Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi Tempat Pelelangan Ikan.(Pixabay)
Penajam - Dinas Perikanan (Diskan) Penajam Paser Utara (PPU) tengah mengupayakan pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Penajam, Waru, Sepaku dan Babulu.
“Rencana pembangunan TPI memang ada, rencananya empat titik di masing-masing kecamatan akan berdiri nanti,” ucap Plt Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Perizinan Diskan PPU, Lomo Sabani, Sabtu (12/4/2025).
Namun, ia memprediksi dalam satu atau dua tahun ke depan rencana pembangunan tersebut belum bisa dipastikan terealisasi. Karena Diskan PPU masih mengkaji secara mendalam terkait fungsional dan penempatan lokasi berdirinya infrastruktur tersebut.
“Kami masih bikin kajiannya terkait pemanfaatan, lokasi TPI di masing-masing kecamatan dan target-target progresnya seperti apa nanti,” ungkapnya.
Kini Diskan PPU sedang menunggu kajian dari Badan Perencanaan, Pengembangan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbang). “Kalau kajiannya sudah diputuskan, baru bisa kita anggarkan pembangunannya,” jelas Lomo.
Ia menilai kehadiran TPI dapat menambah penghasilan para nelayan. Sebab selama ini para nelayan kerap menjual hasil tangkapannya ke tengkulak di pasar tradisional dengan harga yang murah.
“PPU punya TPI di Desa Api-api, Kecamatan Penajam, tapi itu milik Pemprov Kaltim. Jadi kita wacanakan pembangunan TPI di masing-masing kecamatan agar nelayan dapat menjual hasil tangkapannya dengan harga sesuai,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi Tempat Pelelangan Ikan.(Pixabay)
Penajam - Dinas Perikanan (Diskan) Penajam Paser Utara (PPU) tengah mengupayakan pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Penajam, Waru, Sepaku dan Babulu.
“Rencana pembangunan TPI memang ada, rencananya empat titik di masing-masing kecamatan akan berdiri nanti,” ucap Plt Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Perizinan Diskan PPU, Lomo Sabani, Sabtu (12/4/2025).
Namun, ia memprediksi dalam satu atau dua tahun ke depan rencana pembangunan tersebut belum bisa dipastikan terealisasi. Karena Diskan PPU masih mengkaji secara mendalam terkait fungsional dan penempatan lokasi berdirinya infrastruktur tersebut.
“Kami masih bikin kajiannya terkait pemanfaatan, lokasi TPI di masing-masing kecamatan dan target-target progresnya seperti apa nanti,” ungkapnya.
Kini Diskan PPU sedang menunggu kajian dari Badan Perencanaan, Pengembangan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbang). “Kalau kajiannya sudah diputuskan, baru bisa kita anggarkan pembangunannya,” jelas Lomo.
Ia menilai kehadiran TPI dapat menambah penghasilan para nelayan. Sebab selama ini para nelayan kerap menjual hasil tangkapannya ke tengkulak di pasar tradisional dengan harga yang murah.
“PPU punya TPI di Desa Api-api, Kecamatan Penajam, tapi itu milik Pemprov Kaltim. Jadi kita wacanakan pembangunan TPI di masing-masing kecamatan agar nelayan dapat menjual hasil tangkapannya dengan harga sesuai,” tandasnya.
(Sf/Lo)