Cari disini...
Seputar Kaltim
Sekda PPU, Tohar. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar memperingatkan ASN agar tidak mengabaikan disiplin kerja. Ketidakhadiran tanpa alasan dan perilaku yang tidak mencerminkan tanggung jawab aparatur disebut dapat berujung teguran hingga evaluasi terhadap bawahan.
Tohar menegaskan, status sebagai ASN membawa konsekuensi yang harus dijalankan secara utuh. Kewajiban kerja tidak bisa dipilih hanya ketika menguntungkan bagi aparatur.
"Kalau sudah memilih profesi sebagai ASN, konsekuensinya harus diambil secara keseluruhan. Jangan yang enaknya diambil, yang tidak enaknya dibuang. Disiplin ASN sudah diatur dengan jelas," tegas Tohar, Rabu (30/9/2026).
Tohar menyinggung masih adanya pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak hadir dalam agenda kedinasan tanpa menyampaikan konfirmasi, bahkan mendapat teguran langsung pimpinan sidang saat rapat paripurna persetujuan bersama Raperda Perhubungan APBD 2026 DPRD PPU.
Tohar bilang, beberapa pejabat memang memiliki alasan tugas yang tidak dapat ditinggalkan, seperti pekerjaan lapangan maupun agenda kedinasan lain.
"Memang ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan, itu sampaikan. Yang menjadi persoalan ketika tidak hadir dan tidak ada konfirmasi," ujarnya.
Ia memastikan ketidakhadiran tanpa alasan dan konfirmasi akan mendapat atensi. Tindak lanjutnya dapat melalui teguran maupun evaluasi terhadap pejabat atau bawahan yang bersangkutan.
Tohar juga mengingatkan ASN menjaga perilaku di luar maupun di dalam lingkungan kerja. Sebab, perilaku segelintir aparatur dapat ikut membentuk pandangan publik terhadap seluruh ASN, seperti yang dilaporkan mangkir ke warung atau kafe saat jam kerja.
Tohar menegaskan tidak semua ASN memiliki persoalan disiplin. Masih banyak aparatur yang menjalankan tugas dengan baik. Ia meminta setiap ASN menjaga sikap agar tindakan oknum tidak menyeret citra seluruh korps.
"Ada oknum, tapi di antara kami juga masih banyak yang baik. Yang sedikit barangkali tidak seberapa, tapi itu yang merusak. Menyandang status ASN ada konsekuensinya," demikian Tohar.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Sekda PPU, Tohar. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar memperingatkan ASN agar tidak mengabaikan disiplin kerja. Ketidakhadiran tanpa alasan dan perilaku yang tidak mencerminkan tanggung jawab aparatur disebut dapat berujung teguran hingga evaluasi terhadap bawahan.
Tohar menegaskan, status sebagai ASN membawa konsekuensi yang harus dijalankan secara utuh. Kewajiban kerja tidak bisa dipilih hanya ketika menguntungkan bagi aparatur.
"Kalau sudah memilih profesi sebagai ASN, konsekuensinya harus diambil secara keseluruhan. Jangan yang enaknya diambil, yang tidak enaknya dibuang. Disiplin ASN sudah diatur dengan jelas," tegas Tohar, Rabu (30/9/2026).
Tohar menyinggung masih adanya pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak hadir dalam agenda kedinasan tanpa menyampaikan konfirmasi, bahkan mendapat teguran langsung pimpinan sidang saat rapat paripurna persetujuan bersama Raperda Perhubungan APBD 2026 DPRD PPU.
Tohar bilang, beberapa pejabat memang memiliki alasan tugas yang tidak dapat ditinggalkan, seperti pekerjaan lapangan maupun agenda kedinasan lain.
"Memang ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan, itu sampaikan. Yang menjadi persoalan ketika tidak hadir dan tidak ada konfirmasi," ujarnya.
Ia memastikan ketidakhadiran tanpa alasan dan konfirmasi akan mendapat atensi. Tindak lanjutnya dapat melalui teguran maupun evaluasi terhadap pejabat atau bawahan yang bersangkutan.
Tohar juga mengingatkan ASN menjaga perilaku di luar maupun di dalam lingkungan kerja. Sebab, perilaku segelintir aparatur dapat ikut membentuk pandangan publik terhadap seluruh ASN, seperti yang dilaporkan mangkir ke warung atau kafe saat jam kerja.
Tohar menegaskan tidak semua ASN memiliki persoalan disiplin. Masih banyak aparatur yang menjalankan tugas dengan baik. Ia meminta setiap ASN menjaga sikap agar tindakan oknum tidak menyeret citra seluruh korps.
"Ada oknum, tapi di antara kami juga masih banyak yang baik. Yang sedikit barangkali tidak seberapa, tapi itu yang merusak. Menyandang status ASN ada konsekuensinya," demikian Tohar.
(Sf/Rs)