Seputar Kaltim

    Diskan PPU Sebut Gelombang Tinggi Batasi Aktivitas Melaut Nelayan

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    22 Juli 2026 pukul 16:08 WITA

    Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perizinan Dinas Perikanan PPU, Nani Adriana. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Musim angin selatan memengaruhi aktivitas melaut nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Gelombang tinggi membuat nelayan mengurangi intensitas melaut dan menyesuaikan lokasi maupun jenis tangkapan.

    Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Perizinan Dinas Perikanan PPU, Nani Adriana, mengatakan nelayan tidak sepenuhnya menghentikan aktivitas melaut selama musim angin selatan. Mereka tetap mencari nafkah dengan menyesuaikan waktu berlayar sesuai kondisi cuaca.

    "Kalau full tidak ke laut, tidak juga. Mau dapat penghasilan dari mana. Di musim selatan ini mereka masih bisa menangkap kepiting dan udang," kata Nani, Rabu (22/7/2026).

    Menurutnya, nelayan telah memahami karakter angin dan gelombang sehingga tidak memaksakan melaut saat cuaca memburuk. Ketika kondisi memungkinkan, mereka tetap menangkap ikan di perairan pesisir.

    Nelayan yang mengandalkan pancing untuk mencari ikan di rumpon, seperti tongkol dan kakap, lebih terdampak karena harus melaut lebih jauh.

    "Kalau pemancing harus ke rumpon yang jauh, tentu keselamatan lebih utama," ujarnya.

    Sementara itu, udang dan kepiting masih menjadi tangkapan yang memungkinkan diperoleh di kawasan pesisir. Adapun nelayan bagang harus menyesuaikan waktu panen karena gelombang tinggi membatasi aktivitas penangkapan.

    Nani mengatakan perubahan pola tangkapan mulai terasa sejak memasuki masa pra-angin selatan. Pada periode tersebut, tangkapan udang cenderung meningkat dibanding beberapa jenis ikan.

    Saat cuaca tidak memungkinkan untuk melaut, nelayan memanfaatkan waktu memperbaiki perahu dan alat tangkap sebagai persiapan kembali melaut.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Diskan PPU Sebut Gelombang Tinggi Batasi Aktivitas Melaut Nelayan

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    22 Juli 2026 pukul 16:08 WITA

    Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perizinan Dinas Perikanan PPU, Nani Adriana. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Musim angin selatan memengaruhi aktivitas melaut nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Gelombang tinggi membuat nelayan mengurangi intensitas melaut dan menyesuaikan lokasi maupun jenis tangkapan.

    Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Perizinan Dinas Perikanan PPU, Nani Adriana, mengatakan nelayan tidak sepenuhnya menghentikan aktivitas melaut selama musim angin selatan. Mereka tetap mencari nafkah dengan menyesuaikan waktu berlayar sesuai kondisi cuaca.

    "Kalau full tidak ke laut, tidak juga. Mau dapat penghasilan dari mana. Di musim selatan ini mereka masih bisa menangkap kepiting dan udang," kata Nani, Rabu (22/7/2026).

    Menurutnya, nelayan telah memahami karakter angin dan gelombang sehingga tidak memaksakan melaut saat cuaca memburuk. Ketika kondisi memungkinkan, mereka tetap menangkap ikan di perairan pesisir.

    Nelayan yang mengandalkan pancing untuk mencari ikan di rumpon, seperti tongkol dan kakap, lebih terdampak karena harus melaut lebih jauh.

    "Kalau pemancing harus ke rumpon yang jauh, tentu keselamatan lebih utama," ujarnya.

    Sementara itu, udang dan kepiting masih menjadi tangkapan yang memungkinkan diperoleh di kawasan pesisir. Adapun nelayan bagang harus menyesuaikan waktu panen karena gelombang tinggi membatasi aktivitas penangkapan.

    Nani mengatakan perubahan pola tangkapan mulai terasa sejak memasuki masa pra-angin selatan. Pada periode tersebut, tangkapan udang cenderung meningkat dibanding beberapa jenis ikan.

    Saat cuaca tidak memungkinkan untuk melaut, nelayan memanfaatkan waktu memperbaiki perahu dan alat tangkap sebagai persiapan kembali melaut.

    (Sf/Lo)