Seputar Kaltim

    Diskukmperindag PPU Sebut Event Jadi Penggerak Aktivitas UMKM

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    01 Juli 2026 pukul 20:24 WITA

    Kepala Diskukmperindag PPU, Muhammad Yusuf Basra. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Aktivitas pelaku UMKM di kawasan Alun-alun Penajam disebut masih sangat dipengaruhi oleh penyelenggaraan kegiatan yang mampu menarik keramaian. Saat agenda besar digelar, jumlah pengunjung dan aktivitas jual beli ikut meningkat.

    Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Yusuf Basra, mengatakan kondisi itu terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, bulan lalu keramaian di Alun-alun lebih terasa saat berlangsungnya kegiatan lingkungan hidup dan Festival Inovasi.

    "Kalau ada event, memang ada peningkatan aktivitas. Karena kegiatan seperti itu menjadi pemantik pergerakan masyarakat dan berdampak pada UMKM," kata Yusuf Basra atau yang akrab disapa Yuba.

    Ia menyebut pemerintah memahami kebutuhan pelaku usaha terhadap ruang-ruang keramaian. Namun, penyelenggaraan kegiatan juga bergantung pada kemampuan anggaran daerah.

    "Di satu sisi kegiatan membantu UMKM, tapi di sisi lain pemerintah juga perlu upaya dan anggaran untuk menghadirkan event," ujarnya.

    Selain faktor kegiatan, Yuba menilai kondisi daya beli masyarakat saat ini turut memengaruhi perputaran ekonomi pelaku usaha. "Kondisi sekarang masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang dan itu mulai terlihat pada aktivitas ekonomi," katanya.

    Diskukmperindag mencatat terdapat lebih dari 2.000 UMKM yang telah terdaftar di PPU. Karena itu, pemerintah daerah juga mempertimbangkan pemerataan manfaat agar tidak hanya dirasakan sebagian pelaku usaha.

    Yuba melanjutkan, peluang kegiatan baru tetap dibuka melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satu yang mulai dipertimbangkan ialah agenda nonton bareng pertandingan untuk menarik kunjungan masyarakat ke ruang publik.

    Sementara itu, Ketua Himpunan UMKM Taman Alun-alun (HUTA) PPU, Muhammad Pramanta, mengatakan pelaku usaha memang merasakan perbedaan suasana saat ada dan tidak ada kegiatan.

    "Kalau ada kegiatan atau pentas seni, pengunjung biasanya lebih ramai dan lapak ikut bergerak. Kalau tidak ada agenda, suasana memang terasa lebih sepi," ujarnya.

    Menurut Pramanta, pelaku UMKM tetap berjualan secara mandiri dan tidak bergantung penuh pada pemerintah. Namun, ia berharap agenda keramaian di Alun-alun dapat kembali rutin digelar.

    "Kalau ada kegiatan tentu bagus karena ikut menghidupkan suasana dan membantu menarik pengunjung," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Diskukmperindag PPU Sebut Event Jadi Penggerak Aktivitas UMKM

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    01 Juli 2026 pukul 20:24 WITA

    Kepala Diskukmperindag PPU, Muhammad Yusuf Basra. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Aktivitas pelaku UMKM di kawasan Alun-alun Penajam disebut masih sangat dipengaruhi oleh penyelenggaraan kegiatan yang mampu menarik keramaian. Saat agenda besar digelar, jumlah pengunjung dan aktivitas jual beli ikut meningkat.

    Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Yusuf Basra, mengatakan kondisi itu terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, bulan lalu keramaian di Alun-alun lebih terasa saat berlangsungnya kegiatan lingkungan hidup dan Festival Inovasi.

    "Kalau ada event, memang ada peningkatan aktivitas. Karena kegiatan seperti itu menjadi pemantik pergerakan masyarakat dan berdampak pada UMKM," kata Yusuf Basra atau yang akrab disapa Yuba.

    Ia menyebut pemerintah memahami kebutuhan pelaku usaha terhadap ruang-ruang keramaian. Namun, penyelenggaraan kegiatan juga bergantung pada kemampuan anggaran daerah.

    "Di satu sisi kegiatan membantu UMKM, tapi di sisi lain pemerintah juga perlu upaya dan anggaran untuk menghadirkan event," ujarnya.

    Selain faktor kegiatan, Yuba menilai kondisi daya beli masyarakat saat ini turut memengaruhi perputaran ekonomi pelaku usaha. "Kondisi sekarang masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang dan itu mulai terlihat pada aktivitas ekonomi," katanya.

    Diskukmperindag mencatat terdapat lebih dari 2.000 UMKM yang telah terdaftar di PPU. Karena itu, pemerintah daerah juga mempertimbangkan pemerataan manfaat agar tidak hanya dirasakan sebagian pelaku usaha.

    Yuba melanjutkan, peluang kegiatan baru tetap dibuka melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satu yang mulai dipertimbangkan ialah agenda nonton bareng pertandingan untuk menarik kunjungan masyarakat ke ruang publik.

    Sementara itu, Ketua Himpunan UMKM Taman Alun-alun (HUTA) PPU, Muhammad Pramanta, mengatakan pelaku usaha memang merasakan perbedaan suasana saat ada dan tidak ada kegiatan.

    "Kalau ada kegiatan atau pentas seni, pengunjung biasanya lebih ramai dan lapak ikut bergerak. Kalau tidak ada agenda, suasana memang terasa lebih sepi," ujarnya.

    Menurut Pramanta, pelaku UMKM tetap berjualan secara mandiri dan tidak bergantung penuh pada pemerintah. Namun, ia berharap agenda keramaian di Alun-alun dapat kembali rutin digelar.

    "Kalau ada kegiatan tentu bagus karena ikut menghidupkan suasana dan membantu menarik pengunjung," tutupnya.

    (Sf/Lo)