Seputar Kaltim

    Dishub Sebut Pendapatan Parkir Samarinda Terus Naik, Tembus Miliaran Selama Setahun

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    29 April 2025 pukul 09:58 WITA

    Ilustrasi jukir binaan Dishub Kota Samarinda yang didatangi oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat sidak pada Januari 2025 lalu. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda mencatat pendapatan dari sektor parkir di Samarinda menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. 

    Kepala Bidang Lalu Lintas dan Jalan (LLJ) Dishub Samarinda, Didi Zulyani, mengungkapkan optimisme terhadap capaian tersebut, meski tetap menghadapi beberapa tantangan di lapangan.

    "Angkanya capaian grafik kita naik tiap tahun karena selalu cari potensi terus," kata Didi saat ditemui, belum lama ini.

    Menurut Didi, sumber pendapatan parkir terbagi menjadi dua kategori, yakni dari tepi jalan umum dan tempat parkir khusus (offstreet). 

    Untuk tahun 2024, pendapatan dari parkir tepi jalan tercatat sekitar Rp2,3 miliar, sedangkan dari tempat parkir khusus tembus hingga Rp1,3 miliar.

    Namun, di balik pencapaian tersebut, Didi menjelaskan terdapat kendala teknis yang dihadapi terkait sistem penetapan target pendapatan. 

    Sejak akhir 2022, pendapatan dari sektor parkir menunjukkan tren peningkatan yang cukup stabil. Ia menyebut dari Rp1,6 miliar trennya naik cukup meskipun tidak signifikan hingga dapat Rp2,3 miliar di 2024, khususnya di tepi jalan. 

    "Kalau di tempat khusus itu bisa melejit naiknya. Masalahnya saya nyusun target itu perhitungan kita tidak bisa diubah, makanya lepas target terus," ujarnya.

    Ia mencontohkan pada awal penetapan target pendapatan untuk parkir offstreet, Dishub hanya menetapkan Rp360 juta. Namun, dalam realisasinya, pendapatan yang berhasil diraih jauh melebihi ekspektasi.

    "Seperti kemarin dari offstreet yang awalnya saya target Rp360 juta, saya capainya satu miliar lebih dan targetnya tidak bisa saya rubah," imbuhnya. 

    Untuk tahun 2025 ini, ia mengatakan Dishub tengah menyusun rencana kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola parkir, baik di tepi jalan umum maupun di tempat khusus. Meski begitu, rencana ini masih menunggu persetujuan lebih lanjut.

    Ia juga menyoroti pentingnya dukungan sumber daya manusia (SDM) dalam optimalisasi pengelolaan parkir, mengingat semakin luasnya area yang harus dikelola. 

    "Kita lihat juga SDM, karena butuh banyak untuk jaga tempat itu. Potensi besar tahun 2025 itu di Pasar Segiri," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dishub Sebut Pendapatan Parkir Samarinda Terus Naik, Tembus Miliaran Selama Setahun

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    29 April 2025 pukul 09:58 WITA

    Ilustrasi jukir binaan Dishub Kota Samarinda yang didatangi oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat sidak pada Januari 2025 lalu. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda mencatat pendapatan dari sektor parkir di Samarinda menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. 

    Kepala Bidang Lalu Lintas dan Jalan (LLJ) Dishub Samarinda, Didi Zulyani, mengungkapkan optimisme terhadap capaian tersebut, meski tetap menghadapi beberapa tantangan di lapangan.

    "Angkanya capaian grafik kita naik tiap tahun karena selalu cari potensi terus," kata Didi saat ditemui, belum lama ini.

    Menurut Didi, sumber pendapatan parkir terbagi menjadi dua kategori, yakni dari tepi jalan umum dan tempat parkir khusus (offstreet). 

    Untuk tahun 2024, pendapatan dari parkir tepi jalan tercatat sekitar Rp2,3 miliar, sedangkan dari tempat parkir khusus tembus hingga Rp1,3 miliar.

    Namun, di balik pencapaian tersebut, Didi menjelaskan terdapat kendala teknis yang dihadapi terkait sistem penetapan target pendapatan. 

    Sejak akhir 2022, pendapatan dari sektor parkir menunjukkan tren peningkatan yang cukup stabil. Ia menyebut dari Rp1,6 miliar trennya naik cukup meskipun tidak signifikan hingga dapat Rp2,3 miliar di 2024, khususnya di tepi jalan. 

    "Kalau di tempat khusus itu bisa melejit naiknya. Masalahnya saya nyusun target itu perhitungan kita tidak bisa diubah, makanya lepas target terus," ujarnya.

    Ia mencontohkan pada awal penetapan target pendapatan untuk parkir offstreet, Dishub hanya menetapkan Rp360 juta. Namun, dalam realisasinya, pendapatan yang berhasil diraih jauh melebihi ekspektasi.

    "Seperti kemarin dari offstreet yang awalnya saya target Rp360 juta, saya capainya satu miliar lebih dan targetnya tidak bisa saya rubah," imbuhnya. 

    Untuk tahun 2025 ini, ia mengatakan Dishub tengah menyusun rencana kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola parkir, baik di tepi jalan umum maupun di tempat khusus. Meski begitu, rencana ini masih menunggu persetujuan lebih lanjut.

    Ia juga menyoroti pentingnya dukungan sumber daya manusia (SDM) dalam optimalisasi pengelolaan parkir, mengingat semakin luasnya area yang harus dikelola. 

    "Kita lihat juga SDM, karena butuh banyak untuk jaga tempat itu. Potensi besar tahun 2025 itu di Pasar Segiri," pungkasnya.

    (Sf/Rs)