Seputar Kaltim

    Disnaker Samarinda Siapkan Pelatihan bagi Korban PHK Tambang, Energi Terbarukan Jadi Salah Satu Fokus

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    15 Juni 2026 pukul 23:36 WITA

    Sekretaris Disnaker, Sofyan Ady Wijaya (Foto: Arsensia Serlyani/ Seputarfakta.com)

    Samarinda– Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kota Samarinda menyiapkan program pelatihan kerja bagi pekerja tambang yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Program yang direncanakan masuk dalam anggaran 2027 itu disiapkan untuk membantu pekerja memperoleh keterampilan baru dan peluang kerja di sektor lain.

    Sekretaris Disnaker Samarinda, Sofyan Adi Wijaya, mengatakan saat ini pihaknya sedang menyusun sejumlah program pelatihan yang diusulkan melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Program tersebut dirancang sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja di tengah dinamika industri tambang yang berpotensi memengaruhi keberlangsungan pekerjaan para pekerja.

    “Untuk tahun 2027 kami sudah merencanakan beberapa pelatihan. Salah satu sasaran utamanya adalah pekerja tambang yang terdampak PHK maupun yang akan beralih pekerjaan,” ujar Sofyan, Senin (15/6/2026).

    Menurut Sofyan, jenis pelatihan yang akan dilaksanakan masih dalam tahap penyusunan. Namun, program tersebut diarahkan untuk membekali peserta dengan keterampilan yang dapat digunakan di berbagai sektor pekerjaan di luar industri pertambangan.

    Dalam pelaksanaannya, Disnaker akan memperkuat kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda yang memiliki instruktur, fasilitas, dan program pelatihan sesuai kebutuhan dunia kerja. Keberadaan BPVP di Samarinda dinilai menjadi keuntungan tersendiri karena memudahkan akses pelatihan bagi masyarakat dan tenaga kerja lokal.

    “BPVP memiliki instruktur dan fasilitas yang lengkap. Kalau ada kebutuhan pelatihan tertentu, kami bisa mengusulkan dan berkoordinasi dengan mereka karena merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat,” ungkapnya.

    Salah satu bidang yang mulai dipersiapkan adalah pelatihan energi terbarukan, khususnya terkait pemasangan dan penanganan panel surya. Saat ini sejumlah instruktur Disnaker sedang mengikuti pelatihan khusus yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan transfer pengetahuan kepada masyarakat dan pencari kerja di Samarinda.

    Menurut Sofyan, sektor energi terbarukan memiliki prospek yang menjanjikan di Kalimantan mengingat potensi pemanfaatan energi matahari yang cukup besar. Karena itu, keterampilan di bidang tersebut dinilai dapat menjadi alternatif peluang kerja baru bagi tenaga kerja yang terdampak PHK.

    Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mempersiapkan tenaga kerja yang lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan industri sekaligus mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat gelombang PHK di sektor pertambangan yang mulai terjadi di sejumlah wilayah.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Disnaker Samarinda Siapkan Pelatihan bagi Korban PHK Tambang, Energi Terbarukan Jadi Salah Satu Fokus

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    15 Juni 2026 pukul 23:36 WITA

    Sekretaris Disnaker, Sofyan Ady Wijaya (Foto: Arsensia Serlyani/ Seputarfakta.com)

    Samarinda– Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kota Samarinda menyiapkan program pelatihan kerja bagi pekerja tambang yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Program yang direncanakan masuk dalam anggaran 2027 itu disiapkan untuk membantu pekerja memperoleh keterampilan baru dan peluang kerja di sektor lain.

    Sekretaris Disnaker Samarinda, Sofyan Adi Wijaya, mengatakan saat ini pihaknya sedang menyusun sejumlah program pelatihan yang diusulkan melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Program tersebut dirancang sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja di tengah dinamika industri tambang yang berpotensi memengaruhi keberlangsungan pekerjaan para pekerja.

    “Untuk tahun 2027 kami sudah merencanakan beberapa pelatihan. Salah satu sasaran utamanya adalah pekerja tambang yang terdampak PHK maupun yang akan beralih pekerjaan,” ujar Sofyan, Senin (15/6/2026).

    Menurut Sofyan, jenis pelatihan yang akan dilaksanakan masih dalam tahap penyusunan. Namun, program tersebut diarahkan untuk membekali peserta dengan keterampilan yang dapat digunakan di berbagai sektor pekerjaan di luar industri pertambangan.

    Dalam pelaksanaannya, Disnaker akan memperkuat kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda yang memiliki instruktur, fasilitas, dan program pelatihan sesuai kebutuhan dunia kerja. Keberadaan BPVP di Samarinda dinilai menjadi keuntungan tersendiri karena memudahkan akses pelatihan bagi masyarakat dan tenaga kerja lokal.

    “BPVP memiliki instruktur dan fasilitas yang lengkap. Kalau ada kebutuhan pelatihan tertentu, kami bisa mengusulkan dan berkoordinasi dengan mereka karena merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat,” ungkapnya.

    Salah satu bidang yang mulai dipersiapkan adalah pelatihan energi terbarukan, khususnya terkait pemasangan dan penanganan panel surya. Saat ini sejumlah instruktur Disnaker sedang mengikuti pelatihan khusus yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan transfer pengetahuan kepada masyarakat dan pencari kerja di Samarinda.

    Menurut Sofyan, sektor energi terbarukan memiliki prospek yang menjanjikan di Kalimantan mengingat potensi pemanfaatan energi matahari yang cukup besar. Karena itu, keterampilan di bidang tersebut dinilai dapat menjadi alternatif peluang kerja baru bagi tenaga kerja yang terdampak PHK.

    Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mempersiapkan tenaga kerja yang lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan industri sekaligus mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat gelombang PHK di sektor pertambangan yang mulai terjadi di sejumlah wilayah.

    (Sf/Rs)