Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Bidang Aptika Diskominfo Kukar, Ery Hariyono. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com
Tenggarong - Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memaksimalkan koneksi jaringan bagi masyarakat di 20 kecamatan se-Kabupaten Kukar.
Kepala Bidang Aptika Diskominfo Kukar, Ery Hariyono mengatakan target program Digitalisasi Pelayanan Publik (DISAPA) adalah adanya jaringan di seluruh desa, khusus pada kantor pemerintahan desa.
Ia mengatakan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2021-2026, ada 23 desa yang menjadi sasaran. Dari 23 desa tersebut, sebagian ditangani oleh Kementerian Kominfo RI.
"Untuk pemasangan di 23 desa itu, ada sebagian yang masuk program pusat dan mereka langsung menugaskan ke provider masing masing," kat Ery Hariyono, Selasa (14/5/2024).
Ery menyebut desa yang menjadi program pemerintah pusat adalah Desa Benua Baru, Long Belen Modang, Umaq Dian, Umaq Tukung. Sementara desa yang telah dipasang Base Transceiver Station (BTS) oleh provider adalah Desa Rantau Hempang, Batuq, Muara Salung, Muara Tiq, Muara Kebaq, Muara Tuboq dan Muara Belinau.
Sedangkan Diskominfo Kukar dalam upaya memaksimalkan jaringan dengan melakukan pembangunan Repeater.
Ia menjelaskan, Repeater merupakan sebuah alat penguat sinyal yang dipasang di suatu titik dengan konektivitas rendah atau lemah. Sejauh ini ada beberapa desa yang memasang repeater secara mandiri. "Desa yang memasang repeater secara mandiri ialah, Desa Bendang Raya, dan Suka Bumi," sebutnya.
Sementara pemasangan repeater oleh Diskominfo Kukar adalah desa Buluq Sen, Sallo Cela, Wonosari, Kupang Baru, Muara Aloh, Long Lalang, Muhuran, Sebelimbingan, Tanjung Batuq Harapan dan Muara Wis.
"Saat ini, kita fokus penguatan sinyal khususnya pada kantor pemerintahan desa agar urusan digitalisasi bisa berjalan dengan baik," ucapnya.
Pihaknya juga melakukan inventarisasi terkait dengan wilayah yang dinilai lemah jaringan melalui dari sejumlah usulan pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa hingga kabupaten.
"Kita juga bersinergi dengan OPD terkait guna memastikan daerah yang dinilai lemah sinyal," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Bidang Aptika Diskominfo Kukar, Ery Hariyono. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com
Tenggarong - Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memaksimalkan koneksi jaringan bagi masyarakat di 20 kecamatan se-Kabupaten Kukar.
Kepala Bidang Aptika Diskominfo Kukar, Ery Hariyono mengatakan target program Digitalisasi Pelayanan Publik (DISAPA) adalah adanya jaringan di seluruh desa, khusus pada kantor pemerintahan desa.
Ia mengatakan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2021-2026, ada 23 desa yang menjadi sasaran. Dari 23 desa tersebut, sebagian ditangani oleh Kementerian Kominfo RI.
"Untuk pemasangan di 23 desa itu, ada sebagian yang masuk program pusat dan mereka langsung menugaskan ke provider masing masing," kat Ery Hariyono, Selasa (14/5/2024).
Ery menyebut desa yang menjadi program pemerintah pusat adalah Desa Benua Baru, Long Belen Modang, Umaq Dian, Umaq Tukung. Sementara desa yang telah dipasang Base Transceiver Station (BTS) oleh provider adalah Desa Rantau Hempang, Batuq, Muara Salung, Muara Tiq, Muara Kebaq, Muara Tuboq dan Muara Belinau.
Sedangkan Diskominfo Kukar dalam upaya memaksimalkan jaringan dengan melakukan pembangunan Repeater.
Ia menjelaskan, Repeater merupakan sebuah alat penguat sinyal yang dipasang di suatu titik dengan konektivitas rendah atau lemah. Sejauh ini ada beberapa desa yang memasang repeater secara mandiri. "Desa yang memasang repeater secara mandiri ialah, Desa Bendang Raya, dan Suka Bumi," sebutnya.
Sementara pemasangan repeater oleh Diskominfo Kukar adalah desa Buluq Sen, Sallo Cela, Wonosari, Kupang Baru, Muara Aloh, Long Lalang, Muhuran, Sebelimbingan, Tanjung Batuq Harapan dan Muara Wis.
"Saat ini, kita fokus penguatan sinyal khususnya pada kantor pemerintahan desa agar urusan digitalisasi bisa berjalan dengan baik," ucapnya.
Pihaknya juga melakukan inventarisasi terkait dengan wilayah yang dinilai lemah jaringan melalui dari sejumlah usulan pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa hingga kabupaten.
"Kita juga bersinergi dengan OPD terkait guna memastikan daerah yang dinilai lemah sinyal," pungkasnya.
(Sf/By)