Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim
Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengakui adanya kendala dalam pemerataan akses internet di Benua Etam.
Dari total 841 desa akan merasakan internet gratis, teridentifikasi sekitar 60 desa yang hingga kini belum terjangkau jaringan internet.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemprov Kaltim yang tengah gencar merealisasikan program internet gratis untuk seluruh desa.
Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi khusus untuk mengatasi permasalahan keterbatasan infrastruktur di desa-desa terpencil tersebut.
Pemanfaatan teknologi satelit seperti Very Small Aperture Terminal (VSAT) dan Starlink menjadi opsi utama untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui kabel fiber optik (FO).
"Kita punya tantangan di sekitar 60 desa yang memang belum ada jaringan internet. Untuk itu, kita akan menyesuaikan dengan kondisi geografis. Kalau memungkinkan ditarik fiber optik, itu yang kita prioritaskan. Tapi kalau memang sulit, opsi VSAT atau Starlink akan kita gunakan," jelas Faisal di Samarinda, Selasa (8/4).
Fokus awal program internet gratis ini adalah menghubungkan kantor desa, sekolah, dan puskesmas. Faisal menekankan bahwa ketersediaan internet di fasilitas publik ini krusial untuk mempercepat dan mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan secara daring.
"Kita siapkan bagaimana kantor desa punya akses, kemudian pelayanan publik jadi lebih cepat. Nanti kalau kantor desanya sudah, kemudian sekolah dan puskesmasnya sudah, baru kita ke Creative Hub, kalau itu juga sudah, baru kita ambil satu titik Wi-Fi di ruang publik," imbuhnya.
Setelah memastikan akses internet di fasilitas-fasilitas penting tersebut, Diskominfo Kaltim akan melanjutkan dengan pembangunan Creative Hub di setiap desa.
Inisiatif ini merupakan bagian dari visi Pemprov Kaltim untuk menjadikan provinsi ini sebagai yang pertama di Indonesia dengan fasilitas Creative Hub di seluruh desa.
Faisal menjelaskan bahwa Creative Hub ini akan menjadi ruang publik yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung kegiatan kreatif dan ekonomi digital, seperti meja, kursi, layar televisi, dan peralatan multimedia.
Diharapkan, keberadaan Creative Hub dapat mendorong promosi UMKM lokal, pengembangan pariwisata, serta menstimulasi berbagai inovasi di tingkat desa.
Untuk mewujudkan ambisi ini, Diskominfo Kaltim memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai Rp7,56 miliar pada tahun 2025 dan meningkat menjadi Rp10 miliar pada tahun 2030.
Targetnya, seluruh 841 desa di Kaltim akan terhubung dengan internet pada tahun 2025, dan sebanyak 50 Creative Hub akan terbangun di tahun yang sama, dengan target jangka panjang mencapai 250 Creative Hub pada tahun 2030.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim

Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengakui adanya kendala dalam pemerataan akses internet di Benua Etam.
Dari total 841 desa akan merasakan internet gratis, teridentifikasi sekitar 60 desa yang hingga kini belum terjangkau jaringan internet.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemprov Kaltim yang tengah gencar merealisasikan program internet gratis untuk seluruh desa.
Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi khusus untuk mengatasi permasalahan keterbatasan infrastruktur di desa-desa terpencil tersebut.
Pemanfaatan teknologi satelit seperti Very Small Aperture Terminal (VSAT) dan Starlink menjadi opsi utama untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui kabel fiber optik (FO).
"Kita punya tantangan di sekitar 60 desa yang memang belum ada jaringan internet. Untuk itu, kita akan menyesuaikan dengan kondisi geografis. Kalau memungkinkan ditarik fiber optik, itu yang kita prioritaskan. Tapi kalau memang sulit, opsi VSAT atau Starlink akan kita gunakan," jelas Faisal di Samarinda, Selasa (8/4).
Fokus awal program internet gratis ini adalah menghubungkan kantor desa, sekolah, dan puskesmas. Faisal menekankan bahwa ketersediaan internet di fasilitas publik ini krusial untuk mempercepat dan mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan secara daring.
"Kita siapkan bagaimana kantor desa punya akses, kemudian pelayanan publik jadi lebih cepat. Nanti kalau kantor desanya sudah, kemudian sekolah dan puskesmasnya sudah, baru kita ke Creative Hub, kalau itu juga sudah, baru kita ambil satu titik Wi-Fi di ruang publik," imbuhnya.
Setelah memastikan akses internet di fasilitas-fasilitas penting tersebut, Diskominfo Kaltim akan melanjutkan dengan pembangunan Creative Hub di setiap desa.
Inisiatif ini merupakan bagian dari visi Pemprov Kaltim untuk menjadikan provinsi ini sebagai yang pertama di Indonesia dengan fasilitas Creative Hub di seluruh desa.
Faisal menjelaskan bahwa Creative Hub ini akan menjadi ruang publik yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung kegiatan kreatif dan ekonomi digital, seperti meja, kursi, layar televisi, dan peralatan multimedia.
Diharapkan, keberadaan Creative Hub dapat mendorong promosi UMKM lokal, pengembangan pariwisata, serta menstimulasi berbagai inovasi di tingkat desa.
Untuk mewujudkan ambisi ini, Diskominfo Kaltim memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai Rp7,56 miliar pada tahun 2025 dan meningkat menjadi Rp10 miliar pada tahun 2030.
Targetnya, seluruh 841 desa di Kaltim akan terhubung dengan internet pada tahun 2025, dan sebanyak 50 Creative Hub akan terbangun di tahun yang sama, dengan target jangka panjang mencapai 250 Creative Hub pada tahun 2030.
(Sf/Rs)