Seputar Kaltim

    Diskan PPU Ajak Pembudi Daya Tambak Tanam Mangrove untuk Cegah Abrasi

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    20 Juni 2025 pukul 11:44 WITA

    Kabid Perikanan Budi Daya dan Lingkungan Diskan PPU, Musakkar.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Perikanan (Diskan) Penajam Paser Utara (PPU) mengajak pembudi daya untuk menanam pohon mangrove di sekitar lahan tambak.

    Langkah ini bertujuan agar lahan tambak di wilayah pesisir tetap produktif, mengingat 5.294 Hektare (Ha) dari 9.463 lahan tambak di PPU dinyatakan tidak produktif karena sebagian besar terletak di pesisir dan kerap terkena abrasi.

    “Pematangnya banyak yang rusak terkena abrasi, terutama di Babulu Laut. Jadi sebagai langkah pencegahan agar lahan tambak tetap terus produktif, kita sarankan tanami mangrove di luar pematang atau tanggulnya,” ucap Kepala Bidang Perikanan Budi Daya dan Lingkungan Diskan PPU, Musakkar Mulyadi, Jumat (20/6/2025).

    Kehadiran pohon mangrove di sekitar lahan tambak dinilai sebagai solusi alternatif yang efektif dalam mencegah abrasi karena mangrove memiliki akar yang rapat dan kuat, sehingga dianggap mampu menahan terjangan ombak dan mengurangi risiko kerusakan pematang di masa mendatang.

    “Kita mencoba melakukan upaya yang ramah lingkungan, yaitu dengan menanam mangrove,” imbuh Musakkar.

    Selain mengambil langkah pencegahan abrasi melalui mangrove, Diskan PPU telah terlebih dahulu melakukan upaya penanganan dengan mengajukan bantuan keuangan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk memperbaiki tanggul tambak yang rusak.

    Menurutnya anggaran yang dimiliki pihaknya sangat minim untuk mengaktifkan kembali ribuan Ha tambak karena perlu melakukan perbaikan dalam skala besar.

    “Kalau mengandalkan anggaran kita sepertinya tidak mencukupi karena nilainya terlalu minim, butuh pendanaan yang tidak sedikit untuk memperbaiki semuanya. Maka dari itu kita minta bantuan dari pemprov,” bebernya.

    Ia berharap para pembudi daya mulai menerapkan anjuran menanam pohon mangrove di sekeliling tambak sebagai langkah antisipasi risiko abrasi yang dapat membuat tambak menjadi tidak produktif.

    “Untuk sekarang gunakan langkah ramah lingkungan sembari menunggu bantuan dari Pemprov,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Diskan PPU Ajak Pembudi Daya Tambak Tanam Mangrove untuk Cegah Abrasi

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    20 Juni 2025 pukul 11:44 WITA

    Kabid Perikanan Budi Daya dan Lingkungan Diskan PPU, Musakkar.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Perikanan (Diskan) Penajam Paser Utara (PPU) mengajak pembudi daya untuk menanam pohon mangrove di sekitar lahan tambak.

    Langkah ini bertujuan agar lahan tambak di wilayah pesisir tetap produktif, mengingat 5.294 Hektare (Ha) dari 9.463 lahan tambak di PPU dinyatakan tidak produktif karena sebagian besar terletak di pesisir dan kerap terkena abrasi.

    “Pematangnya banyak yang rusak terkena abrasi, terutama di Babulu Laut. Jadi sebagai langkah pencegahan agar lahan tambak tetap terus produktif, kita sarankan tanami mangrove di luar pematang atau tanggulnya,” ucap Kepala Bidang Perikanan Budi Daya dan Lingkungan Diskan PPU, Musakkar Mulyadi, Jumat (20/6/2025).

    Kehadiran pohon mangrove di sekitar lahan tambak dinilai sebagai solusi alternatif yang efektif dalam mencegah abrasi karena mangrove memiliki akar yang rapat dan kuat, sehingga dianggap mampu menahan terjangan ombak dan mengurangi risiko kerusakan pematang di masa mendatang.

    “Kita mencoba melakukan upaya yang ramah lingkungan, yaitu dengan menanam mangrove,” imbuh Musakkar.

    Selain mengambil langkah pencegahan abrasi melalui mangrove, Diskan PPU telah terlebih dahulu melakukan upaya penanganan dengan mengajukan bantuan keuangan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk memperbaiki tanggul tambak yang rusak.

    Menurutnya anggaran yang dimiliki pihaknya sangat minim untuk mengaktifkan kembali ribuan Ha tambak karena perlu melakukan perbaikan dalam skala besar.

    “Kalau mengandalkan anggaran kita sepertinya tidak mencukupi karena nilainya terlalu minim, butuh pendanaan yang tidak sedikit untuk memperbaiki semuanya. Maka dari itu kita minta bantuan dari pemprov,” bebernya.

    Ia berharap para pembudi daya mulai menerapkan anjuran menanam pohon mangrove di sekeliling tambak sebagai langkah antisipasi risiko abrasi yang dapat membuat tambak menjadi tidak produktif.

    “Untuk sekarang gunakan langkah ramah lingkungan sembari menunggu bantuan dari Pemprov,” tandasnya.

    (Sf/Lo)