Seputar Kaltim

    Disnaker Balikpapan Ingatkan Warga Tak Tergiur Tawaran Kerja Luar Negeri Bergaji Tinggi Seputarfakta.com - Maya Sari

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    06 Oktober 2026 pukul 15:43 WITA

    Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan, Adamin Siregar saat ditemui diruang kerjanya. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan - Masyarakat Balikpapan diminta lebih berhati-hati terhadap tawaran bekerja di luar negeri yang menjanjikan gaji tinggi dengan proses keberangkatan dalam waktu singkat.

    Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan mengingatkan calon pekerja migran, agar tidak terburu-buru membayar uang muka atau down payment (DP) sebelum memastikan legalitas perusahaan dan kejelasan proses penempatannya.

    “Calon pekerja migran seharusnya memastikan penempatan dilakukan melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang resmi dan terdaftar,” ucap Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar kepada media, Selasa (6/10/2026).

    Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan agar masyarakat dapat meminta bantuan Disnaker untuk memeriksa legalitas perusahaan maupun agen yang menawarkan pekerjaan ke luar negeri.

    “Jangan sampai nanti P3MI-nya tidak terdaftar. Karena saat ini banyak agen atau perusahaan yang mengaku resmi, padahal tidak resmi,” jelasnya.

    Menurut Adamin, besarnya gaji dan cepatnya proses keberangkatan tidak boleh menjadi alasan bagi masyarakat untuk langsung menerima tawaran pekerjaan.

    Pihaknya juga secara khusus mengingatkan calon pekerja agar tidak menyerahkan uang panjar sebelum status penempatan dan pekerjaan yang ditawarkan benar-benar jelas.

    “Apalagi jangan DP dulu. Khawatirnya nanti malah diberangkatkan bukan untuk bekerja. Uang panjar itu bahayanya, bisa masuk perdagangan orang,” tegasnya.

    Dirinya menjelaskan, keberangkatan melalui jalur tidak resmi tidak hanya berisiko menimbulkan persoalan hukum, tetapi juga dapat membuka peluang terjadinya tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

    Kadisnaker menyebut aparat penegak hukum sebelumnya telah menelusuri warga yang memiliki identitas Balikpapan dan diduga terindikasi dalam kasus perdagangan orang.

    Warga tersebut, kata dia, tidak tercatat dalam data Disnaker sebagai pekerja migran yang ditempatkan melalui mekanisme resmi.

    “Kalau ada pekerja kami yang tidak resmi, itu pasti ketahuan dan pasti ditelusuri. Kemarin ada kunjungan Bareskrim ke sini, ada warga Balikpapan yang terindikasi masuk dalam perdagangan orang. Ini sedang dicari datanya seperti apa,” ungkapnya.

    Karena itu, masyarakat diminta melakukan verifikasi setiap informasi lowongan kerja luar negeri yang diterima, termasuk tawaran yang beredar melalui media sosial.

    Meski demikian, Adamin menegaskan peluang kerja di luar negeri tetap terbuka bagi masyarakat Indonesia. Salah satu sektor yang masih membutuhkan tenaga kerja adalah bidang hospitality di Jepang.

    Sejumlah pekerjaan yang tersedia di antaranya housemaid, production worker, waiter, caregiver, hingga perawat.

    Ditekankan kepada masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri perlu mempersiapkan diri dan mengikuti seluruh tahapan penempatan sesuai ketentuan.

    “Kalau mau ke luar negeri, kami sarankan harus melalui mekanisme yang prosedural. Siapkan diri dan lakukan melalui prosedur yang benar,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Disnaker Balikpapan Ingatkan Warga Tak Tergiur Tawaran Kerja Luar Negeri Bergaji Tinggi Seputarfakta.com - Maya Sari

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    06 Oktober 2026 pukul 15:43 WITA

    Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan, Adamin Siregar saat ditemui diruang kerjanya. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan - Masyarakat Balikpapan diminta lebih berhati-hati terhadap tawaran bekerja di luar negeri yang menjanjikan gaji tinggi dengan proses keberangkatan dalam waktu singkat.

    Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan mengingatkan calon pekerja migran, agar tidak terburu-buru membayar uang muka atau down payment (DP) sebelum memastikan legalitas perusahaan dan kejelasan proses penempatannya.

    “Calon pekerja migran seharusnya memastikan penempatan dilakukan melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang resmi dan terdaftar,” ucap Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar kepada media, Selasa (6/10/2026).

    Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan agar masyarakat dapat meminta bantuan Disnaker untuk memeriksa legalitas perusahaan maupun agen yang menawarkan pekerjaan ke luar negeri.

    “Jangan sampai nanti P3MI-nya tidak terdaftar. Karena saat ini banyak agen atau perusahaan yang mengaku resmi, padahal tidak resmi,” jelasnya.

    Menurut Adamin, besarnya gaji dan cepatnya proses keberangkatan tidak boleh menjadi alasan bagi masyarakat untuk langsung menerima tawaran pekerjaan.

    Pihaknya juga secara khusus mengingatkan calon pekerja agar tidak menyerahkan uang panjar sebelum status penempatan dan pekerjaan yang ditawarkan benar-benar jelas.

    “Apalagi jangan DP dulu. Khawatirnya nanti malah diberangkatkan bukan untuk bekerja. Uang panjar itu bahayanya, bisa masuk perdagangan orang,” tegasnya.

    Dirinya menjelaskan, keberangkatan melalui jalur tidak resmi tidak hanya berisiko menimbulkan persoalan hukum, tetapi juga dapat membuka peluang terjadinya tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

    Kadisnaker menyebut aparat penegak hukum sebelumnya telah menelusuri warga yang memiliki identitas Balikpapan dan diduga terindikasi dalam kasus perdagangan orang.

    Warga tersebut, kata dia, tidak tercatat dalam data Disnaker sebagai pekerja migran yang ditempatkan melalui mekanisme resmi.

    “Kalau ada pekerja kami yang tidak resmi, itu pasti ketahuan dan pasti ditelusuri. Kemarin ada kunjungan Bareskrim ke sini, ada warga Balikpapan yang terindikasi masuk dalam perdagangan orang. Ini sedang dicari datanya seperti apa,” ungkapnya.

    Karena itu, masyarakat diminta melakukan verifikasi setiap informasi lowongan kerja luar negeri yang diterima, termasuk tawaran yang beredar melalui media sosial.

    Meski demikian, Adamin menegaskan peluang kerja di luar negeri tetap terbuka bagi masyarakat Indonesia. Salah satu sektor yang masih membutuhkan tenaga kerja adalah bidang hospitality di Jepang.

    Sejumlah pekerjaan yang tersedia di antaranya housemaid, production worker, waiter, caregiver, hingga perawat.

    Ditekankan kepada masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri perlu mempersiapkan diri dan mengikuti seluruh tahapan penempatan sesuai ketentuan.

    “Kalau mau ke luar negeri, kami sarankan harus melalui mekanisme yang prosedural. Siapkan diri dan lakukan melalui prosedur yang benar,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)