pertemuan Lantai 3 Gedung Disnakertrans, Rabu, (4/12/2024).
Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, M Said membuka secara resmi acara tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait pengembangan sumber daya manusia di daerah transmigrasi.
Kepala Disnakertrans, Zulkifli Azhari mengatakan bahwa lahan transmigrasi di Kabupaten Berau yang terdiri dari tanah ulayat, tanah R atau tanah sisa pembagian lahan di dalam unit permukiman transmigrasi akan dibahas lebih lanjut pada kegiatan ini.
"Jadi disini kami hadirkan langsung narasumber dari kementerian untuk menjelaskan. Kita undang juga kepala-kepala desa yang ada yang bersentuhan langsung dengan lahan transmigrasi di Berau," ujar Kepala Disnakertrans, Zulkifli Azhari.
Dirinya juga menjelaskan tujuannya dari kegiatan tersebut adalah sebagai pemahaman terhadap lahan-lahan transmigrasi yang ada di Kabupaten Berau. Mudah-mudahan pertanyaan-pertanyaan itu bisa menjawab permasalahan yang ada di transmigrasi.
"Harapan kita apa yang menjadi permasalahan sekarang, bagaimana untuk menjadikan tanah itu dikelola, transmigrasi sudah akan lebih jelas lagi langsung dari kementerian regulasinya seperti apa," ungkapnya.
Sementara itu, Sekda M Said menekankan pentingnya pengembangan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Dirinya mengatakan siapa yang akan mengembangkan HPL jika bukan SDM di daerah transmigrasi itu sendiri.
"Dengan kerja sama yang baik, saya yakin pengembangan yang kita harapkan dapat terwujud," ujarnya.
Said juga mendorong pertumbuhan kampung-kampung transmigrasi agar lebih berkembang. Menurutnya sumber daya alam yang dimiliki saat ini seharusnya mampu menunjang pembangunan daerah atau kampung eks transmigrasi.
"Hal ini karena kita juga menjadi salah satu wilayah Ibu Kota Nusantara dan wilayah transmigrasi sehingga kita dituntut untuk kesiapannya. Kami juga berusaha menyelesaikan status lahan transmigrasi yang masih menjadi persoalan," kuncinya.
(Sf/Rs)