Seputar Kaltim

    Disidikbud Bahas Kondisi Pendidikan di Samarinda Bersama DPRD 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    12 November 2024 pukul 11:15 WITA

    Salah satu sekolah dasar yang masih memakai konstruksi kayu, SD 011 Samarinda Kota, Jalan Danau Maninjau, Sungai Pinang Luar, Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dalam rangka memperkuat sektor pendidikan di Samarinda, Komisi IV DPRD Kota Samarinda mengadakan pertemuan penting dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda pada Senin (11/11/2024). 

    Agenda pertemuan ini difokuskan pada pembahasan berbagai isu pendidikan yang mendesak, termasuk pemetaan sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan infrastruktur dan fasilitas dasar lainnya.

    Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin, memaparkan data penting terkait kondisi pendidikan di Samarinda kepada anggota Komisi IV. Beberapa topik yang disoroti mencakup jumlah sekolah, jumlah siswa, serta kebutuhan renovasi dan pembangunan ulang bagi sekolah-sekolah yang masih menggunakan bahan bangunan kayu, khususnya di daerah Samarinda Utara. 
    Misalnya, SDN 013 dan SDN 009 yang strukturnya masih dari kayu, dianggap memerlukan perhatian serius untuk menjamin keamanan dan kenyamanan siswa.

    "Aspek infrastruktur ini penting untuk segera diperbaiki agar siswa bisa belajar di lingkungan yang aman dan nyaman. Selain itu, kantin, toilet, dan pagar juga menjadi fasilitas penunjang yang masih membutuhkan pembenahan di beberapa sekolah," ujar Asli usai kegiatan itu.

    Selain persoalan infrastruktur, pertemuan ini juga membahas mekanisme penerimaan siswa baru serta tantangan distribusi buku ajar yang selama ini menjadi kendala dalam proses belajar-mengajar. 
    Kurangnya pasokan buku penunjang di beberapa sekolah menjadi perhatian serius, dan Disdikbud berkomitmen untuk mengupayakan pengadaan yang lebih baik agar kebutuhan dasar pembelajaran dapat terpenuhi.

    Ia menyebut bahwa Komisi IV menyambut baik pemaparan tersebut dan menyatakan dukungan mereka untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Samarinda. Salah satu langkah yang akan diambil adalah mengupayakan alokasi anggaran tambahan, baik dari bantuan keuangan (bankeu) maupun sumber lainnya, untuk mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan.

    “Alhamdulillah teman-teman dewan mendukung, termasuk nanti menarik anggaran melalui mitra mereka melalui bankeu, karena kebutuhan kita juga cukup besar terutama tentang infrastruktur,” ungkap Asli.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Disidikbud Bahas Kondisi Pendidikan di Samarinda Bersama DPRD 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    12 November 2024 pukul 11:15 WITA

    Salah satu sekolah dasar yang masih memakai konstruksi kayu, SD 011 Samarinda Kota, Jalan Danau Maninjau, Sungai Pinang Luar, Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dalam rangka memperkuat sektor pendidikan di Samarinda, Komisi IV DPRD Kota Samarinda mengadakan pertemuan penting dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda pada Senin (11/11/2024). 

    Agenda pertemuan ini difokuskan pada pembahasan berbagai isu pendidikan yang mendesak, termasuk pemetaan sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan infrastruktur dan fasilitas dasar lainnya.

    Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin, memaparkan data penting terkait kondisi pendidikan di Samarinda kepada anggota Komisi IV. Beberapa topik yang disoroti mencakup jumlah sekolah, jumlah siswa, serta kebutuhan renovasi dan pembangunan ulang bagi sekolah-sekolah yang masih menggunakan bahan bangunan kayu, khususnya di daerah Samarinda Utara. 
    Misalnya, SDN 013 dan SDN 009 yang strukturnya masih dari kayu, dianggap memerlukan perhatian serius untuk menjamin keamanan dan kenyamanan siswa.

    "Aspek infrastruktur ini penting untuk segera diperbaiki agar siswa bisa belajar di lingkungan yang aman dan nyaman. Selain itu, kantin, toilet, dan pagar juga menjadi fasilitas penunjang yang masih membutuhkan pembenahan di beberapa sekolah," ujar Asli usai kegiatan itu.

    Selain persoalan infrastruktur, pertemuan ini juga membahas mekanisme penerimaan siswa baru serta tantangan distribusi buku ajar yang selama ini menjadi kendala dalam proses belajar-mengajar. 
    Kurangnya pasokan buku penunjang di beberapa sekolah menjadi perhatian serius, dan Disdikbud berkomitmen untuk mengupayakan pengadaan yang lebih baik agar kebutuhan dasar pembelajaran dapat terpenuhi.

    Ia menyebut bahwa Komisi IV menyambut baik pemaparan tersebut dan menyatakan dukungan mereka untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Samarinda. Salah satu langkah yang akan diambil adalah mengupayakan alokasi anggaran tambahan, baik dari bantuan keuangan (bankeu) maupun sumber lainnya, untuk mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan.

    “Alhamdulillah teman-teman dewan mendukung, termasuk nanti menarik anggaran melalui mitra mereka melalui bankeu, karena kebutuhan kita juga cukup besar terutama tentang infrastruktur,” ungkap Asli.

    (Sf/Rs)