Diskominfo Samarinda Pasang Firewall, Pegawai yang Main Judi Online di Kantor Langsung Terlacak

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    13 Maret 2026 12:30 WIB

    Kepala Diskominfo Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah secara blak-blakan mengungkap banyak pegawai pemerintahan yang terjerat judi online (judol) dan nekat memainkannya menggunakan jaringan internet kantor.

    Menanggapi situasi darurat tersebut, Diskominfo tidak tinggal diam. Aji mengambil langkah tegas dengan memasang sistem keamanan firewall pelacak pada jaringan internet pemkot. 

    Langkah ini diklaim sukses memblokir akses ke situs perjudian, sekaligus melacak siapa saja oknum pegawai yang bermain slot di lingkungan pemerintahan.

    "Jujur saja kepada Pak Wakil Wali Kota, di lingkungan pemkot ini banyak (yang main judi online), tapi sekarang sudah tidak bisa lagi. Saya sudah mengunci semua server kami untuk itu," tegas Aji Syarif Hidayatullah, Jumat (13/3/2026).

    Lebih mencengangkan lagi, Aji tidak menutupi fakta oknum pegawai yang terjangkit wabah judi online juga ditemukan di instansi yang dipimpinnya sendiri. Berkat alat pelacak yang baru dipasang tersebut, ia berhasil menangkap basah bawahannya.

    "Saya memang tidak pernah mau membuka data pegawai kita yang ikut judi online. Tapi termasuk pegawai di Kominfo sendiri pernah ada yang saya tangkap, karena dari alat tersebut kami bisa tahu siapa yang bermain. Sudah saya tegur dan dia sudah berhenti," ungkapnya.

    Menariknya, kebijakan pemblokiran masif ini sempat memunculkan reaksi dari berbagai perangkat daerah. Aji membeberkan banyak pegawai dari dinas lain yang melayangkan protes karena mengira jaringan internet (Wi-Fi) pemkot tiba-tiba menjadi lambat atau lelet.

    Menurut Aji keluhan tersebut muncul karena para pegawai tersebut kebingungan saat situs atau aplikasi yang biasa mereka akses tiba-tiba tidak bisa dibuka.

    "Sekarang banyak perangkat daerah yang protes dan mengira jaringannya lelet dan lain sebagainya. Padahal sebenarnya mereka tidak bisa mengakses situs tersebut karena sudah kami kunci namanya," bebernya.

    Dengan keberhasilan menekan angka judi online di internal pegawai lewat pemblokiran jaringan, Pemkot Samarinda kini mulai mengalihkan fokus penanganan ke masyarakat luas. 

    Aji menilai peredaran judi online di kalangan anak muda Samarinda di luar instansi pemerintahan saat ini jumlahnya sudah luar biasa banyak.

    Untuk mengatasi kuartet masalah digital tersebut, Diskominfo Samarinda tengah menyiapkan program Peningkatan Literasi Digital yang akan menyasar masyarakat umum hingga turun langsung ke sekolah-sekolah di wilayah Samarinda.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Diskominfo Samarinda Pasang Firewall, Pegawai yang Main Judi Online di Kantor Langsung Terlacak

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    13 Maret 2026 12:30 WIB

    Kepala Diskominfo Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah secara blak-blakan mengungkap banyak pegawai pemerintahan yang terjerat judi online (judol) dan nekat memainkannya menggunakan jaringan internet kantor.

    Menanggapi situasi darurat tersebut, Diskominfo tidak tinggal diam. Aji mengambil langkah tegas dengan memasang sistem keamanan firewall pelacak pada jaringan internet pemkot. 

    Langkah ini diklaim sukses memblokir akses ke situs perjudian, sekaligus melacak siapa saja oknum pegawai yang bermain slot di lingkungan pemerintahan.

    "Jujur saja kepada Pak Wakil Wali Kota, di lingkungan pemkot ini banyak (yang main judi online), tapi sekarang sudah tidak bisa lagi. Saya sudah mengunci semua server kami untuk itu," tegas Aji Syarif Hidayatullah, Jumat (13/3/2026).

    Lebih mencengangkan lagi, Aji tidak menutupi fakta oknum pegawai yang terjangkit wabah judi online juga ditemukan di instansi yang dipimpinnya sendiri. Berkat alat pelacak yang baru dipasang tersebut, ia berhasil menangkap basah bawahannya.

    "Saya memang tidak pernah mau membuka data pegawai kita yang ikut judi online. Tapi termasuk pegawai di Kominfo sendiri pernah ada yang saya tangkap, karena dari alat tersebut kami bisa tahu siapa yang bermain. Sudah saya tegur dan dia sudah berhenti," ungkapnya.

    Menariknya, kebijakan pemblokiran masif ini sempat memunculkan reaksi dari berbagai perangkat daerah. Aji membeberkan banyak pegawai dari dinas lain yang melayangkan protes karena mengira jaringan internet (Wi-Fi) pemkot tiba-tiba menjadi lambat atau lelet.

    Menurut Aji keluhan tersebut muncul karena para pegawai tersebut kebingungan saat situs atau aplikasi yang biasa mereka akses tiba-tiba tidak bisa dibuka.

    "Sekarang banyak perangkat daerah yang protes dan mengira jaringannya lelet dan lain sebagainya. Padahal sebenarnya mereka tidak bisa mengakses situs tersebut karena sudah kami kunci namanya," bebernya.

    Dengan keberhasilan menekan angka judi online di internal pegawai lewat pemblokiran jaringan, Pemkot Samarinda kini mulai mengalihkan fokus penanganan ke masyarakat luas. 

    Aji menilai peredaran judi online di kalangan anak muda Samarinda di luar instansi pemerintahan saat ini jumlahnya sudah luar biasa banyak.

    Untuk mengatasi kuartet masalah digital tersebut, Diskominfo Samarinda tengah menyiapkan program Peningkatan Literasi Digital yang akan menyasar masyarakat umum hingga turun langsung ke sekolah-sekolah di wilayah Samarinda.

    (Sf/Lo)